Riu, selamat malam minggu.
Sebelumnya, malam minggu hanya tentang perut lapar, story storyku yang begitu menyebalkan, juga tentang drama percintaan yang kadang membuatku bosan. Tapi malam ini aku ingin merayakannya bersamamu, Riu. Hanya ada mie instan dan air hangat saja, kamu tidak keberatan kan?
Aku ingin merayakan perasaan menyebalkan ini dengan menculikmu, menyekapmu dikamar kosong yang tidak ada kunci untuk membukanya. Lalu sepanjang hari, aku ingin menyalahkanmu atas buruknya moodku minggu ini.
Kerjaanmu itu membuatku pening dan marah bukan kepalang. Aku tau kita sepakat berjuang untuk masa depan dan cita cita yang belum kita dapatkan. Tapi tidak dengan aku yang selalu diabakan, mengirimku kabar tidak menghabiskan waktumu seharian.
Belum, amarahku belum mereda sedikitpun. Kamu itu sekalinya punya waktu panjang malah inginnya bermalas malasan. Asal kamu tau, ketika kamu berbaring dan bilang padaku akan tidur sepanjang hari, sepanjang itu pula aku menggerutu mengutuk kasurmu.
Aku hanya ingin dikabari sesekali apa itu berlebihan?
Kenapa bilangnya sedang berjuang untuk kita, sedang aku saja kamu tidak peduli kabarnya.