To My Fellows Out There
Percayalah, di mana pun: di luar atau di rimba kepalamu, kodrat badai tak selamanya bergolak. Sewaktu-waktu, ia mereda juga.

seen from Italy
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Slovakia

seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Türkiye

seen from United States
seen from Belgium
seen from United States
seen from Australia

seen from Malaysia
seen from United States
seen from China

seen from Türkiye

seen from United States
seen from Australia
To My Fellows Out There
Percayalah, di mana pun: di luar atau di rimba kepalamu, kodrat badai tak selamanya bergolak. Sewaktu-waktu, ia mereda juga.
Kuesioner Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Terjadinya Kecemasan pada Lanjut Usia
KUESIONER 1 LEMBAR DATA DEMOGRAFI Hari / Tanggal : Isilah kolom di bawah ini No. Urut :
Nama : Umur : • 45-89 tahun
• 60-70 tahun • 71-90 tahu • > 90 tahun Jenis Kelamin : • Laki-laki • Perempuan Tingkat Pendidikan : • SD • SMP • SMA • Diploma • Sarjana Petunjuk: Bapak atau ibu adiminta uantuk menjawab dengan jujur pada setiap nomor di bawah ini dengan memberi tanda check list () yang dianggap BENAR. KUESIONER 2 DUKUNGAN SOSIAL Nama Klien : Jenis Kelamin : Umur : A. Penilaian 5 : Sangat Setuju 4 : Setuju 3 : Ragu-ragu 2 : Tidak Setuju 1 : Sangat Tidak Setuju B. Penilaian Dukungan Sosial 7 – 14 : Buruk 15 – 27 : Sedang > 27 : Baik No. Pertanyaan/ Pernyataan SSS SS R TS STS 1 Kondisi panti ini menyenangakan, terutama pengaturan ruang dan lokasinya 2 Sebagain besar perawat/ pengasuh memahami kondisi lansia yang tinggal disini 3 Pengajaran keterampilan yang diberikan telah sesuai dengan minat dan ketertarikan saya dst..... • Berilah tanda () pada yang menurut bapak atau ibu benar atau sesuai dengan keadaan sekarang. 1. Apakah bapak aau ibu mempunyai suami atau istri? Sangat setuju Setuju Ragu-ragu Tidak setuju Sangat Tidak Setuju 2. Apakah Bapak atau ibu tinggal bersama pasangan? Sangat Setuju Setuju Ragu-ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju 3. Apakah dalam seminggu ini bapak atau ibu menelpon kerabat atau teman? Sangat Setuju Setuju Ragu-ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju dan seterusnya ............... (lebih lengkap silahkan klik Download)
KUESIONER 3 DUKUNGAN KELUARGA Nama Klien : Jenis Kelamin : Umur : A. Penilaian 4 : Sangat Sering 3 : Sering 2 : Kadang-kadang 1 : Tidak Pernah B. Penilaian Dukungan Keluarga 40 – 53 : Rendah 54 – 60 : Sedang 60 – 80 : Tinggi Berilah tanda () pada yang menurut bapak atau ibu benar atau sesuai dengan keadaan sekarang. 1. Apakah keluarga bapak / ibu tidak pernah memberikan berbagai informasi tentang keterampilan baru yang dapat bapak / ibu di kerjakan di Panti Wredha? Sangat Sering Sering Kadang-kadang Tidak Pernah 2. Apakah keluarga bapak /ibu pernah mengerti tentang keadaan bapak atau ibu? Sangat Sering Sering Kadang-kadang Tidak Pernah dan seterusnya ............... (lebih lengkap silahkan klik Download)
KUESIONER 4 HAMILTON SKALA PENELITIAN KECAMASAN (HAM-A) Nama Pasien : Umur : Ruang : Dx Perlakuan : sebelum / sesudah perlakuan
A. Penilaian 0 : tidak ada tidak ada gejala sama sekali 1 : ringan satu gejala dari pilihan yang ada 2 : sedang separuh dari gejala yang ada 3 : berat lebih dari separuh gejala yang ada 4 : sangat berat semua gejala ada B. Penilaian Derajat Kecemasan < 17 kecemasan ringan 18 – 24 kecemasan sedang 25 – 30 kecemasan berat Berilah tanda () jika terdapat gejala yang terjadi selama 1. Perasaan cemas Merasa cemas Firasat buruk Takut akan pikiran sendiri Mudah tersinggung 2. Ketegangan Merasa tegang Lesu Mudah terkejut Tidak dapat istirahat dengan nyenyak Mudah menangis Gemetar Gelisah dan seterusnya ............... (lebih lengkap silahkan klik Download)
© Kuesioner Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Terjadinya Kecemasan pada Lanjut Usia (kode026) | KUESIONER Sumber: https://4kuesioner.blogspot.com/2013/07/kuesioner-faktor-faktor-yang-berhubungan-dengan-terjadinya-kecemasan-pada-lanjut-usia.html
Jika landasan hidup hanya seputar dunia saja, apa itu akan membuat kita bahagia?
Kalau tidak membuat bahagia, Apa yakin langkah yang sedang kita jalankan sekarang ini sudah sesuai apa yang Allah mau?
Coba cek lagi cara sholat kita, cara bermuamalah kita, cara sosial kita, cara kita memperlakukan orang lain, cara kita memandang hidup itu harus yang bagaimana si. Mungkin banyak yang beranggapan, bahwa aku ini sudah punya banyak hal, kok rasanya ngga pernah puas ya? Kok rasanya kurang terus ya? Kok cepet banget baperan? Kok cepet banget gitu emosi?! Kok ngga adil yaaa?!
Merasa berhak mendapatkan yang setimpal dengan apa yang sudah kita beri?!
