"Menuju tak terbatas dan (terus) melampauinya"
Para penggemar serial Toy Story pasti gak asing dong sama kata-kata ciri khas si pahlawan super, Buzz Lightyear. Tapi hari ini saya tidak akan membahas bagaimana cerita film-film animasi favorit saya itu, karena ada satu cerita yang cocok sekali dan lebih penting untuk diangkat di hari yang spesial ini:)
Hari ini, tepat satu tahun yang lalu kami merayakan Hari Kartini di tengah keceriaan anak-anak Desa Bongas. Setelah berkali-kali saya mencoba untuk ikut seleksi pengabdian pemuda ke beberapa daerah melalui berbagai macam ekspedisi dari berbagai NGO, belum ada yang berjodoh nampaknya. Hingga di tahun 2018, saya lolos di oprec pengurus sebuah organisasi sosial yang beregional di Jawa Barat. Dan lewat sana lah saya bukan hanya bisa mengikuti ekspedisi, tapi justru menjadi bagian dari para pengonsep acara ekspedisi tersebut, terlebih saat itu saya di amanahi dalam bidang pendidikan. Programnya tentu tak jauh dari rumah baca, bermain bersama anak-anak dan sebagainya. Singkat cerita di tanggal 21 April tahun lalu kegiatan ini menjadi penyelamatan kesehatan jiwa dan mental saya, ketika resmi saya harus menerima kenyataan bahwa, saya harus mengundur sidang skripsi pada saat itu. Nanti akan saya ceritakan lengkapnya di tulisan yang lain ya :).
Di Desa Bongas ini kami bertemu dengan seorang wanita tangguh, namanya Teh Rina. Ternyata memang beliau lah inisiator dari dibangunnya saung baca di desa tersebut. Sekilas memang tak ada yang berbeda dari kami, karena semangat dan cara beliau dalam memberi pandangan begitu luas. Tapi belakangan saya pribadi baru menyadari bahwa beliau ternyata adalah seorang difabel, begitupun suaminya. Tapi itu tidak menjadi pembatas, justru bagi mereka semua itu bisa diubah menjadi berbagai kelebihan yang membuat bangga. Justru mereka juga yang menjadi aktivis dari berbagai program pemerintah bagi para difabel. Mereka banyak memberi inspirasi bagi yang lainnya sehingga mereka mampu menjadi orang-orang yang produktif dan memberi dampak bagi sekitar.
Sebuah kebanggaan bisa memiliki waktu yang lumayan intens teringat memang program divisi yang saya pegang waktu itu memang berfokus di saung baca. Bercerita lah Teh Rina tentang segala bentuk perjuangannya bersama sang suami juga sang ayah dalam mendirikan saung baca tersebut. Dari cibiran orang-orang hingga penolakan warga. Tapi dengan niat dan tekad yang kuat, hasil manis selalu bersama dengan kebahagiaan anak-anak di desa itu. Semoga mereka selalu terjaga, semoga berbahagia selalu teteh dan anak-anak Desa Bongas :)
"Memaknai hari kartini berarti juga memaknai bagaimana seorang perempuan mempunyai nilai juang dalam berkarya. Tidak perlu menunggu semua dunia mengiyakan, karena kesempatan terkadang tercipta saat kita pintar membaca tanda semesta"
Oia sebagai bonus sudah setia membaca 8 tulisan saya akhir-akhir ini, saya lampirkan foto pribadi bersama tiga wanita bertekad baja yang berani merubah keterbatasan menjadi ketidakterbatasan. Proud of you teteh-teteh hebat!
@fadhila-trifani @sekotenggg @gugunm @adhit21 @mathmythic