Mampir ke Tumblr
Rabu, 30 Juni 2021. 14:04. Sedang cuti dan ingin menulis di Apartemen di Ciumbuleuit, Bandung.
Beberapa hari ini inbox e-mail saya didatangi e-mail dari Tumblr yang memberi notifikasi bahwa ada follower baru. Cukup random karena sudah hampir 3 tahun saya absen dan follower-follower baru ini cukup datang berbondong-bondong. Terlintas di pikiran, mungkin ini salah satu strategi Tumblr untuk kembali menarik perhatian si empunya blog yang penasaran, si empunya log in, nostalgia, lalu tertarik untuk kembali menulis. Well, it got me!
Saya kembali mengeksplor beberapa tulisan terbaru saya di blog ini, dan saya kembali teringat alasan saya menulis di Tumblr - untuk menyimpan memori dan buah pikiran saya di space yang tidak mudah hilang. Tumblr bisa saja hilang, bisa sekali. Sudah semakin sedikit teman saya yang mengaskes Tumblr, apalagi membuat post baru. Jujur, saya tidak mengenal siapapun yang masih aktif di Tumblr. Bukan tidak mungkin sebentar lagi space ini akan hilang.
Kali ini saya akan menulis beberapa update kehidupan yang terjadi selama 3 tahun terakhir. The biggest one of all being....
1. I am a married woman now
Yes.... Saya telah bertemu 'the one'. Ada tulisan saya di bawah yang mempertanyakan apakah 'the one' ini hanya ada di film, bagaimana kita mengetahui apakah dia 'the one'. Hm.. memang bukan pertanyaan yang dapat dengan mudah dijawab karena 'the one' itu relatif. Tidak ada jawaban pasti. Kadang 'the one' itu hanya diciptakan oleh keinginan kita.
Bagaimana saya memutuskan bahwa dia adalah orang yang tepat? Bagi saya, dia adalah rumah. Sejak pertama kali bertemu. It was insane!!!! Seperti yang sejuta orang tahu, saya adalah seorang introvert. Tidak mudah untuk langsung nyaman dengan orang, apalagi hanya dari pertemuan pertama. Me being awkward is mutlak. Saya pertama bertemu dengan Didit selepas pulang kerja, sekitar jam 8 malam, ngobrol hingga hampir subuh di kedai 24 jam dan rasanya belum cukup! Enggan untuk pulang, rasanya seperti bertemu teman lama yang sudah putus kontak selama bertahun-tahun.
Nyaman. Itu kata sifat yang menurut saya sangat cukup untuk menentukan bersama siapa kehidupan akan diarungi ke depannya.
2. 2020 seems like a science fiction apocalypse movie
Semua itu dimulai di Wuhan, China, saat virus baru merebak di akhir tahun 2019 yang akhirnya membuat dunia kelabakan karena akhirnya virus menyebar ke seluruh penjuru dunia, memaksa penduduk dunia mengubah gaya hidupnya 100%. Di Indonesia sendiri virus bernama COVID-19 ini masuk di bulan Maret 2020. Sejak saat itu juga kantor saya menerapkan Working From Home, yang awalnya hanya opsional menjadi kewajiban.
Sejak kemunculannya, virus mematikan ini telah menyebabkan 3.94 juta penduduk dunia (data diambil tanggal 30 Juni 2021, 14.33 WIB). Penyebarannya mudah, melalui droplet, sehingga jika harus keluar rumah kita wajib menggunakan masker dan hindari kontak fisik kepada siapapun dimanapun. Nongkrong dengan teman-teman? Rutinitas pergi ke kantor? Pergi liburan? Sudah lupa rasanya!
COVID-19 memaksa kita untuk berhenti sejenak dari hikuk pikuk kehidupan, berpikir lebih jauh daripada sekedar kehidupan 'take it for granted'. Now, just being healthy is such a privilege. Ada beberapa hikmah di balik kehadiran COVID-19.
Semenjak keluarga saya pindah ke Bandung, saya tinggal bersama keluarga hanya saat saya berkunjung ke Bandung, maksimal 2 minggu jika libur lebaran. Tapi semenjak saya WFH, saya benar-benar tinggal di rumah bersama keluarga di Bandung selama 6 bulan lamanya. Bisa berkumpul di rumah, lebih dekat dengan anggota keluarga lengkap, selama berbulan-bulan dulu rasanya tidak mungkin, tapi karena COVID-19, hal itu terjadi. Saat ini pun saya masih tinggal di Bandung, namun karena bulan Oktober 2020 saya menikah, saya tinggal bersama suami. Belum tahu kapan harus kembali ke Jakarta.
Pernikahan sederhana impian saya yang hanya mengundang beberapa orang terdekat pun terjadi karena COVID-19.
Meskipun sudah sangat susah bertemu dengan teman-teman, pada akhirnya kita merasa friendship is a privilege dan membuat kita satu sama lain lebih peduli. Kirim-kiriman barang atau makanan, bahkan hanya sekedar tanya 'how are you today?' menjadi hal yang lumrah.
Sungguh, 2020 dan 2021 seperti film apocalypse yang meruntuhkan berapa % penduduk dunia. Keinginan Thanos sepertinya terpenuhi.
Mungkin itu saja update terbesar selama 3 tahun ini yang ingin saya tulis di Tumblr. Ada beberapa hal lagi yang ingin saya tulis di sini, tapi saya simpan untuk selanjutnya.