Dear, hidup yang dimaksud oleh Allah tidak hanya seputar ngasih duit 100rb ke orang lain akan mendapatkan 100rb pula, kadang sudah ngasih cukup banyak, malah tidak mendapatkan apa-apa.
Sebab nih, jika di tela’ah jauh lebih dalam lagi, bisa jadi kebaikan yang kita kasih akan berimbas ke hal lain yang secara tidak sadar itulah yang sedang kita butuhkan saat itu.
Banyak contoh dalam kehidupan kita masing-masing, bagaimana cara Allah mengatur hidup dan semesta ini dengan sempurna dan untuk kembali kepada yang Fitrah.
Semua akan terasa indah, jika melihat dari kacamata iman.
Jika sholat masih terasa menjadi beban, coba cari tau apa yang salah sama diri, cari tau pandangan hidup kita sendiri dan tujuan kita sendiri.
Apakah masih untuk Allah?
Atau jangan-jangan diri masih aja merasa sakit atau kecewa karena manusia?!
Rubah perlahan keseharian kita, bisa dimulai dari :
1. Memperbaiki sholat
2. Menjaga sholat
3. Konsisten dengan ibadah sunnah (tidak perlu perubahan secara radikal, cukup yang dirasa bisa untuk konsisten), seperti : puasa senin kamis, sholat qobliyah, sholat tahajjud, sholat dhuha. Yang dirasa diri mampu untuk mengerjakan nya secara konsisten.
4. Memperbaiki hubungan dengan orang tua, sanak-family dan orang-orang terdekat kita.
5. Belajar akidah, fiqih, dan ilmu dunia. Cari ilmu nya dan praktikkan.
Tidak mudah, tapi tidak akan pernah bisa kalau tidak pernah dicoba.
Hidup didunia penuh dengan sebuah perjuangan. Tapi Allah menjanjikan kehidupan setelahnya yang begitu indah.
Terima kasih
Dari setiap hujan yang datang,
terima kasih untuk selalu menyediakan tempat untuk berteduh,
yang pintunya tidak pernah dikunci,
ruangan kedap suara,
disediakan selimut tebal,
lengkap dengan musik relaksasi.
Aku, beruntung.
Kecemasan
Aku bertemu dengan beberapa kawan dalam dua hari ini. Sekumpulan kawan yang asik sekali diajak bermain dan mencoba hal-hal baru, juga sekumpulan lain yang sedang berjuang di medan juangnya. Meski mereka berbeda, tapi ternyata mereka sama di satu sisi; memiliki kecemasan atas apa yang mereka hadapi dalam hidupnya. Sesantai apapun dirinya, sesholih apapun jua, semuanya tetap memiliki porsi cemas; sebagai bentuk ujian yang akan mendewasakan.
Aku bersyukur -agak jahat memang-, sebab ternyata aku tidak sendiri. Meski tentu saja apa yang aku hadapi berbeda dengan apa yang mereka hadapi, tapi benar kan, semua punya jatah tersendiri?
.
Sehebat apapun seseorang hendak menyembunyikan, rasa cemas itu tetaplah ada. Seakan bayangan yang bersembunyi di balik diri, ia bisa saja tampak menghilang, tapi justru akan muncul dengan pekatnya di antara cahaya yang demikian kuat.
Kecemasan; mari lepaskan ia di langit malam. Jadikanlah Dzat yang memegang segala urusan; sebagai yang pertama mendengar segala keluhan. Kemudian, ceritakan pada yang lain; kalau memang kau butuhkan.
Kecemasan; jangan biarkan ia menggerogoti diri. Hadapilah dengan segenap mata yang terbuka, jangan-jangan ia bukan kegelapan yang hendak menghapus kebahagiaan, tapi justru sebuah pintu menuju tangga kebaikan yang lebih besar.
Kecemasan; mari berdamai dengannya. Barangkali ia hanya hendak menyapa, untuk mengajari satu dua nilai kehidupan.
.
Selamat malam, wahai rasa cemas.
(28/11/21)
*pict source: pinterest
Pikiran kita bisa dengan mudahnya membangun asumsi-asumsinya sendiri, menjadi kecemasan yang begitu besar.
Padahal kenyataannya tidak semenakutkan yang kita bayangkan.
Bisa jadi kehidupan kita sebenarnya baik-baik saja, tetapi pikiran kita membuatnya menjadi begitu rumit.
Bahkan kita sering meyakini sesuatu yang mengerikan akan terjadi pada diri kita, padahal itu hanya kecemasan kita sendiri.
Hal yang paling menakutkan di hidup ini bukanlah kenyataan yang kita hadapi, tetapi drama dari jalan pikiran kita sendiri.
Hal yang paling menakutkan di hidup ini bukanlah menjalaninya, tetapi terus memikirkan apa yang sebenarnya belum kita jalani.
Kita adalah benang-benang kusut di pikiran kita sendiri.
—ibnufir
Seperti diberi sebuah pelukan, hati ini sedang hangat. Padahal yang kuingat adalah kecemasan saat aku dibuat menunggu, saat aku dibuat bingung menebak-nebak dan kesedihan saat aku merasa diabaikan serta tidak diinginkan.
Setelah hari-hari panjang yang lelah dan sudah dialami, seorang pria bertanya
"Tuhan kalau ada alasan baik kenapa aku harus tetap bertahan dalam hidup ini meskipun sulit, tolong beritahu aku. Aku lelah dengan kecemasanku, aku lelah dengan perlakuan orang-orang disekitarku, aku merasa tidak dicintai, aku lelah karena harus mengalami ini berulang kali. Aku tidak minta banyak, hanya tolong beritahu aku satu alasannya."
Lalu ia tertidur dan di dalam mimpinya tuhan mengirimkan jawaban
"Kau harus bertahan karena aku".
Minggu, 29 November 2020