"Tenang saja yang kuseduh setiap pagi adalah kopi, bukan kenangan. Yang kugunakan untuk menyeduh adalah air matang, bukan air mata."
Kopi dan kenangan memang mirip, bukan begitu? Mereka sama-sama diseduh saat hujan turun dan hawa dingin memenuhi ruangan--entah kamarmu atau hatimu. Mereka sama-sama menjauhkanmu dari tidur lelap setelah hari lelah terlewati dan kamu dilanda rindu. Mereka memang mirip, tapi aku lebih memilih menyeduh kopi. Karena kenangan selalu berarti kamu dan mengingatmu bukanlah yang aku mau.












