CATATAN SEKOLAH QURAN IBU HAMIL (SEQUMILO) BATCH 3
Pendidikan Janin dalam Kandungan Sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah - Series I (Bidan Iiv Hayyu)
Sabtu, 13 Maret 2021 (15.30 - 17.00 WIB)
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani agar kamu bersyukur..”
Ayat tersebut merupakan salah satu modal dasar dalam pendidikan prenatal. Menegaskan konsep fungsi sam’ (indera pendengaran), abshar (indera penglihatan), dan af’idah (hati).
Lebih jauh, dalam surat al Mu’minun ayat 14 Allah menjelaskan bahwa masa kehamilan terdiri dari beberapa tahapan, yaitu: tahap nuthfah, ‘alaqah, dan mudghah. Kondisi-kondisi yang dialami oleh ibu hamil perlu dipahami oleh pasangan suami-istri dan perlu dihadapi dengan ketakwaan kepada Allah.
Beberapa keistimewaan proses pendidikan fase kandungan diantaranya:
Otak janin masih mampu menampung banyak informasi
Mendidik janin lebih mudah, tidak ada penolakan, ibunya paling berpengaruh
Ketika fase janin adalah fase emas yang paling emas
*Hubungan biologis pun masuk dalam proses pendidikan.
Anak dalam kandungan sudah dapat dididik dengan alasan:
Periode dalam kandungan pasti bermula dari adanya kehidupan (al-hayat).
Setelah berbentuk segumpal daging (mudghah) Allah SWT meniupkan ruh kepadanya. Ruh inilah yang menjadi titik mula dan sekaligus awal mula bergeraknya motor kehidupan psikis manusia.
Aspek penting bagi janin yaitu aspek agama yang sudah dibawa anak sejak lahir (fitrah). Sesuatu yang sudah siap untuk dikembangkan dalam kehidupan nyata.
Mendidik anak dalam kandungan bukan berarti mendidik anak agar pandai terhadap apa yang diajarkan oleh orang tuanya, melainkan sekadar memberikan stimulus yang diproses secara edukatif dalam kandungan melalui ibunya.
Dr. Baihaqi menjelaskan bahwa hakikat metode mendidik anak dalam kandungan adalah dengan cara sederhana, yaitu dengan memberikan stimulasi atau sensasi.
Rene Van de Car (Prenatal Enrichment Unit di Hua Chiew General Hospital Bangkok) menyebutkan bahwa:
“Janin yang diberi stimulasi, maka lebih cepat mahir dalam membaca, menirukan suara, menyebut kata per kata, tersenyum spontan, tanggap terhadap musik dan mampu mengembangkan pola sosial yang lebih baik saat dewasa.”
Sehingga dapat disimpulkan bahwa janin yang sering dilakukan stimulus maka kapasitas kognitif, emosi, dan sosialnya akan jauh lebih baik daripada yang belum pernah dilakukan stimulus. Ketika hamil, perlu mem-breakdown materi-materi apa saja yang akan diajarkan kepada anak sesuai dengan visi misi pernikahan yang ingin dicapai, kelak anak akan dididik sebagai apa.
Beberapa contoh materi pendidikan janin diantaranya: tauhid, syahadat, asmaul husna, bacaan dan gerakan sholat, nama-nama nabi, sholawat nabi, huruf hijaiyyah, angka, dll. Disesuaikan dengan tujuan pengasuhan keluarga ingin ‘membentuk’ anak yang seperti apa di masa depan.
Otak janin yang sering dilakukan stimulasi lekukan pada otaknya akan semakin rumit, sehingga janin akan semakin jenius.
Dilakukan sepanjang proses kehamilan, terutama di usia <4 bulan. Doa telah ditegaskan dalam sebuah Hadist sebagai senjata bagi orang-orang yang beriman (ad-du’a shilaahul mu’minin). Para nabi dan orang-orang saleh terdahulu banyak melakukan metode doa, seperti Nabi Ibrahim. (QS. Ash- Shaffaat: 100, QS. al-Furqaan: 74), keluarga Imran ( QS.Ali Imran: 38), Nabi Zakariya ( QS. al-Anbiyaa’: 89, QS. Maryam: 5).
