random black headers 🖤
— like/reblog if you save or use
—credits to whoever made them

roma★
TVSTRANGERTHINGS
Jules of Nature
Keni
No title available

PR's Tumblrdome
Peter Solarz
I'd rather be in outer space 🛸
art blog(derogatory)
Acquired Stardust
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Sade Olutola

JVL
wallacepolsom

No title available

⁂
i don't do bad sauce passes
No title available
dirt enthusiast
cherry valley forever
seen from United States

seen from United States
seen from Belgium
seen from Italy
seen from Germany
seen from Brazil
seen from Nigeria

seen from United States
seen from United States
seen from Nigeria
seen from United States

seen from T1

seen from United Kingdom

seen from Türkiye
seen from Spain

seen from United Kingdom
seen from Türkiye

seen from Uzbekistan
seen from Nigeria

seen from Türkiye
@iffysadness
random black headers 🖤
— like/reblog if you save or use
—credits to whoever made them
Salaam Cinema (Mohsen Makhmalbaf, 1995)
just a shity word
Hey mom,
if u really mean to kill me.. just kill me right away. i won't be angry, really. if it's my destiny then do it. i believe that if i die right now, then God has allowed it. i believe that behind every dead there's something that God want to tell it about. i believe that there's a message or a lesson for somebody. well i don't even know who is it, but there will be a lesson for that person. it can be my family, my friends, or maybe the other people.
I'm so tired with ur emotions. I can't deal with it anymore.
i thought u won't kill me cause it makes u do a sins. but is it a sin if i kill myself?
Aku dan Diamku
Awalnya, Kamu datang dengan sebuah senyuman. Begitu sederhana namun berhasil memikat. Mata itu menatapku dengan seribu arti dan berhasil membuatku terjerat dan selalu merindunya. Apa aku terpesona? Karna setiap kali bertemu mata ini tak dapat lepas dari bayang dirimu. Apa aku mulai tergila-gila? Karna setiap saat aku merindukannya, memikirkannya bahkan aku selalu mengingat tiap inci dari wajahnya.
Tapi rasa takut pun turut menyelimuti kalbu.
Aku takut jika aku hanya tempat singgah sementara bagimu. Aku takut jika aku harus melepas mu saat aku sangat menyayangimu. Aku takut semua angan indah kita hanya sebatas mimpi bagiku.
Dan akhirnya aku benar, Aku hanya bisa mencintaimu dalam diam, Mengikuti arus waktu untuk membenam sakit ini. Karna akhirnya aku sadar, Dirimu hanyalah semu dan memilikimu hanyalah mimpi indahku.
Kamu dan Ketidakacuhanmu
Aku adalah kalimat utama, dan kamu adalah kalimat-kalimat penjelas dalam setiap paragrafnya.
Kamu adalah diksi dari puisi-puisi perihal hati.
Kamu adalah subjek dari frasa yang berbunyi “Aku rindu”.
Kamu adalah majas yang melengkapi keindahan sajak-sajak tentang cinta.
Kamu adalah lawan kata dari “berduka”, karena kamu adalah sebab dari segala bahagia yang aku rasa.
Buatku, kamu selalu menjadi teori-teori dalam pelajaran mencintai.
Yang kadang sulit kupahami. Meski telah kupelajari berkali-kali.
Jika aku adalah semesta, maka kamu adalah semua yang ada di dalamnya, pengisi dari jiwaku yang hampa.
Dan jika saja kamu itu malam, aku akan tidur di siang hari, agar selalu terjaga saat bersamamu.
Sayangnya,
Kamu adalah kamu
Aku adalah aku
Aku dan Kamu
Dalam tulisan saja, sudah terpisahkan oleh kata “dan”
Lalu intinya,
Kamu adalah ilusi yang aku anggap nyata.
Samar-samar yang kuperjelas sendiri.
TAKUT KEHILANGAN
Ada orang yang sesungguhnya, dari perilakunya saja, seluruh dunia sudah tahu, ia menyukaimu.
Dari cara menyapamu, cara memandangmu, cara memperlakukanmu, nampak jelas, bahwa ia menyimpan rasa padamu.
Namun, tak pernah sedikitpun ia mengucapkan atau mengutarakan perasaannya sama sekali, bahkan jika ditanya urusan hati, ia lebih senang mengelak atau menghindar.
Percayalah wahai kaum hawa, pria ini bukannya tidak menyukaimu, hanya saja ia takut, takut kehilanganmu.
Ia takut, jika ia mengucapkan lebih dahulu, perasaannya tertolak. Ia takut, jika ia mengutarakannya, kau justru mungkin akan mengselatankannya. Ia takut, jika ia mengeluarkan segala isinya, selesai pula perjalanannya malam itu. Ia takut, ia kehilanganmu.
