Pertemanan itu memiliki magnet. Pengaruhnya kuat, saling menarik. Entah kita yang akan mempengaruhi atau akan dipengaruhi. Maka, pilihlah yang bisa mendatangkan kebaikan pada pertemananmu.
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Netherlands
seen from Germany

seen from Malaysia

seen from Singapore

seen from Malaysia
seen from Saudi Arabia
seen from China
seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from United States
seen from Poland
seen from India

seen from Israel
seen from United States
seen from United States
seen from United States
Pertemanan itu memiliki magnet. Pengaruhnya kuat, saling menarik. Entah kita yang akan mempengaruhi atau akan dipengaruhi. Maka, pilihlah yang bisa mendatangkan kebaikan pada pertemananmu.
Teman Baik, Teman yang Bagaimana?
Di bangku Madrasah Aliyah, saya belajar satu pepatah Arab yang unik. Ia singkat, berbunyi, "shadîquka man abkâka lâ man adhakaka."
"Temanmu adalah yang bisa membuatmu menangis, bukan yang membuatmu tertawa." Bukan, maksudnya bukanlah orang yang pandai membuat kita sedih dan berduka. Bukan yang pintar mengerjai kita sampai kita kehabisan kata. Bukan yang profesional membuat hati kita kecewa.
Kalimat satu itu dalam sekali. Teman sejati dalam hidup, sejatinya adalah yang mampu memberikan ruang introspeksi bagi kita. Menjadi reminder dan alarm otomatis yang kita butuhkan saat sedang melenceng atau berbelok terlalu jauh.
Kalimatnya barangkali sederhana. Nasihatnya barangkali biasa saja. Tapi ia sampaikan itu di saat yang tepat, bahkan tanpa kita meminta. Itu teman yang kita butuhkan. Teman yang tidak ragu untuk bilang, "kayaknya kurang tepat deh" dengan kesimpulan yang matang, daripada yang terus membuat kamu tertawa saja, meskipun itu juga penting, lho.
Dan makna utama dari kata mutiara itu sebenarnya adalah: teman sejati ialah mereka yang mampu membuat kita menangis karena ingat dosa-dosa kita. Yang membuat kita sadar jika kita lupa pada Allah dalam waktu yang lama.
Jika kamu punya teman seperti itu, jangan tinggalkan ya. Mungkin beberapa waktu mereka ngeselin, namanya juga manusia. Ehe.
A friend who understands your tears is much more valuable than one who only knows your smiles.
Terkadang kita memilih abai terhadap seseorang yang begitu peduli terhadap kita, bukan bermaksud menyakiti, bukan berarti tidak perasa. Hanya saja, kita butuh benteng untuk melindungi dari hal-hal yang dapat menjerumuskan kita dalam lubang maksiat.
Menjaga memang tak pernah mudah. Kadangkala kita merasa sudah membatasi, bahkan menutup interaksi, namun, siapa yang tahu perihal hati? Hanya segelintir yang berhasil selamat dari jerat tali asmara, yang bisa menjadikan seseorang lupa diri.
Perasaaan itu dibungkus rapi dengan iman sedemikian rupa, sampai kita lupa, Siapa seharusnya yang menjadi alasan kita untuk tetap taat dalam menghamba?
Berdoalah yang baik dan mintalah diberi jalan terbaik. Sebab, Allah lebih mengerti apa kebutuhan kita, bukan sekadar keinginan.
Pena Imaji
“Balas dendam terbaik, ialah menjadikan dirimu lebih shalih”
Jika di masa lalu kau pernah tersakiti begitu hebat, pernah merasakan pedihnya sebuah pengharapan, pun juga pernah merasakan pahitnya pengkhianatan. Maka tidak ada yang bisa kau lakukan selain berusaha mengikhlaskannya.
Hidup akan terus berjalan maju. Tidak semua kenangan layak untuk kau simpan dalam ingatanmu. Terlebih bila kisah itu hanya akan membuatmu kian hari semakin rapuh.
Lupakanlah!!! Sudah saatnya kau belajar untuk mengikhlaskan juga memaafkan. Sudah tiba masanya kamu yang harus melepaskan diri darinya. Sudah waktunya kamu untuk bangkit lalu merekahkan senyuman.
