“Seandainya Aku Tidak Melakukannya..”
“Seandainya aku tidak melakukan itu, pasti sekarang aku tidak akan tertimpa musibah.”
“Seandainya aku menjawab x, pasti nilaiku jadi lebih bagus daripada dia,”
Temen-temen sering gak sih mendengarkan atau bahkan mengucapkan kalimat-kalimat seperti di atas? Walaupun sebenarnya perkataan itu sepele tetapi perkataan tersebut bisa mendatangkan murka Allah ta’ala loh.. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Bersungguh-sungguhlah dalam hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusan), serta janganlah sekali-kali kamu bersikap lemah. Jika kamu tertimpa sesuatu (kegagalan), maka janganlah kamu mengatakan, ‘seandainya aku berbuat demikian, pastilah tidak akan begini atau begitu’. Tetapi katakanlah, ‘ini telah ditakdirkan oleh Allah dan Allah berbuat sesuai dengan apa yang dikehendaki’. Karena sesungguhnya perkataan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan setan.”
Sadar atau tidak, perkataan “seandainya” seringkali kita ucapkan ketika kita tertimpa suatu musibah atau sesuatu yang tidak kita tidak suka. Padahal setiap kejadian yang terjadi pada kita telah ditakdirkan oleh Allah. Perkataan pengandaian seperti itu dilarang karena terdapat di dalamnya hal yang perlu diwaspadai, yaitu
Pertama, karena perkataan seperti ini dapat membuka pintu penyesalan dan kesedihan yang berkepanjangan. Sedangkan sebagaimana yang telah kita tahu bahwa kedua hal tersebut tidaklah bermanfaat dan sudah sepantasnya untuk dibuang jauh - jauh.
Kedua, karena dalam perkataan tersebut terdapat tindakan yang tidak baik terhadap Allah dan takdirNya. Semua perkara dan semua kejadian baik itu kecil maupun besar, semuanya terjadi berdasarkan takdir yang telah Allah ta’ala tentukan. Maka, seseorang yang mengatakan “seandainya aku berbuat begini atau begitu” atau mengatakan “seandainya aku berbuat begini, pastilah kejadiannya akan lain,” seakan - akan perkataan - perkataan tersebut adalah penolakan terhadap takdir Allah dan perkataan seperti ini juga menunjukkan akan lemahnya keimanan terhadap takdir Allah ta’ala.
Oleh karena itu, perkataan “seandainya” perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan keimanan dan ketauhidan seseorang menjadi tidak sempurna. Karena orang yang tidak menyukai takdir Allah ta’ala, sama saja dia dengan menolak takdir Allah ta’ala. Dan orang yang menolak takdir, sama saja dia tidak rela jika Allah ta’ala adalah sebagai Rabb. Na'udzubillahimindzalik.
Tapi, kita boleh lho mengucapkan “seandainya” untuk mengharapkan sebuah kebaikan. Misalnya “Seandainya aku memiliki banyak harta seperti temanku, sungguh aku akan menginfakkan hartaku seperti yang dia lakukan.”
Oleh karena itu, kita harus senantiasa menjaga lisan - lisan kita dari perkataan - perkataan yang tidak bemanfaat. Terlebih lagi jika kata-kata tersebut adalah kata-kata yang dapat mengurangi kesempurnaan iman dan tauhid kita. Disamping itu kita harus terus bersabar karena setiap kejadian telah Allah takdirkan pastilah yang terbaik dan yang paling adil bagi kita sebagai hambaNya.