Bukan tidak berani, bukan, ia hanya lebih berhati-hati, bergerak lebih perlahan, tidak terburu-buru, seperti orang yang sedang uji konsentrasi, setiap gerak-gerikmu ia perhatikan, setiap postinganmu ia pikirkan, setiap apapu yang kau lakukan tak pernah ia lewatkan.
Bukan tidak ingin segera, ia hanya tidak mau ceroboh, ia ingin memastikan bahwa memang, apa yang akan ia lakukan, pasti berbalas dengan baik, tanpa ada penolakan.
Ia paham, betapa berharganya kehilangan orang sepertimu, maka ia tidak masuk sembarang. Andai kau adalah orang asing yang tidak ia kenal sama sekali, mungkin ia akan datang lebih dulu, memintamu, lantas jika ditolak, ia akan melenggang seperti biasa, karena tidak ada perasaan yang ia libatkan. Namun kali ini, berbeda. Kisahnya, terjadi denganmu, yang mungkin kamu adalah kawannya, teman kerjanya, atau sahabatnya.
Ada, ada pria seperti ini. Yang mungkin berbicara begitu lancar, namun begitu gagu ketika membicarakan tentang perasaan.
Wahai kaum hawa, jika kau menyukai pria seperti ini, dan ingin menyegerakannya agar tidak terjerumus dalam dosa, cukup ucapkan padanya
“Mas, mas mau serius sama aku?”
Jika sudah begitu, lantas, apalagi yang bisa menghalangi dua perasaan yang saling mengasihi.
TAKUT KEHILANGAN Bali, 18 September 2017 | ©Choqi_Isyraqi
Tentang Hujan dan Kamu
Kamu jatuh cinta pada rintik hujan,
pada irama melenakan yang dibuatnya saat jatuh ke bumi.
dan aku jatuh cinta padamu,
pada matamu yang terpejam saat menikmati bunyi tetesan air di atap.
Kamu jatuh cinta pada rintik hujan,
pada dahan dan ranting, pohon dan kebun yang dibasahinya,
dan aku jatuh cinta padamu,
pada bibirmu yang selalu bernyanyi saat melihat hujan mengguyur tamanmu.
Kamu jatuh cinta pada rintik hujan,
pada semua teori tentang asal mulanya -- evaporasi, kondensasi, dan presipitasi
dan aku jatuh cinta padamu,
pada bicaramu yang menggebu saat menjelaskannya kepadaku yang tak kunjung paham.
Kamu jatuh cinta
kepada hujan,
dan aku jatuh cinta
kepadamu.
Kisah Kita
Kudapati bahwa cintamu itu hipokrit.Tubuhmu dalam rengkuhku hanyalah seonggok daging tanpa perasaan. Atensi dan kebaikan yang kauberi hanya sebatas bahwa kau merasa berbalas budi atas pengorbananku.
Kau hanya mencoba menjadi orang baik untuk aku yang mencintaimu. Hingga akhirnya rasaku melangkah tanpa malu menuju dirimu yang nyatanya takkan pernah menjadi kekasih.
Aku menaruh harap, padamu yang sudah aku anggap kasih. Cintaku nyata, namun ternata bias -- berakhir tak berbalas.
Kasihmu tak pernah sampai padaku, mungkin tersesat atau mungkin memang karena kau tak pernah mengirimnya.
Kudapati jiwaku telah mati pagi ini, mungkin karena terlalu banyak mencintai dan mungkin itulah tandanya untuk berhenti.
Bayangmu mungkin telah terpatri dalam sukma ini,
namun kecewa terlanjur membirukan harapku.
Titik dari kisahku bersamamu,
aku pergi.
Kau seperti kota Yogyakarta pukul 3 pagi. Tenang dan sunyi Namun lebih sering Dingin.
Di Kotaku
Di Kotaku
hujan dan kenangan
beradu cepat untuk jatuh
Di Kotaku
hujan dan rindu
menderas bersamanya
Di Kotaku
hujan dan kenangan
masih belum berkonspirasi
Seolah enggan, katanya
Alasan tetap bersama jangan karena terlanjur lama Tapi karena rasa yang sama seperti saat pertama.
Bila kau percaya cinta itu menyembuhkan, berarti di antara kita ada yang harus kembali.
Belajar Sejarah Jadi Baper
Me : "Bu, ngapain sih kita harus belajar sejarah? yang udah lewat mah lupain aja."
Guru Sejarah : "Ya tapi kan kamu dari dulu diajarin nya untuk menghafal dan mengingat nak, bukan melupakan."
tau gak, kenapa senja itu menyenangkan? kadang dia merah merekah bahagia, kadang dia hitam gelap berduka. tapi langit selalu menerima senja apa adanya.
senja
Setelah berpisah Kita seperti tokoh dalam sebuah drama Begitu mahir berpura-pura Tak saling sapa Meski hati berkata Aku masih menginginkan dia.
Sekarang aku sadar, ternyata berkedip adalah cara Tuhan untuk menegurku agar tidak terlalu lama memandangmu.
Ratusan juta kilometer, jarak bumi ke matahari. Ada kehangatan. Dua langkah jarak kita. Namun hanya ada kebisuan.