Aku mau bercerita. Tahu tidak? Kemarin aku cemas sekali. Buyar sudah konsentrasi ku melihat persamaan-persamaan di buku biru. Kepalaku terasa berputar, berkeliling belakang hingga depan rumah sebanyak lima kali. Akupun memberanikan diri bertanya pada kepala, "Hey kepala, kamu kenapa sih? Kenapa susah fokus?". Ia hanya terdiam dan mengisyaratkan mataku untuk mengeluarkan air mata. Jantung juga ikut-ikutan tidak tega, muncul sinyal sesak menyerang dada. Tak banyak lagi berbasa basi, pikiran bawah sadar pun bergegas memberitahuku, "Kamu ingin tahu mengapa kamu cemas?". Akupun terdiam. Tatapanku mulai kosong, tak ada mood untuk melanjutkan aktivitas termasuk membuka ponsel. Pikiran bawah sadar tersenyum lalu berkata, "Baiklah, aku akan beritahu kamu. Sungguh, sebelum kecemasan menghampiri kepalamu ia berpamitan dulu kepadaku. Katanya, kamu sangat merindukan seseorang". Perlahan air mataku mulai menetes, "Benar. Aku sangat merindukannya. Tapi, aku ingin mengusir cemas dikepalaku, kamu bisa membantu?". Usai menarikhembuskan napas pikiran bawah sadar melanjutkan, "Tidak. Karena yang memiliki kontrol penuh atas kecemasan adalah dirimu sendiri. Kalau kamu mau, coba lepaskan kerinduan itu dengan ikhlas dan hati yang lapang, lalu serahkan pada Tuhan. Jika kamu rela melepaskan rindu itu, niscaya kecemasan akan rela dengan sendirinya keluar dari kepalamu"