Melakukan metode-metode ibadah ini bagi anak dalam kandungannya, selain melatih kebiasaan aplikasi kegiatan ibadah, juga akan menguatkan mental, spiritual, dan keimanan anak setelah nanti lahir, tumbuh, dan berkembang menjadi dewasa.
Metode Membaca dan Menghafal
Anak dalam kandungan pada usia 20 minggu (5 bulan) sudah bisa menyerap informasi melalui pengalaman stimulasi atau sensasi yang diberikan ibunya.
Jika Ibu hendak menghafal suatu bidang ilmu, hendaklah ia mengulang-ulang bacaannya hingga hafal betul.
Ketenangan ibu akan memengaruhi tempramen anak. Dzikir secara umum berarti waspada dan ingat bahwa berstatus sebagai hamba Allah di mana setiap kegiatannya tiada lain adalah pengabdian diri kepada Allah semata dalam keseluruhan waktunya. Seorang ibu yang mengandung hendaknya selalu memasukkan kegiatan dzikir ini dalam agenda program pendidikan anak dalam kandungannya, sebagai upaya penjagaan dari tipu daya syaitan.
Sampaikan dengan suara yang minimal bisa didengarkan oleh sang ibu. Indera yang paling bisa direspon adalah pendengar. Selama masa kehamilan, ibu perlu lebih banyak bicara, terutama dengan kalimat-kalimat positif. Dengan metode dialog diharapkan seluruh unsur anggota keluarga dapat dilibatkan untuk melakukan interaksi secara dialogis dengan anak dalam kandungan. Dalam usia 20 minggu sebaikanya intenskan komunikasi dengan ayah.
Teknik Audio. Memperdengarkan semua materi yang ingin disampaikan mulai usia 18 minggu. Bisa ditargetkan misalnya anak khatam mendengarkan al Quran minimal satu kali selama masa kehamilan.
Teknik Perabaan. Untuk mengajarkan huruf hijaiyah, huruf maupun angka, mulai usia 12 minggu, maksimal di usia 30 minggu. Usia di atas 30 minggu agar bisa fokus pada persiapan persalinan. Atas kuasa Allah, ketika ibu hamil mengajarkan dengan teknik perabaan maka pesan yang disampaikan saat perabaan akan disampikan melalui gelombang dalam perut melewati cairan ketuban dan sampailah kepada otak sebagai pesan yang diterima janin.
Pendidikan janin dalam kandungan dapat dimulai saat usia kandungan memasuki 18 minggu (untuk audio) karena saat itu indera pendengaran sudah berfungsi maksimal.
Ibu setelah selesai makan
Ibu lakukan tarik nafas panjang 3 kali sebelum mengajarkan
Ibu lalu lakukan baca bismillah
Ibu dalam lingkungan yang nyaman (kondusif)
Dapat dilakukan 3 kali sehari (lakukan dalam waktu yang tetap/rutin; bisa pagi, siang, dan menjelang tidur) dengan durasi kurang lebih 15 menit.
Mengajarkan Huruf Hijaiyyah
Pembukaan/pengantar (kenalkan siapa yang akan mengajarkan hari ini). Contoh: “Assalamu’alaykum Dek, ini Bunda, hari ini kita belajar huruf hijaiyah alif ya..”
Usapkan (agar tersampaikan secara maksumal) bentuk huruf sambil kita mengucapkan huruf tersebut. Contoh: “Ini huruf alif, Dek.”