Sekarang, hapuslah kesedihan di wajahmu dengan balutan wudhu. Jika kau ingin menangis, maka menangislah di dalam sujud. Tumpahkan seluruh kesal dan amarahmu di sana. Sebab, Dialah satu-satunya pendengar yang Maha baik.
Maafkan dirimu yang mungkin pernah mencintai orang yang salah. Maafkan dirimu sebab pernah begitu bodoh terlalu cepat menaruh percaya. Maafkan dirimu yang terlanjur jatuh pada pengharapan yang berlebihan pada manusia.
Hingga hatimu, Allah jatuhkan sampai sedemikian parah seperti ini. Kau harusnya paham bahwa itu sebuah teguran dariNya.
Sudah waktunya kau menempa dirimu menjadi lebih baik juga lebih dewasa. Menjadi lebih cantik dengan penampilan juga lebih shalih dengan ketaqwaan. Manfaatkan kesendirian itu dengan memperdalam ilmu agama.
Fokuslah dalam perbaikan diri. Agar kelak, ketika ia melihatmu lagi, kau tak perlu mengemis meminta ia kembali. Sebab perubahan baikmu akan menarik hatinya, lalu berpikir bahwa kaulah yang layak untuk dijadikan istri.
Begitulah cara balas dendam yang paling baik terhadap sosok pria yang kita cintai. Menjadikan dirimu lebih baik, lebih cantik dan lebih shalih setelah ditinggal pergi. _ . 📝@gadisturatea #gadisturatea #nikahmuda #hijrah #dakwah #muslimahberhijrah #kartunmuslimah #jumat #hijrahquote #pemudahijrah #dakwahislam #muslimah_kartun #muslim #islam #muslimah #quran #sunnah #dakwah #love #hijrah #islam #muslimahberdakwah #muslimahcantik #qoute https://www.instagram.com/p/CELK5MEl7M6/?igshid=1b24tjdu54kzk
Tentang Paket
Hari itu hp ini berdering berkali-kali : telpon dari nomor tak dikenal.
Tiba-tiba WA masuk : "ini tante Fenni?"
Singkat cerita ternyata yang menelpon berkali-kali itu adalah abang titipan kilat yang mau nganterin paket madu dari Pekanbaru.
Dan WA itu dari seorang anak perempuan yang tinggal di gang pendakian sana sedangkan rumah saya di gang penurunan. Paket madu itu nyasar ke rumah si adek.
Paket itu udah nyasar sampai ke rumah yang bahkan saya sendiri nggak kenal. Sebenarnya bisa aja-kan si adek nggak menghubungi saya untuk ngasih tau paket itu, tapi Alhamdulillah adeknya baik.
Dari paket yang nyasar ini saya belajar,
Apa yang ditakdirkan untukmu, akan kembali padamu.
Jadi saya dan kamu seharusnya nggak perlu khawatir lagi dengan masa depan. Nggak perlu khawatir tentang dia. Cukup keep dia dalam do'a. Karena nggak ada yang bisa nge-keep sesempurna keep-an nya Allah Subhanahu wa ta'ala. InsyaAllah.
Bukan di Pekanbaru | 7 Rabi' al-Awwal 1442 H | 24 Oktober 2020, 14.48
*Rangkuman Kajian Bersama Ustadz Muzammil Hasballah*
#Motivasi menjadi imam tarawih tidak lepas dari berinteraksi menghafal Alquran.
#Baik Menjadi imam untuk kluarga ataupun utk diri sndiri.
#Menjalani bulan ramadhan ini semestinya jalani dgn hati, agar setelahnya akan berkesan dihati.
#Spesialnya bulan Ramadhan dengan Alquran adalah karena terdapat ibadah puasa. Puasa menjadi ibadah yang tidak hanya di lakukan oleh umat Muhammad. Tapi sudah ada dari setiap ummat.
#Tidak semua ibadah ummat terdahulu disyariatkan untuk di lanjutkan ke ummat berikutnya. Namun, perihal puasa yang juga sudah dilakukan oleh ummat sebelumnya, juga dilanjutkan sampai ummat Muhammad.
#Inti dari berpuasa adalah bertakwa. Sehingga takwa akan membentengi kita untuk melakukan perintah Allah dan menjauhi larangannya.
