Ada hati yang kubiarkan tetap merasa
Ada fikiran yang masih saja mengacak-ngacak kenangan
Sudah
Sudah
"Kau tahu arti ketidakpastian bukan?", Tanyaku pada cermin yang masih utuh itu
"Mengapa kamu memaksa Dan menyeolah-olahkan ketidakpastian itu menjadi kenyataan?"
"Padahal aku sadar. Bahwa aku dan kamu hanyalah kemungkinan-kemungkinan yang tidak mungkin"
Cermin itu pun hancur terpecah belah, memperbesar ketidakteraturan semesta.
One of the foolish thing I did. And, the worst, I still.
-healerhere
Bogor, 23 Desember 2017
00.36 WIB











