Berkata dan Berdoa
Seseorang pernah bilang padaku, bahwa perkataan orang lain itu tidak bisa kita kontrol, sedangkan perasaan kita bisa kita kontrol. Namun, pada kenyataannya seringkali sulit mengendalikan perasaan akibat dari perkataan orang lain. Ada saja yang berkata tanpa mau memahami atau memberi empati terhadap kondisi. Ada saja yang berkata, tanpa mau mempedulikan situasi. Kalaupun sulit untuk mengontrol kata-kata yang kurang baik atau cenderung menyakiti pendengarnya, bukankah masih bisa berdo'a yang baik-baik sehingga perasaan pendengarnya tetap terjaga? Bukankah dengan memanjatkan do'a akan memberikan pengharapan dan memberikan penghiburan bagi pendengarnya?
(Yuree, 081222)