Jika sudah lebih dari 1 huruf, maka lakukan murojaah setelah materi utama
Tambahkan audio lagu-lagu terkait huruf hijaiyah
Contoh Teknik Komunikasi Ibu Hamil dengan Bayi
Lakukan aktivitas ini ketika bunda dalam kondisi dan suasana terbaik
Siapkan mushaf dan duduklah sembari memegang perut, serta mulailah komunikasi dengan sang janin
Permulaan komunikasi: “Assalamu’alaykum sayangnya bunda, sehat terus yaa, Nak, di dalam perut bunda. Hari ini bunda ingin belajar bareng dengan adek tentang kitab al-Quran. Bunda akan membacakan tilawah al-Quran beserta artinya. Semoga dengan ini Allah meridhoi adek jadi anak yang shalih/shalihah, serta Allah mudahkan proses persalinan dengan lancar dan normal. Aamiin. Baik, kita mulai ya sayang..”
Proses: ketika membacakan al Quran. fokuslah dengan apa yang dibaca dengan tangan mengelus-elus bagian perut. Bacakan dengan suara yang orang lain bisa mendengarkannya.
Akhiri: setelah selesai, sampaikan kepada sang janin apakah target membaca al Quran hari ini sudah selesai atau belum. Jika sudah selesai, berikan apresiasi kepada sang janin dengan teknik sentuhan yang lebih sering dan kata-kata motivasi kepadanya. Jangan lupa berdoa kepada Allah, semoga proses ini diridhoi olehNya.
Buat jadwal susunan surat tiap pekan
Baca atau setelkan surat pekan tersebut secara rutin (3 kali sehari), awali dengan menceritakan tentang nama surat, jumlah ayat, isi, dll.
Tilawah langsung oleh sang ibu lebih baik. Ketika dengan murottal maka pesan yang masuk adalah gelombang elektromagnetik.
Cara memfokuskan suara: ibu hamil bisa dengan menggunakan kertas yang keras atau funandoskop.
Surat pertama al-Fatihah selama satu pekan
Kuncinya adalah istimror (rutin)
Ajak sholat 5 kali sehari
Jelaskan tentang sholat, sambil praktikkan gerakannya
Buat jadwal hafalan bacaan sholat (iftitah, doa ruku’, doa sujud, doa i’tidal, doa antara dua sujud, doa tahhiyat)
Ulang bacaan tersebut selama sepekan
Setiap akan sholat, katakan kepada anak, “Nak, kita mau sholat subuh, di pagi hari..”
Contoh Pengajaran Kepada Janin
3 menit pertama hafalan surat
3 menit kedua huruf hijaiyyah (huruf hidup, fathah, dhomah, kasroh)
3 menit selanjutnya bacaan sholat (bisa diganti dengan materi asmaul husna, shalawat, cerita nabi, dll)
5 menit murojaah dan bermain
Ketika Sudah Lahir Dilakukan dengan Visualisasi
Mulai flashcard hijaiyyah (merah, kuning, biru) pada usia 2 bulan (mata anak pada usia ini sudah mulai fokus), warna kontras pada usia 4 bulan
Metode Glenn Doman dengan huruf hijaiyyah terlebih dahulu baru latin. Pada teori ini anak diajarkan bahasa, menayangkan 5 kartu dalam 1 minggu)
Buat jadwal murojaah murottal. Dilakukan pada saat bangun dan menjelang tidur karena pada waktu ini otak ada pada gelombang teta.
Manfaat Mendidik Anak dalam Kandungan
Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari pendidikan pralahir yang diberikan kepada bayi, diantaranya bayi yang mendapat stimulasi sebelum lahir biasanya lebih penuh perhatian, terutama terhadap orang tua mereka dan lebih termotivasi untuk belajar. Hal ini karena selama berbulan-bulan sebelum bayi dilahirkan, bayi belajar mengenali pola-pola suara tertentu sebagai sesuatu yang berhubungan dengan perilakunya. Selain lebih memperhatikan, bayi yang mendapat stimulus sebelum lahir akan lebih cerdas dibandingkan dengan bayi yang tidak mendapat stimulus saat dalam kandungan (Ramayulis, 2008, 34)
**SEQUMILO adalah program pendidikan bagi ibu yang sedang hamil atau program hamil serta muslimah untuk bekal mempersiapkan kehamilan dan fase lainnya.
“Barang siapa menelusuri jalan untuk mencari ilmu, padanya Allah mudahkan jalan menuju surga”.