Tadi habis bongkar-bongkar lemari mau nyari KK (kartu keluarga) tiba-tiba ketemu berkas ini, wow its been a long time :) Alhamdulillah terlewatkan tanpa perlu tindakan, untuk sekarang dan seterusnya doakan ya untuk nikmatNya akan kesehatan. Maka saya pengen flashback cerita tentang saya dan aritmia dan gimana kabar saya sekarang hehe :)
Photo ini adalah bundelan kertas perkiraan tahun 2015 ketika akhirnya memutuskan ke rumah sakit khusus jantung setelah dari tahun 2013an kalau gak salah pernah pingsan dan akhirnya dibilang Aritmia (Suatu tanda atau gejala dari gangguan detak jantung atau irama jantung), dulu cupu banget kalau capek dikit, kehujanan dikit, stress dikit pasti langsung tepar >.<
Nah dari hasil pemeriksaan kesimpulannya saya ditulis dilaporan mengalami paroxysmal atrial tachycardia dd atrial flutter sama infrequent polymorphic VPCs with coupled episode yang coba googling cuma nemu analisis diagnosa yang pertama (karena tengil setelah dapat hasil dan liat disarankan ablasi terus ogah jadi gak pernah nemuin dokternya lagi untuk tafsiran jelasnya dari laporan). Penjelasannya dalam bahasa inggris dibilang begini : Paroxysmal atrial tachycardia is a type of arrhythmia, or irregular heartbeat. Paroxysmal means that the episode of arrhythmia begins and ends abruptly. Atrial means that arrhythmia starts in the upper chambers of the heart (atria). Tachycardia means that the heart is beating abnormally fast. Paroxysmal atrial tachycardia (PAT) is also known as paroxysmal supraventricular tachycardia (PSVT). Atrial flutter (AFL) is a type of abnormal heart rate, or arrhythmia. It occurs when the upper chambers of your heart beat too fast. When the chambers in the top of your heart (atria) beat faster than the bottom ones (ventricles), it causes your heart rhythm to be out of sync. kalau diartiin di Indonesia intinya ya ada kelainan detak jantung dimana untuk kasus saya lebih cepat umumnya dan terjadi tidak menentu.
Testnya ngapain? jadi saya jalanin dua test yang pertama namanya tilt table test, jadi saya ditidurin berdiri dan disuntik, jelasnya coba cek video disini. Untuk lanjutan saya ngelakuin holter, jadi semacam dipasang alat perekam detak jantung, jelasnya mungkin bisa cek video ini. Tilt table test sumpah rasanya gak nyaman banget rasanya mual mau pingsan dll, saya masih inget muka bingung mama yang harus tanda tangan persetujuan terkait prosedural karena test ini adalah mencari pemicu kita pingsan. Pemasangan holter juga gak kalah gak nyaman wkwk bayangin gak bisa mandi terus ada kabel melilit dibadan (mana pas itu saya kudu pulang naik kopaja dari RS). Nah dari rangkaian test ini diagnosa diatas akhirnya diperoleh. Terus kenapa saya ogah ablasi karena buat saya itu seram, hhe tentang ablasi dan aritmia dijelaskan cukup baik divideo ini.
Proses yang saya alami cukup panjang menurut saya, diumur 20tahunan udah bolak balik dokter jantung ketika biasanya pasien jantung pada cukup berumur dan lemas, saya adalah pasien yang so young and lively wkwkw dan alhamdulillah sekarang tetap demikian tanpa perlu tindakan semacam ablasi. Cara yang saya lakukan sebenarnya sudah lama dan lelah mungkin orang sekitar saya memberi tahu, tapi baru benar-benar bisa saya terapkan ketika yang udah ngomel adalah kakak sendiri si @sitirizkyramdhana
Sugesti atau proses psikologis di mana seseorang membimbing pikiran, perasaan, atau perilaku orang lain. Saya akhirnya menanamkan dalam pikiran saya bahwa saya harus sehat agar bisa melesat, atau jika ada pikiran senang kalau sakit jadi perhatiin maka gantilah mindset karena sesungguhnya sakitmu itu ngerepotin. Jadi ketika rene descartes berani bilang cogito ergo sum dimana dia menjadikan pikiran sebagai wujud eksistensi dari diri, ketika kamu mungkin pernah nonton film the secret dengan segala tips motivasi yang mengatakan bahwa yang kamu pikirkan itulah yang akan kejadian, trust me baby its really work :D
Sekarang yang saya lakukan adalah selalu siaga obat di dompet atau dirumah bahkan sekarang kalaupun terasa tidak nyaman saya hanya minum setengah dosis dari dulu dan langsung saya bawa tidur). Saya inget dulu Emir sering banget nenangin “tenang, nanti kamu tambah sakit” karena ketika mulai sesak napas biasanya saya panik dan nangis, jadi sekarang kalau saya udah mulai ngerasa sesak biasanya saya langsung ambil posisi istirahat dan berusaha mengatur napas pelan-pelan sama air putih, kalau benar-benar gak nyaman baru izin pulan, kalau dibawa tidur masih kerasa baru deh minum obat, kalau semuanya gak berhasil baru deh ke dokter (alhamdulillah hampir 1 tahun di jakarta saya cukup sekali mengunjungi dokter)
Kamu faktor penentu jadi jangan sok kuat atau pura-pura lemah, jadilah dirimu versi terbaik :). Sakit itu bukan kesalahan, tapi menikmati atau mendalami sakit yang berlebihan itu yang jadi permasalahan maka ketika kamu sakit kamu harus punya keinginan untuk capai kesembuhan, lakukan yang bisa dan perlu untuk dilakukan dan jangan lupa berdoa pada tuhan, dan jika butuh kedokterlah karena menurut saya merekalah bentuk ikhtiar kita, perpanjangan tangan Allah untuk menjembut kesembuhan. If you as the patient is willing to, and is getting professional help, you can live like normal people,
Diperbarui dari artikel asli yang diterbitkan 18 Mei 2015
Penyakit jantung tetap menjadi ancaman kesehatan terbesar yang dihadapi umat manusia. Secara global, penyakit kardiovaskular menyebabkan sekitar 18,6 juta kematian setiap tahunnya — menjadikannya penyebab kematian nomor satu di dunia selama lebih dari dua dekade terakhir (Kemenkes RI, 2024). Di Indonesia, kondisinya tidak kalah…
Un paziente cileno sceglie l'ospedale di Alessandria per un delicato intervento di ablazione della fibrillazione atriale. Scopri l'eccellenza della cardiologia italiana.