Satu-satunya hal yang tidak pernah terlambat datangnya adalah kematian. Sementara kita masih saja sibuk mencemaskan hal-hal lain yang tidak pernah bisa kita pastikan.
Kehidupan membuat kita terus mengejar dan tidak pernah berhenti. Membuat kita terus mencari dan meraih sebanyak-banyaknya.
Kita berlomba dan menciptakan arus ketegangan untuk mengalahkan satu sama lain.
Selama ini kita belajar bagaimana mendapat lebih, bagaimana menjadi berlimpah. Tetapi kita tidak pernah belajar mengurangi dan merasa cukup.
Tanpa sadar kita takut jika urusan-urusan kita dunia terlambat untuk kita raih. Kita takut jika kita kekurangan dan kehilangan waktu, kita tidak bisa menggenggam semuanya.
Urusan-urusan yang pada kenyataan memang selalu terlambat dan tidak pernah selesai.
Sementara kita masih saja terus menunda ibadah kita. "Ah nanti saja dulu, masih ada waktu". Sampai waktunya berlalu, dan kita menjadi terbiasa meninggalkannya.
Tak terasa setiap hari waktu kita berkurang, batas usia kita semakin menipis. Sedang kita tidak pernah memiliki cukup bekal untuk mempersiapkan perjalanan kita selanjutnya.
Kita terlambat, waktu kita habis untuk urusan-urusan kita yang lain.
—ibnufir













