Terlalu banyak pikiran yang ingin diselesaikan hingga runyam sendiri.
-Typu-

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from Romania
seen from Italy
seen from United States

seen from Spain
seen from China
seen from Germany
seen from United States

seen from Malaysia
seen from China
seen from Netherlands
seen from United States
seen from Germany
Terlalu banyak pikiran yang ingin diselesaikan hingga runyam sendiri.
-Typu-
Semakin malam nanti kan semakin dalam. Jika kau arungi imaji sosok idaman. Yang mendamba dekapan dalam harapan. Percayalah, detik jam menuju keheningan kan membuatmu semakin runyam. Entah itu nantinya mimpi indah atau siksaan
- Ayolah hei otak! jangan pikirkan hal itu-itu lagi. Ngantuk nih!
"Selamat memejam untuk dirimu. Mari kita rehat dulu dan tenangkan pikiranmu yang runyam itu" - Dari pendengar setia setiap ceritamu.
-Typu-
Terlihat ombak menggelora dibawah sengat surya yang terik. Mengelabuhi deburan asa yang enggan untuk kembali di lirik. Manakala kita terpaku pada guritan yang tak lagi menjadi topik. Belajar menjadi dewasa bukan hanya membaca sebuah lirik. Tapi menganalisa, memikirkan, memecahkan semua permasalahan dengan baik. Hari ini kita tersenyum, besok kita bisa saja menangis kencang dibawah rintik. Hidup kita seputar bertemu sedih lalu menjemput bahagia, kembali lagi seterusnya hingga semua terhenti. Membesarkan segala syukur dan merendahkan keluh ke dasar jurang yang tak lagi teramati. Penerimaan kita adalah keiklasan dalam menyambut ujian sebagai kebahagiaan.
Sadari, sudah berapa banyak kenyamanan yang harus dikorbankan oleh rasa ketakutan. Seringkali kita abai pada diri yang terus ditempa untuk meraih kedewasaan. Nyatanya bukan umur yang jadi batas ukur penilaian. Melainkan kesiapan kita menghadapi segala masalah yang hilir mudik menunggu giliran. Kemampuan menahan ego yang seharusnya tak terus meledak untuk diluapkan. Kita hidup dalam masa yang kelak hanya jadi kenangan, dan esok harus memberi pembelajaran. Berat hari ini sama dengan berat esok, yang tetap saja masih jadi rahasia kehidupan.
Andai semua bisa dijabarkan dalam cerita tanpa rasa sungkan. Betapa banyak nikmat dan kemudahan yang telah disisihkan. Oleh rasa keinginan memiliki jalan hidup orang lain. Padahal kita semua sama. Sama sama bersembunyi dari pedih, berlaga seolah hidup tak pernah memberi kesempatan untuk bersedih. Setiap orang pernah terluka, lelah, kecewa, bahkan putus asa. Hanya saja tak semuanya mempertunjukan nasibnya dengan leluasa.
Mulailah untuk menghadapi perkara dunia dengan hati yang lapang. Memberikan segala bahagia, resah dan gundah dalam porsi sewajarnya. Membiasakan diri memahami bahwa tak semua orang bisa menerima keinginanmu. Perkara mengetahui kebenaran usai mendapati kesalahan. Berat, jika hanya dihabiskan duduk termenung dengan memikirkan. Ringan, kala hatimu paham dan yakin untuk terus berjalan. Masih banyak yang perlu digapai, kita sebenarnya menggenggam mutiara yang perlahan siap dirangkai.
Makin Runyam! KPK Kembalikan Mandat Ke Presiden - CNBC Indonesia
Makin Runyam! KPK Kembalikan Mandat Ke Presiden – CNBC Indonesia
Jakarta, CNBC Indonesia –Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar konferensi pers pada Jumat (13/09/2019) malam pascademonstrasi yang berujung ricuh di kantor KPK. Dalam pernyataannya, KPK menilai ada upaya pelemahan terhadap institusi KPK. Pimpinan KPK juga merasa rencana revisi undang – undang KPK terkesan dipaksakan dan mendesak untuk dilakukan.
Pimpinan…
View On WordPress
Nahkoda Hitam
Inilah cerita sebuah perahu hitam, menjangkar tepian di pulau setelah karang dihantam. Terpandang mata nahkoda bermimik muram, bertanya "Oh, mengapa ku tak tenggelam dan karam?" Merasa kucil di daratan yang suram, menyendiri meratapi bagaimana ia mampu bersemayam. "Tuhan! Maafkan kesalahanku, kebodohanku yang haram!", teriaknya menangis disaksikan bulan bintang mahkota malam. Teringat direnungnya sejarah yang membuatnya runyam, Raungan sia menghantui nasibnya yang melebam. Sesak di dada memori bermekaran ingatan-ingatan kelam, Hilang suka terselimuti duka ia menginginkan makam.