Gugup
Katanya, bagus jika kita merasa gugup sebelum melakukan sesuatu karena artinya sesuatu itu penting untuk kita dan kita peduli. Kita mengkhawatirkannya karena kita peduli. Ya, aku benar-benar peduli dengan apa yang akan kuhadapi sebentar lagi. Makanya aku gugup sekali. Apa ya, yang akan terjadi? Apa ya, yang akan kulakukan? Apa ya, yang akan mereka katakan? Aku sungguh gugup. Separuh perasaan itu juga berasal dari malu sebab kejadian sebelum ini sebenarnya kurang baik karena ulahku sendiri, hanya saja tertutupi cerita lucu yang sangat menggelitik. Jadi, gugupku yang sekarang mungkin berlipat dari gugup yang kurasakan bila aku tidak merasa malu (menepuk dahi). Namun, tidak apa. Pada sesi jalan kaki hari ini, aku mengambil waktu untuk duduk, menarik napas agak panjang, merenung, dan berusaha meyakinkan diri. Aku ingat tiga tahun lalu aku mengalami momen yang mirip dan aku merasa mestinya aku mampu memberikan performa yang jauh lebih baik andai aku tidak berperang dengan diriku sendiri. Sekarang, situasinya sudah membaik. Harusnya. Semoga sudah. Semoga memang membaik dan masa-masa yang akan segera kuhadapi ini benar menjadi periode yang jauh lebih berkesan. Aku memang gugup, tapi aku tahu aku akan belajar. Belajar itu menyenangkan, kan? Apa ya, yang akan terjadi? Sesuatu yang menyenangkan. Apa ya, yang akan kulakukan? Mempelajari banyak hal baru yang menyenangkan. Apa ya, yang akan mereka katakan? Semoga kata-kata yang menggugah sekaligus menyenangkan.
Senantiyasa, 2026.