#Sungguh Allah tidak ingin menyulitkan kita dalam berpuasa. Malah Allah ingin kita mudah. Dalam puasayang kita rasa berat, ada bnyak dispensasi Allah untuk kita. Contoh, kemudahan bagi yang sudah udzur, yang sedang dalam perjalanan. MasyaAllah sayangnya Allah pada kita.
#Bulan puasa adalah bulannya Alquran. Hingga saat kita berpuasa disiang hari, kita juga berquran disepanjang hari. Atau umumnya di malam hari.
#Kita masuk ke bulan Ramadhan artinya kita masuk ke dlm bulan quran. Jadi output seharisnya adalah, Allah ingin kita jd pembeda. Jadi Alfurqon. Alquran itu jadi membuat kita jadi beda dari sebelumnya. Harus juga berbeda dr org yg tidak mngenal Alquran.
#Jika waktu kita di luangkan dengan Alquran. Jadikan juga waktu itu berkualitas. Tidak hanya main ngebut mengkhatamkan, tapi jadikan juga waktu itu waktu kita untuk bisa memahami, mentadabburi. Sehingga menjadi hal yang tak biasa.
#Bagaimana membaca Alquran yg benar? Yakni saat lisan melantunkan. Akal memikirkan maknanya. Dan hati menumbuhkan keimanan. Ketiganya harus bekerja bersama.
*Level membaca Quran*
1. Tilawatil Quran
2. Qiroatil Quran
3. Tahfifzul Quran. Dalam prosesnya ada dua, yakni menghafal dan mengulang.
_*Amal yg istiqomah itu berangkat dari niat yg ikhlas.*_
_Ibadah itu berat di awal, ringan dan nikmat di akhir. Berbeda dengan maksiat, ringan di awal, menyesal di akhir._
*Kiat mnjadi imam salah satu syaratnya adalah bacaan yg baik dan hafalan yang banyak :*
1. Meluruskan niat lillahi taala. Ikhlas.
2. Sblum belajar quran, belajar ttg iman (tauhid).
3. Taqwa. Semakin kita bertaqwa, kita akan Allah mudhkan dalam setiap urusan. Taqwa itu kunci berilmu.
_Quran itu mulia dan bersanding pada yang mulia. Jika ingin ikut menjadi mulia, muliakanlah pula Alquran dan silahkan berdekat dengan Alquran.
#Repost from @komunitaspecintasunnah by @quicksave.app ・・・ Jikalau Nabi Shallallahu alaihi wa sallam saja masih mengkhawatirkan kesyirikan terjadi kepada para Sahabatnya yang merupakan generasi terbaik ummat ini. Maka sudah sepantasnya kita lebih khawatir terhadap diri kita masing-masing. Semoga Allah menjauhkan kita semua dari segala bentuk kesyirikan . . ✒️ @komunitaspecintasunnah . follow @komunitaspecintasunnah follow @komunitaspecintasunnah follow @komunitaspecintasunnah . #tauhid #aqidah #ilmuagama #indonesiabertauhid #dakwahsunnah #dakwahislam #dakwahtauhid #dakwahsalaf #dakwahmuslimah #hadist #hadist #sunnahnabi #sunnahrasul #ittiba #manhajsalaf #salaf #salafi #salafiyyah #hijrahquote #quotesislami #InstaSaveApp #QuickSaveApp https://www.instagram.com/p/B24KEf1B8Fq/?igshid=vkf8ljm4ahld
#KamisManis Akan ada satu masa di mana kita akan merasa bahwa usai hijrah kita masih pada langkah yang itu-itu saja. Merasa sekian lama hijrah namun belum ada perubahan yang signifikan dalam diri, seperti berubahnya kawan-kawan kita, misal. Nah, boleh jadi itu salah satu ujian kita dalam berhijrah. Ingatlah, Allah tak hanya menilai hasil. Utamanya yakni proses. Maka sedikit demi sedikit teruslah berporses, walau belum menjadi bukit. Jangan pernah berpikiran untuk menyerah apalagi sampai berbalik arah, bersabarlah, kita harus sampai pada satu titik, jalan kita sebenarnya. Hingga kita menemui akhir yang baik tersebab tertatih sedikit demi sedikit bertahan pada proses hijrah yang memang perlu dihiasi dengan kesabaran dan pengorbanan. By @iqrobalikpapan #hijrahquote (at Pasir, Kalimantan Timur, Indonesia)