Aku mau lapor BNN dulu ya, ada Narkoba jenis baru yang bebas beredar secara gratis di pasaran, dan sukses bikin aku kecanduan. Suaramu. Bersamamu.
- Sastrasa
seen from United States
seen from Canada
seen from Canada

seen from United States
seen from Mexico
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from T1
seen from China
seen from United States

seen from United States
seen from Brazil

seen from Greece

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Malaysia
seen from China
seen from United States
Aku mau lapor BNN dulu ya, ada Narkoba jenis baru yang bebas beredar secara gratis di pasaran, dan sukses bikin aku kecanduan. Suaramu. Bersamamu.
- Sastrasa
CANDU
Kemarin, separuh sukma pergi Pergi dari dunia yang membawa Bawa rasa yang pernah menggila Gila di sekitar dinding sukma, bisa! Ranting patah, tumbuh kembali Kembali jatuh ke dalam nurani Nurani berdistorsi tidak peduli Peduli hidup, peduli mati! Gejala ditarik membangun toleransi Toleransi zat sebagai obat sanitasi Sanitasi jangkit kegemaran adiktif Adiktif yang konsumsi emosi, basi! Amigdala mengingat, amigdala juga takut Takut hilang dimakan adrenal burlutut Berlutut negatif dalam aliran akut Akut beri efek, akut beri cinta, candu!
Sebuah kesalahan terulang lagi. Tersedak, seakan mencabut jiwa ini. Terpukul, jatuh ke dalam jurang yang dalam sekali lagi. Bodohnya diri ini, tersandung lagi. Lalai, lalai, lalai, dan lalai. Keledai pun tidak pernah tersandung batu yang sama! Apa aku lebih bodoh dari keledai itu? Tolong katakan, apa yang harus aku perbuat? Menyesal, tapi tidak berubah. Hanya awal dari penyesalan berikutnya. Memohon maaf, tidak membantu. Rasa simpati menjadi kejengkelan. Adiktif, memang. Tidak ada manusia yang sempurna, kesalahan adalah guru terbaik.
Tolol, 14.25 PM
Hanya Rp.109.000,- 🌸Love Potion Secret Eau de Parfum Purse Bebaskan hasrat untuk bersenang-senang dengan keharuman adiktif nan menggoda yang kini tersedia dalam kemasan kecil dan praktis #love #potion #secret #adiktif #kemasan #praktis #parfumoriflame #parfumfavorit #parfum https://www.instagram.com/p/B1SyGORAurs/?igshid=1bau4gmydehdd
Aku ingin menulis puisi ditubuhmu, Pakai bibirku. Aku ingin meneriakan sajak untukmu, Pakai jantungku.
Aku kecanduan kamu. Hehe. 4 Juli 2017 00.03 WIB
Adiktif
Tertanggal 6 Agustus 2016 senada dengan 3 Dzul Qa’dah 1437
Bagian sulitnya adalah membuatku adiktif. Setelahnya akan mudah dan kuselesaikan semuanya.
Sebelumnya kumulai tulisan ini dengan bacaan istighfar “Astaghfirullahal adzim..” dan minta maaf bagi kalian kalau-kalau tulisan ini terkesan menyombongkan diri.
Ceritanya, aku harus menggarap laporan KKN karena deadline sudah di depan mata. Istilah ‘the power of kepepet’ itu mungkin bukan isapan jempol mengingat aku sudah berkali-kali merasakan hal itu. plus, ini senada dengan apa yang dikatakan Bill Gates bahwa orang yang malas akan mencari cara agar pekerjaan yang sulit dapat ia lakukan dengan mudah.
Laporan KKN wajib hukumnya bagi kami yang telah melalui proses KKN. Outlinenya sudah tersedia dan bahannya ada di kepala mengingat kita sudah melakukan hal itu secara bersama-sama, nyata pula. Cuma, penyakit kronis mahasiswa memang malas dan selalu bekerja di bawah deadline. Pada akhirnya laporanku juga rampung.
Hal yang kusadari ada tiga hal penting dalam proses penyelesaian laporan ini. Pertama, memaksa. Kedua, fokus. Dan ketiga, adiktif.
Banyak sekali godaan bagiku untuk menunda penyelesaian laporan. Entah itu tamu lah, kebanyakan main atau malah memilih menonton anime. Pesan guruku, untuk melakukan sesuatu memang harus dipaksa agar selesai. Dan aku terpaksa memaksa diriku untuk menyelesaikan laporan.
