Lucu.
Lucu ya hubungan ini, hubungan yang diperankan dua kepala batu dan pemilik hati hangat yang suka sok tiba-tiba dingin ini. Kita ini banyak samanya, apa lagi perihal rencana masa depan. Dari kemarin sudah giat-giatnya merancang, semangat sekali saling mendukung, kuat sekali untuk berjuang. Kemarin.
Hubungan ini juga cita-cita, katamu. Dan aku mengiyakan, setuju. Aku punya berbagai permintaan dan cita-cita. Hubungan ini juga masuk ke dalamnya. Ikut serta dalam do'a dan segala harapan baik selalu kupinta.
Hubungan ini adalah bagian kecil dari napasmu, katamu. Dan aku pun. Diikat dengan hubungan yang disebut sepasang denganmu seperti napas yang menyertaiku tiap detik. Menggantung bahagia dan rencana bersama. Diwarnai dengan cemburu kita yang menurutmu kekanak-kanakan. Adu arguman sampai aku nangis dan kamu panik, sudah seperti tamu yang lumayan sering mampir ke dalam hubungan ini. Tapi apa pun itu, kamu bahagia, katamu. Pun aku.
Bertahan jadi kata penguat dalam hubungan ini. Cinta? Napas hubungan ini!
Indah ya, iya indah sekali. Sampai tidak pernah aku bayangkan satu hal yang kita sebut bagian dari napas kita ini berakhir dengan buruk. Tidak pernah. Karena buat apa yang indah-indah dibuat patah?
Ternyata percaya diriku mengalahkan rasa sayangmu. Katamu, "kita udahan ya?" Bingung, kukira bercanda. Tapi kamu benar-benar ingin berakhir, capek, katamu.
Sampai detik ini kepalaku selalu dikunjungi pertanyaan "kok bisa?"
Untuk hubungan yang lucu ini, biar apa sih kamu gantung banyak harap dari awal ini dimulai? Apa selama di dalam dadaku, kamu temukan ruang yang namanya bercanda?











