Risau Yang Perlu
Risau saja tentang derasnya hujan, atau jalan raya yang terlalu ramai. Tentang flumu yang belum kunjung reda, padahal besok tetap dituntut kerja.
Risau saja pada layar ponsel yang retak, atau gagang kacamata yang patah lagi-lagi. Pada hal-hal kecil yang menyulitkan hari, tapi masih bisa kau perbaiki sendiri.
Namun jangan risau pada tingginya gunung, atau dalamnya laut yang tak pernah diam. Langit pun terlalu luas untuk kau ukur, bukan tugasmu untuk mengendalikan alam.
Dan jangan terlalu risau tentang nasib, atau semua hal yang belum selesai kau kejar. Karena tidak semua kegelisahan perlu dipeluk sebagian cukup dititipkan kepada-Nya, agar tak membakar.