Selanjutnya adalah fokus. Generasi Z mungkin punya masalah kesulitan fokus sebagai ganti punya kemampuan multitasking. Aku kadang sering teralihkan hal tidak benar-benar penting karena bolak-balik cek notif di hp. Caraku untuk fokus adalah menggeletakkan hp diluar jarak pandang dan hanya memikirkan satu kata: laporan. Persis seperti yang dilakukan Jonathan Franzen ketika menulis novelnya.
Ketiga dan yang menurutku aneh adalah adiktif. Aku larut dalam pengerjaan laporan dan hampir lupa untuk istirahat barang setiap dua puluh menit sekali merelaksasi tubuh dan minum air. Menulis laporan menjadi asyik setelah aku fokus, padu dengan laporan. Karena merasa menulis ini candu, laporan ini menjadi mudah dikerjakan.
Hikmah paling penting yang bisa kupetik adalah bahwa kita sebenarnya punya potensi untuk melakukan sesuatu namun kadang tertutupi hal yang kontra-produktif semisal rasa malas. Aku merasa demikian. Aku merasa bisa melakukan sesuatu apapun itu selama aku mau. Yang menjadi susah adalah mendapat kemauan itu. Lebih sering tidak mau untuk berkemauan.
Lalu akhirnya yang bisa membuang rasa malas itu adalah diri kita sendiri.
"Mengapa WoW begitu adiktif?" (A World of Warcraft diskusi)
"Mengapa WoW begitu adiktif?" (A World of Warcraft diskusi)
http://zozpoz.com/id/?p=1584
Quests. Razia. Guilds. Menggiling! Apa itu tentang permainan ini yang membuat kita ketagihan seperti cacing skewered? Adalah permainan diam-diam mengendalikan pikiran kita, atau itu j …
New Post has been published on KLoningSpoon - Darto KLoning
New Post has been published on http://www.kloningspoon.com/2013/11/fenomena-rokok-di-indonesia/
Fenomena Rokok di Indonesia
Video yang dengan Jujur menjelaskan kepada kita bahwa Indonesia jika dibandingkan dengan Negara Maju dan Berkembang di Luar negeri amatlah jauh. Perebdaan ini nampak pada sikap Pemerintah dan Rakyatnya yang masih tidak jelas terhadap yang namanya ROKOK dan NIKOTIN. Dapat dilihat juga bedanya, jika di Luar Begeri (baca: negara2 maju) Amatlah sulit dicari:
1. Papan Iklan dan Reklame tentang ROKOK
Disana hampir tidak ada Papan Reklame Rokok maupun Iklan ROKOK yang ditayangkan secara Bebas di Televisi, amat kontras dengan apa yang biasa ditemui di Indonesia, Papan Iklan Rokok dimana-mana, hampir setiap Jam Iklan Rokok muncul di semua saluran Televisi kita.
2. Orang yang Merokok disembarang tempat, apalagi di tempat dan sarana umum
Merokok di Sembarang tempat adalah hal yang biasa di Indonesia. Bahka di kendaraan umum sekalipun, diangkot yang amap sumpek penuh sesak penumpang, disamping sirkulasi udara yang terbatas, masih ada yg menghisap ROKOK, ini bukan DONGENG, Saya sendiri seringkali menemui kasus tersebut dan tidak jarang saya tenegur di tempat. Kejadian yang saya anggap lucu lainnya adalah ada orang yang MEROKOK di SPBU, lucu karena saya bingung apa maksud orang ini; apakah ia ingin BUNUH DIRI atau ingin MEMBUNUH BANYAK ORANG?
3. Penjual ROKOK Sulit ditemui, kalopun ada harganya sangat MAHAL.
Jika di Negara2 maju amat sulit jika ingin membeli Rokok, tidak seperti di Indonesia, lima meter ke setiap penjuru pasti ada yang menjual Rokok. Harganya sangat MURAH MERIAH, (di Amerika Rokok seharga 12 Dolar = Setara Rp 120.000 perbungkus, di Indonesia Rp 12.000/bks) bahkan jika tidak punya uang, cukup basa-basi dengan orang yang tidak dikenal sekalipun, dapat dipastikan rokok sebatang dapat diraih.
Satu lagi, Di Indonesia, Zat Nikotin belum dikategorikan sebagai Zat Adiktif, tetapi diluar sana Nikotin adalah ZAT ADIKTIF.
Bukan bermaksud menjelekkan Negara kita sendiri, tetapi sebagai upaya Intropeksi diri, kalau bukan kita masing2 yang berubah, siapa lagi yang akan memajukan dan memperbaiki Negara ini? terutama KESADARAN RAKYATNYA akan Pentingnya Kesehatan