Sekali-kali nyerah gakpapa kan. Sekali-kali aja. Enggak tahu sih akan tetap menepi, berhenti, atau dimulai lagi. Entah, kapan.
- Sastrasa
seen from Kyrgyzstan
seen from Kyrgyzstan

seen from Germany
seen from Netherlands

seen from Japan
seen from Jordan
seen from Argentina
seen from Mexico
seen from China

seen from Australia
seen from Uzbekistan
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from South Korea

seen from Canada
seen from Colombia
seen from China

seen from Russia
seen from United Kingdom
seen from France
Sekali-kali nyerah gakpapa kan. Sekali-kali aja. Enggak tahu sih akan tetap menepi, berhenti, atau dimulai lagi. Entah, kapan.
- Sastrasa
Nafas Berat
Seharusnya, Terima saja apa kau dapatkan dari sebuah akhir usaha itu. Kau tak menyadari saja, bahwa itu adalah takdir yang baik. Takdir yang Tuhan beri untuk kau jalani, dan harus diselesaikan dengan baik. Apa kau tetap pada pendirianmu sekarang ini? Tetap menantang Tuhan untuk memberikan takdir sesuai harapanmu? Ya, silahkan saja, lanjutkan! Aku tak akan berusaha malarang, Setelah kupikir kembali. Tuhan saja tak melarang, ketika kau terus membelakangi-Nya. Lalu untuk apa aku tetap berusaha menasehati hati batumu itu?
Sajak Bumi - Dinni Mawaddah
Udah, Nyerah Aja!
Punya cita-cita itu wajib, harus, musti ada, pokok gak boleh gak punya. Mau cita-cita itu masi ngeblur dan setinggi galaksi pangkat tiga juga tidak masalah. Apapun yang menjadi incaranmu di masa depan itu sepenuhnya milikmu, bukan dari kata orang ini itu. Jadi anggap aja itu wajar jika di tengah perjalanan buat ngegapai itu semua ada aja yang mampir buat kultum tidak berbobot. Niat bagus tapi terbesit ingin menjatuhkan. Banyak banget di luar sana yang seperti itu. Yah, wajar sih namanya juga kehidupan. Ga ada rasanya tanpa racikan gula garam. Karena kehadiran ceramah tak diinginkan itu kehidupan diri lebih berwarna. Ada juga bumbu-bumbu action, romance, angst, dan sebagainya. Bersyukur aja, dari sana diri bisa dapat bonus berupa ridha illahi siapa tau kan?
Oh ya, jangan lupakan satu hal. Title judul ini juga termasuk bumbu hidup yang cukup berbahaya. Pasalnya kalimat perintah ini tidak keluar dari sembarang penyemangat. Itu dia! Dari diri sendiri. Bahaya banget kalau sampai semangat yang awalnya sudah gak ketulungan malah ditinggal pergi bagai angin lalu. Berasa kulit kacang. Keras, sakit, mana gak bisa di telan lagi.
Memang sering muncul sih. Tidak apa-apa. Tenang, balik ke asal saja. Kadang diri butuh waktu kosong untuk mereka adegan dimana awal mula meniti keinginan. Memanfaatkan ambisi orang-orang untuk kembali bangkit ditengah semi keterpurukan. Manusia lahir dengan tujuan penting. Mereka sengaja berhasil lolos dari teror kala masih di kandungan hingga detik ini untuk menyelesaikan banyak misi penting. Tak terkecuali diri sendiri. Tidak perlu tahu dulu untuk apa, pokok yakin tidak goyah saja sudah keren banget! Semangat ya.
Maunya apa?
Aku datang ke orang yang berbeda dan semuanya hampir sama, menolak sebelum memulai. Katanya kita se-visi dan se-misi? Tapi kenapa udah minta nyerah pada waktu kita berbicara tentang latar belakangku apa. Apa kalian nggak sanggup memikul cerita latar belakangku yang nggak se WAH laki-laki yang kalian harap?.
Kasihannya diriku yang tidak memiliki latar belakang yang jelass.
Anomali Kesempatan
