MEMENANGKAN RASA INSECURE
Bukan orang lain yang harus memaklumi kita tetapi kita yang harus menoleransi apa yang mereka katakan. Mari bercerita perihal insecure.
Terkadang menjadi manusia paling tidak peduli adalah suatu pilihan yang bijak. Di dunia ini, kita tidak bisa mengatur perlakuan orang lain tetapi bisa mengatur perlakuan diri sendiri. Sebab itu, hal yang dapat kita lakukan hanya mengontrol perlakuan diri sendiri. Menjadi manusia paling tidak peduli mungkin merupakan pilihan yang tepat.
Ada banyak omongan menyakitkan yang terdengar di telinga. Benar kata orang, beberapa manusia tercipta mempunyai otak tetapi tidak mempunyai hati. Kata-kata yang mereka lontarkan tanpa mereka pikirkan terlebih dahulu seringkali menyakiti kita. Mereka memiliki kesempatan untuk memikirkan kelayakan ujaran tersebut untuk dilontarkan tetapi lebih memilih melewati proses tersebut.
Hasilnya adalah muncul rasa insecure. Kali ini mari kita artikan insecure adalah ketika seseorang tidak dapat menerima dirinya sendiri, merasa malu, tidak percaya diri, dan terkadang merasa bahwa dirinya tak berharga sama sekali. Salah satu penyebab insecure adalah ujaran orang lain yang dilontarkan tanpa melewati proses berpikir. Selain itu perlakuan orang lain terhadap kita juga menjadi pemicu insecure.
Ngomongin soal insecure, kita nggak sendiri. Hampir semua orang pernah merasa insecure. Beruntungnya, banyak dari mereka berhasil melawan rasa insecure dan berlanjut menapaki dunia yang makin hari makin keras. Tidak ada yang instan di dunia ini, termasuk beranjak dari rasa insecure.
Dilihat dari penyebab insecure yang sebagian besar berasal dari luar, langkah awal bagi kita untuk beranjak dari insecure adalah dengan tidak memerdulikan apa yang mereka tuturkan. Bersikaplah segalanya baik-baik saja dan tak sedikitpun hati kita tergores. Sulit sekali maka yakinlah bahwa kita mampu melawan rasa insecure!
Jangan berpikir saya tidak pernah merasa insecure. Justru karena saya sedang merasakannya, tulisan ini tercipta dengan harapan dapat membawa saya beranjak dari rasa insecure.
Bagaimana dengan kalian? Berniat tenggelam dalam rasa insecure atau berhenti dengan tidak memerdulikan ujaran orang lain yang kiranya tidak penting?