Kesepian, sendiri merupakan kata yang tak pernah absen dari diriku.
Aku berada jauh diantara bunga lainnya.
Jika tidak begitu, mungkin aku bisa saja mati.
Meski kematian itu sebenarnya bisa terjadi kapan dan dimana saja.
Aku tahu mengapa aku ditaruh jauh sekali, karena aku ini sebenarnya senang sekali jika dipuji.
Padahal aku sadar sebenarnya aku ini biasa saja.
Mungkin itulah maksud Tuhan.
Tuhan tidak mau aku menjadi sombong atau iri dan dengki pada bunga lainnya, karena ternyata mereka lebih harum dan cantik.
Aku senang menjadi sendiri
Karena dengan sendiri aku tidak banyak berprasangka, yang nantinya bisa berakibat buruk pada hati
Aku senang tinggal di gunung
Sang gunung tak pernah merasa besar, meski sebenarnya ia beribu-ribu kali lipat besarnya dariku.
Edelweis dan Gunung sudah bersama sejak beratus-ratus abad yang lalu sampai beranak-pinak, bercucu-cicit.
Bisa dikatakan jika manusia bercerita tentang gunung maka artinya cerita itu pun juga milikku, begitupun juga sebaliknya.
Meski sendiri tetapi aku pun bahagia karena dapat menjadi teman bagi para pendaki.
Hanya orang yang mau berjuang ditengah dakian curam yang tak jarang pula ditemani dinginnya hujan yang dapat melihat langsung diriku.
Menjadi penyejuk mata bagi para penakluk sang gunung.
@merinaikata | 12 September 2017