Meg: we already stole a bad guy!
Crest: hey guys
Apollo: we didn't steal him; Crest is a pandai warrior, he can do what he wants.
Crest: I wanna steal
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Italy

seen from Japan
seen from United States

seen from Japan

seen from Sri Lanka
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Singapore

seen from Egypt

seen from China

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Canada
seen from Türkiye
seen from Canada
Meg: we already stole a bad guy!
Crest: hey guys
Apollo: we didn't steal him; Crest is a pandai warrior, he can do what he wants.
Crest: I wanna steal
Jangan anggap remeh orang pendiam. Dan jangan pula terlalu memuji orang yang hebat berbicara. Perhatikanlah, bagaimana ia dalam bertindak atau berperilaku.
Orang berilmu tidak akan mengatakan apa yang ia ketahui sebelum ia mengetahui apa yang ia katakan. Maka jangan mengatakan sesuatu yang tak memiliki pengetahuan di dalamnya.
Monggo ditambahkan, semoga dipahami dan bermanfaat.
GBLK
Bekerja itu harus dengan healty environment. Dimana tidak ada toxic, atau hal-hal yang membuat produktifitasmu turun.
Jika kamu dalam posisi dimana tempat kerjamu penuh dengan orang-orang toxic, ya menyingkir aja. Jika tidak bisa keluar dari lingkungan itu gimana?
Kalau yang aku lakukan, aku batasi seminim mungkin untuk berkomunikasi dengan orang-orang tersebut. Aku di titik dimana omongan orang sudah tidak lagi menjadi pertimbangan utama keputusanku. Kecuali saya memandang dia mmg orang yang pandai,pengalaman tinggi, secara kesehatan dompet jg lebih drpd saya.
Wah,berarti km sombong...pilih2 pergaulan?!
Saya jawab dgn tegas, YES. dan saya ada alasan kenapa saya melakukan hal tersebut.
FYI, yg saya lakukan tidak masuk dlm kategori "sombong", dan alasan saya simple. Saya belajar banyak tentang dgn siapa saya berkumpul, disitu saya terbentuk.
Dan itu kembangkan sndri menurut presepsi masing2.
Jika kita tidak berkembang, blm bs banyak melakukan sesuatu? Pindahlah tempat. Kamu manusia, kamu bukan pohon.
Ngerti cuk?!
DAN KITA LAKUKAN SEMUA BERDUA
Kuraba wajah yang murka
semakin merah hati yang suka
aku ini pandai memberi hati
kau mau denganku sampai mati
“Mari bersama kita sapu dunia”.
— cerminusang
Sarung Tangan Pandai Besi
Aku adalah sarung tangan milik pandai besi. Aku digunakan saat dibutuhkan dan didiamkan selama waktu yang tidak ditentukan. Tempatku beristirahat adalah di dalam lemari bersama dengan tumpukan baju, celana, dan jaket milik si pandai besi.
Pagi ini si pandai besi akan menggunakanku untuk melindungi tangan kotornya dari panas besi yang menyengat. Aku belum bisa merasa bahagia saat digunakan olehnya. Aku merasakan kulit-kulitku terbakar. Hidungku terasa mati rasa karena keringatnya lebih bau daripada kotoran sapi yang baru saja bertemu rumput pagi ini. Entah apa yang ada di pikiran si pandai besi. Apakah dia tidak memikirkanku yang menderita ketika dipaksa memeluk jari-jari kasarnya? Apakah dia tidak tahu bahwa panas api membakar diriku? Ah. Sudahlah.
Aku telah menyelesaikan tugasku sore ini. Si pandai besi telah mengerjakan pesanan besi yang ia terima kemarin. Ini adalah saat aku harus kembali lagi ke dalam lemari. Ini adalah waktuku beristirahat. Aku berpikir sambil menghela nafas. Aku membayangkan diriku menjadi sarung tangan milik bangsawan wanita. Aku membayangkan diriku memeluk jari-jarinya yang mulus dan menikmati bau parfum di sela jari itu. Ah. Aku akan sangat menikmati perasaan saat menampar lelaki bajingan yang baru saja melukai pemilikku. Aku membayangkan hal-hal yang sangat membahagiakan dengan menjadi sarung tangan wanita bangsawan.
Ternyata itu cuma anganku. Sekarang, pagi telah datang dan di depanku ada sebuah sarung tangan.
“Ayo, Pengeluh! Saatnya kita bersiap-siap.”
Apa?! Aku tidak sendirian. Ternyata selama ini aku adalah sepasang. Aku tidak pernah menyadari bahwa pasanganku juga merasakan apa yang aku rasakan.
Kemudian si pandai besi membuka lemari dan menarik kami. Pagi ini, dia mengerjakan pesanan yang cukup banyak. Oke, aku siap menderita. Aku lihat wajah pasanganku. Ia tidak sekalipun ketakutan, tidak sekalipun kernyit di dahinya muncul. Ketika aku berteriak menahan panas yang menjilat, dia hanya memasang sikap siap untuk menerima panas selanjutnya.
Hari itu telah selesai. Kemudian, kami melewati hari demi hari dengan bersama. Sekali lagi, aku tidak menyadari bahwa kami telah lama bersama. Kebersamaan ini sungguh indah. Kami bersama-sama merasakan panas dan tertawa. Kami bersama-sama menahan panas dan menahan tawa. Tidak ada hal yang lebih baik daripada merasakan kebersamaan ini. Semoga kami tetap bersama. Hanya ada dua hal yang mengusik kebersamaan kami. Pertama adalah saat kami terpisah. Kedua adalah saat salah satu di antara kami terluka dan tidak mampu bertahan.
Okay I like just finished the book but I LOVE Crest
Florence & Grunk!
Coming soon to a theatre near you...
Written and produced by
Lester Papadopoulos 😂
Untuk urusan menunggu, jangan ragukan aku. Aku cukup pandai dalam hal itu.
Misalnya, menunggumu. Meskipun aku tau arahmu menuju bukan aku.