Kepikiran
Tiba-tiba jadi banyak yang runyam di kepala, soal bagaimana tabungan amal yg di punya, soal bagaimana diri sudah berjalan jauh dari titik awal berjalan, soal bagaimana bakti yg masih sangat kurang saat di tunaikan, soal bagaimana catatan itu mendatangi raga. kelak apapun yang telah di kerjakan akan di hisab dengan bagaimana dan seperti apa dalam menuai nya.
memikirkan nya memang sangat penting sebab itu bagian dari tujuan dan tanggung jawab mengapa kita terlahir ke dunia, apa yang kita emban? seperti apa kita menjalani nya? Namun di luar dari itu semua, satu-satunya jalan adalah terus ber perasangka baik, Allaah Maha Baik, sebagai hamba tugas kita adalah melakukan sepenuh hati, perlu ikhlas dan sabar dalam mempelajari nya, syukur sebagai penyemangat nya.
Fastabiqul Khoirot, berlomba-lomba lah dalam kebaikan, Allaah selalu menyayangi siapapun hambaNya, tanpa syarat, tanpa memandang dia siapa masa lalu nya bagaimana punya apa, yang bahkan diri kita sudah faham bahwa kita tak kan pernah luput dari salah, khilaf dan lupa.
Sekali lagi, wahai kita sebagai hamba, Allaah baik, Allaah selalu baik, selalu punya ribuan jutaan ruang dan pintu maaf bagi kita yang menyadari punya salah, selalu mengasihi dan menyayangi ketika kita tak sedang kuat berada di dunia ini, selalu menyertai dan menemani langkah perjalanan kita yang terkadang sering terasa sendiri dan sepi.
Kita hanya perlu Allaah dalam hidup ini, sisanya hanya saling menyayangi, membantu, dan mengisi kehidupan agar kelak bisa bersama sampai ke tujuan yang sama.
Akhirnya, pikiran yang memenuhi dan sangat menguras hati muaranya tetap pada illaahi, di mampukan untuk melepaskan dan menyerahkan semua tumpukan-tumpukan yang begitu rumit dan runyam, hanya Allaah yang jadi penyembuh Maha Menyembuhkan lagi Menenangkan.
Akhirnya semua yang di berikan akan di kembalikan dan satu-satunya yang Maha Kuasa untuk menerimanya hanya yang telah memberi yaitu Sang Rabbi.
Semoga kita tercatat sebagai hamba yang tidak mudah menyerah dan putus asa, tidak melupakan Allaah, tidak menomorduakan Allaah, tidak menjadi sombong dengan apa yang di berikan, dan semoga dari kekhawatiran kita apakah diterima atau tidaknya diri kita, semoga Allaah selalu lihat kesungguhan perjuangan kita dalam menempuh perjalanan mencari bekal; dunia fana yang dipenuhi banyak rintangan dan ujian.












