nikah benar-benar perlu atau sekedar buru-buru??
kalau kita bicara tentang nikah, maka nikah adalah ibadah yang paling lama didalam kehidupan seorang Muslim. kenapa?? karna tatkala kita bicara tentang ibadah-ibadah lain seperti sholat, maka sholat hanya 5-8 menit. begitupun dengan ibadah puasa yg kalw di Indonesia hanya puasa dari subuh ke Maghrib. serta ibadah haji yang cuma beberapa hari saja.
artinya, ibadah terlama adalah menikah. ibadah inilah yang kelak akan menjadi salah satu yang akan dipertanggungjawabkan di depan Allah SWT.
karena didalam Al-Qur'an Allah sendiri yang menyebutkan bahwa akad nikah itu seperti sebuah janji yang teramat berat dipegang oleh manusia. maka jika kita sudah clear bicara pernikahan sebagai bentuk ibadah, maka bentuk ibadah ini harus dipersiapkan semaksimal mungkin.
bayangkan, jika perihal sholat yang cuma 5 -8 menit saja kita harus mempunyai persiapan yg sangat besar, mulai dari wudhu, harus mengetahui hukum wudhu, kemudian apa2 saja yang harus diwudhukan serta syarat-syarat wudhu dan sebagainya. apalagi pernikahan yang waktunya tahunan bahkan puluhan tahun. tentu ini memerlukan persiapan yang maksimal.
misalnya, kita perlu persiapan dasar. seperti persiapan fisik, Agama (termasuk didalamnya visi, staqafah), kemudian persiapan emosional juga harus Mateng. nah minimal tiga ini harus siap.
tapi klw misalnya kita udah siap secara fisik, emosional juga tapi secara agama belum siap gimana dong?? ya ini juga ngk bisa. ibaratnya, lu pengen bikin rumah tapi ngk punya ilmu tentang itu. jangankan rumah, kandang ayam aja lu kagak bakalan mampu
begitupun dg persiapan emosional. secara fisik dan agama udah clear tapi emosional belum mateng gawat juga urusannya. bisa-bisa nanti kalau ada masalah dikit-dikit ngadu ke orang tua, mewek, diem-dieman, atau langsung main gampar aja. hedeeee,,kalau gini kan nggak asik.
nah, minimal tiga ini udah clear. tapi bukan berarti persiapan-persiapan lainya kita abaikan. semisal kebutuhan sandang, papan, pangan, termasuk juga memberikan perlindungan, pendidikan, serta nafkah lahir batin.
dan yang perlu diingat, sebenarnya nikah itu karena memang kita benar-benar perlu atau hanya terburu-buru?? yg pada kenyataannya kita ngk perlu tapi karena tiap hari liat baper-baperan pasangan yang uwwu, pegang pegangan tangan, pelukan trus ada slow motionnya, kita jadi baper dan kepingin nikah. padahal mungkin kita ngk perlu atau belum perlu untuk nikah. tapi gara-gara banyak baca review2 tentang nikah lantas kita jadi baper. dan akun-akun yang difollow juga akun-akun yg bapernya tingkat dewa.
jadi bagaimana mungkin kita bisa tenang ketika melihat itu. puasa aja nggk pernah, belajar agama juga jarang, kalaupun sekali-kali datang ke kajian cuma untuk moddus..
tapi klw memang nikah itu adalah benar-benar perlu. misal "saya mau naik level dari kepompong ke kupu-kupu ( ngutip kata ust.felix) saya mau naik fase, saya ingin Dakwah saya berkembang lebih luas, saya ingin kemudian membangun sebuah keluarga dan menghasilkan generasi2 yang baik untuk memperjuangkan Islam., saya ingin menggenapi setengah Agama saya, dan saya menginginkan ketaatan yang lebih kepada Allah SWT dengan mnjaga diri saya daripada godaan2 yg lain.
nah kalau sudah kek gini ya nikah.
tapi jangan pernah berfikir bahwa pernikahan itu berarti kita sudah kelar dengan permasalahan. artinya akan ada permasalahan-permasalahan yang jauh lebih besar setelah pernikahan.
@putrhanna













