Ada perasaan yang mesti dituntaskan meski kita merasa belum selesai dengan semuanya. Perasaan yang pada akhirnya terpaksa harus kita sembunyikan di akhir perjuangan.
Menggugurkan harapan, mimpi-mimpi, tujuan, yang sama sekali tidak pernah terjawab oleh waktu.
Kita tidak bisa terus memaksa. Waktu dan semesta sudah punya perannya sendiri-sendiri. Barangkali jawabannya memang meminta kita untuk berhenti dan tidak pernah melanjutkan.
Ada halaman terakhir yang harus kita anggap selesai. Ada lembaran baru yang harus kita mulai.
Hidup tidak selamanya tentang cerita yang sama.
Mungkin kita akan merindukan perjalanan sebelumnya, dan itu wajar-wajar saja.
Tapi kita sudah tidak punya lagi kendali. Kita sudah terlalu jauh melangkah pergi dan memunggungi.
Jika sesuatu itu memang yang terbaik untuk kita, tentu kita tidak akan dibiarkan berjuang sendirian. Kita tidak akan dibiarkan berharap dan menunggu sendirian.
Sebab waktu hanya memiliki satu jawaban; jalan yang mudah bagi langkah yang saling mendekat. Jalan yang mudah bagi hati yang tidak pernah berhenti saling menguatkan.
Waktu tidak akan pernah membiarkan kita menempuhnya sendirian.
—ibnufir


















