ntah kenapa, laman biru berlogo "t" ini selalu kubuka pada akhir tahun. antara memang sudah jalannya atau karena hadirmu selalu datang diwaktu itu juga.
selang beberapa tahun perkenalan ini, rekam jejakmu selalu menyisakan cerita pada penghujung tahun setiap tahunnya. mungkin sebuah kebetulan, atau kesengajaan darimu.
seperti oktober tahun ini, kudapati 2019 part II. Parasmu kembali kudapati pada jarak sepersekian centimeter dan suaramu nyaring terdengar disamping telingaku. seperti de javu, tapi ini benar-benar terjadi. dari keikhlasan-keikhlasan yang telah kurelakan ntah kenapa Tuhan kembali membuat skenario ini. Mungkin sekadar pengetes iman atau hadiah untuk ku karena telah mengikhlaskanmu. namun sepertinya, kerelaan hari kemarin berasa sia-sia dengan sosok kehadiranmu yg begitu intens.
ku takut egoku kembali mengendalikanku, memaksa hati dan pikiranku untuk mendekapmu lagi padahal diluar sana ada yang benar-benar lebih membutuhkanmu dibandingkan diriku. dari segala aspek, aku jauh terbelakang dibanding Dia; wanitamu.
emg benar, kudapati nyaman yang candu ketika bersamamu. dari pertemuan kemarin, tak ada yang berubah. kau masih sama, sikap, paras, serta tawamu. namun aku tak mau menjadi perusak kebahagiaan orang lain hanya karena ke egoisanku pada masa lalu. merebutmu kembali, dari orang yang benar-benar membutuhkanmu disampingnya.
dan dari kisah ini aku lebih paham bagaimana itu “mengikhlaskan demi kebahagiaan orang lain”. kelihatan bullshit, namun benar apa adanya.






