Sering denger orang bilang “kesempatan nggak datang dua kali?” Atau, “mumpung masih ada kesempatan?”
Dan kamu setuju nggak setuju sama ungkapan itu? Dilema, karena berada di antara penasaran dan takut nyesel kalau nggak dicoba, tapi di sisi lain, terlalu takut untuk mengambilnya.
Takut gagal. Takut ditolak. Takut dijudge, diomongin, di-salty-in.
Di sesi kelas yang kuikuti kemarin, aku justru dapat insight bahwa nggak apa-apa kalau kamu ragu ngambilnya, nggak semua kesempatan harus diambil.
Fun fact-nya, diriwayatkan Imam Tirmidzi dan An-Nasa'i sebuah hadist, “tinggalkan yang meragukanmu.” Dan memilih yang lebih pasti serta menenangkan hati.
Tapi ini bukan tentang hati…
Wkwk, nggak deng. Ini tentang hati :)
Untuk setiap kesempatan yang datang, kamu, aku, kita, berhak untuk menimbang. Mengukur dan menilai pros-cons atas potensi dan konsekuensi pilihan. Apakah kesempatan itu akan kita gunakan? Atau kita tinggalkan? Atau, kita buat yang baru?
Iya, kamu nggak salah baca, kesempatan bisa kita buat! Kesempatan bisa kita ciptakan.
Caranya gimana ya dengan usaha-usaha kita. Perjuangan kita, ikhtiar kita, doa-doa kita. Seberapa besar mimpi dan kesungguhan kita, sebesar itulah bahan bakarnya.
Kesempatan lulus ujian SIM bisa lahir dari usaha kita belajar teori dan praktek berkendara. Kesempatan dapat beasiswa bisa kita peroleh dari belajar sungguh-sungguh dan ikut seleksi. Kesempatan punya mentor baddas bisa raib karena ketidakpekaan diri. Kesempatan bisa finish strong & happy di event race juga bisa jadi mustahil kalau nggak pernah latihan, nggak cukup tidur, nggak sarapan, nggak bangun, nggak bayar, nggak berangkat!
Sungguh, sejatinya kesempatan itu sesuatu yang memungkinkan berada dalam kendali.
Karena, kawan, kesempatan itu bukan variabel eksternal aja. Kesempatan itu bukan ‘sesuatu’ yang datang entah dari mana/siapa sehingga kita menjadi pasif menunggu hadirnya. Kesempatan bisa lahir dari keberanian diri, dari rasa penasaran yang dipupuk dan diairi, dari keteguhan hati, dari mimpi-mimpi. Sungguh, itu bisa dan mungkin banget.
Jadi, aku mohon banget banget ini mah ke kamu, jangan nyerah dulu, yah.. kalau capek ngaso dulu aja. Nanti kutemani lagi nyari kesempatan-kesempatan itu. Nanti kubantu pilih dari yang terserak itu. Kalau ternyata sulit dan kita akhirnya mentok, kita buat sendiri aja! Aku mau kok berepot-repot ria!
Janji, ya, jangan nyerah dulu?
Sumedang, 8 Juni 2017
ketika dibawah, aku menyerah.
ya, saat ini. aku sangat merasa terpuruk. lelah sedih kecewa marah apa perlu semua orang tau ratapanku? apa perlu dunia tau bahwa ada seseorang disini yang jatuh karena kekecewaannya? namun, bagai gajah tak tahu ada apa di punggungnya. aku tidak pernah lihat kebelakang.
aku tidak melihat bagaimana usahaku. aku tidak melihat bagaimana aku mengabaikan semua hal aku hanya melihat hasil dan meminta nihil.
aku seharusnya tidak menyerah. aku seharusnya masih berjuang. aku bukan sepatutnya meratap. aku tidak bisa terus terpuruk.
ingatkah kau betapa kamu ingin berada di posisi mu saat ini? ingat dulu kamu mati matian demi cita citamu saat ini? sebegitu mudahnya kamu menyerah? sebegitu gampangnya kamu mau mundur? perjalanan masih jauh. seperti ini saja sudah menyerah.
image source : google.com
Yasudahlah
Nyerah paling kritis
#dia tetep #jodoh ku kok... cmn #nyerah aja...