Mengapa Membaca AlQuran "Tidak" Asyik?
Jika membaca alQuran tidak seasyik buku bacaan (novel/komik/cerpen), berarti ada sesuatu yang kurang. Masihkah kita ingat kapan kali pertama membaca alQuran? Saat sekolah? TPA/TPQ? Selepas masa balita? Setamat mengkhatamkan buku Iqro’? Saya pastikan saat itu kita dalam keadaan terpaksa (paling tidak bagi saya sendiri). Dipaksa untuk belajar membaca. Panjang pendeknya, kapan harus berhenti atau wajib…
Mengapa Membaca AlQuran “Tidak” Asyik? was originally published on Segores Tinta







