Terima kasih telah membuatku percaya
Bahwa mimpi itu bisa jadi nyata
Sampai jumpa diperadaban baru
Dimana, antara saya dan kamu telah berdiri di menara masing-masing
-healerhere
Tangsel, 25 Desember 2017
11:43 WIB
seen from Australia
seen from United Kingdom

seen from Israel
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Belgium
seen from Türkiye

seen from Russia

seen from Switzerland
seen from Germany
seen from United States
seen from United States

seen from China
seen from China
seen from Russia
seen from United States
seen from United States
seen from Poland

seen from Switzerland
seen from China
Terima kasih telah membuatku percaya
Bahwa mimpi itu bisa jadi nyata
Sampai jumpa diperadaban baru
Dimana, antara saya dan kamu telah berdiri di menara masing-masing
-healerhere
Tangsel, 25 Desember 2017
11:43 WIB
Dalam Diam
Dalam setiap bisu yang memilih untuk berkuasa, aku tak ingin hanya diam tak melakukan apa-apa , tapi apa daya raga sudah hilang kuasa sekarang jadi milik mereka untuk tetap berada pada jalurnya .
Kata orang “ diam adalah emas “
Sampai kapan aku harus membungkam keinginan yang terkurung dalam penjara kuasa, aku juga manusia punya rasa ingin melepas semua beban yang mengikat erat selama ini , bukan aku lari dari tanggung jawab namun batasan-batasan yang mereka buat semakin erat mendekap.
Aku tau semua karena raga dan naluriku yang merusak kondisi hingga sekitar menjadi risih. Aku merusak keharuman nama yang dibangung dengan sepenuh nyawa oleh pemilik raga ini di dunia .
Tak bisa selalu berdiam hanya menunggu untuk titik bahagia, namun yang dipunya hanya rasa bersalah dan lantunan doa, raga sudah tak punya kuasa menampakkan rasa biasa dihadapan mereka , mendelik dalam sudut ruang penuh putus asa, merunduk dalam ketakutan terus membayang.
Sampai kapan aku harus berjuang dengan pikiran agar tetap diam agar tak meluka raga,malaikat maut mungkin sudah beberapa kali berusaha menyapa ,namun pergi begitu saja dengan tega, tak tahu lagi apa yang sudah dicoba untuk kembali menyapa namun dirasa belum waktunya untuk singgah berlama di sisi raga.
Kadang aku lebih percaya diam tenang nyata saat raga sudah kehilangan jiwanya , sungkan mengatur nafas sejalan dengan pikiran yang sudah tak karuan ini .
Kepada sang pencipta aku tak tau harus melangkah bagaimana , aku ingin segera mengakhiri sakit yang bersemayam di pikiran dengan berperang dengan raga agar terlukadan tersiksa,namun tak pernah bisa terlaksana entah karena apa , atau hanya aku yang memang tak punya nyali yang sedalam palung samudra🍃
R.a
MENCARI MAKNA Angin Menjadi Bisu Seakan Dunia Merusak Dalam Dekap Angin Syahdu Kami Kembali Dalam Buaian Angin Menjadi Bicara Seakan Dunia Menjadi Makna Dalam Dekap Angin Syahdu Kemana Kami Akan Kembali Angin Syahdu Rusak Membisu Kini Aku Menjadi Malu Untuk Merayu Tak Akan Ada Retakan Untuk Merayu Dunia Diam Tidak Berubah Selamat Membisu Untuk Membicarakan Keretakan Kini Kami Memahami Dalan Buaian #Syahdu #Merayu #Dekap #Puisi #Lantunan #Story #Bandungdankita #Angin #Love #explore #Sempit #Berjalan #Melanglah #Dalampasti #EngkauMahaBaik #TerusBerjalan #Cinta #Konoha #Pohon #style #video #star https://www.instagram.com/p/CGTviFqAV5j/?igshid=1g910rv1m3729
#Lantunan #DoaOrangTua #Hiks https://www.instagram.com/p/CFo1iFmHVZs/?igshid=ogm5f7kziidr
Kaulah Segalanya, lantunan para dubes untuk pahlawan COVID-19
Kaulah Segalanya, lantunan para dubes untuk pahlawan COVID-19
[vstream.site]
ANTARA – Anda yang berasal dari generasi 90-an tentu sangat mengenal lagu “Kaulah Segalanya” ciptaan Tito Sumarsono yang dipopulerkan Ruth Sahanaya. Kali ini, lagu tersebut dilantunkan secara keroyokan oleh 23 Duta Besar Indonesia yang bertugas di berbagai negara. Nyanyian itu untuk menyemangati para pahlawan yang berjuang melawan COVID-19. (Siti Zulaikha/Soni…
View On WordPress
Jangan sampai kamu terjatuh lagi pada rasa yang salah. Kamu mencintai sementara dia hanya sekedar datang untuk melabuhkan kata-kata manisnya. Membuat siapa saja terpana akan ceritanya.
Dia lupa jalan ke tempat yang harusnya dia tuju. Dia malah berbelok arah ke tempat yg tak pernah dia singgahi. Secepat itu pula dia nyaman berada disana. Sejak saat itu, dia tak pernah kembali.
/andiaskiky/
Katamu ini hanya sementara, lalu mengapa terasa sangat lama, inikah yg namanya penantian? Aku hanya ingin tahu, apakah ada kepastian dibalik penantian ini?
Mengapa seakan kau terdiam ketika mendengar pertanyaanku, apakah hatimu juga ragu?
Keraguanmu membuat rasa raguku bertambah, apakah harus kita sudahi sampai disini?
Diriku tak sanggup untuk menjawab itu, hanya dirimulah yg bisa menjawabnya, katakan sekarang atau tidak sama sekali
Cemburu? Iya. Kenapa kau tak ungkapkan? Karena saya berusaha percaya pada pasangan saya, dan tidak ingin membuatnya tertekan ataupun terkekang. Walau kau tau bahwa yang kau harapkan tidak sesuai kenyataan? Tidak masalah, memang sulit untuk menerima kenyataan namun, sekuat apapun saya memegangnya akan tetap terlepas jika memang ditakdirkan untuk terlepas