"kalo kamu nyari yang bisa menghibur, atau nemenin kamu saat kamu butuh temen; aku bisa. Tapi ngga lebih, Wan"
"kalo kamu butuh orang untuk bikin kamu bahagia, bukan aku orangnya. Bukan karena aku ngga suka kamu. Tapi karena aku ngga mau punya tanggung jawab atas kebahagiaan orang lain. Siapapun orangnya, Wan. Bukan cuma kamu"
"bahagia itu tanggung jawab masing-masing, Wan. Aku pernah ngerasain bahagia, dulu. Lalu rasa itu dipaksa hilang tiba-tiba. Aku ngga mau itu kejadian lagi, Wan. Untuk memastikan itu ngga terjadi ya dengan tidak melibatkan orang lain dalam hal yang aku rasain. Mengikatkan diri--bukan itu jalan yang aku pilih. Cuma ini yang bisa aku kasih"
Dialog menakjubkan di atas diucapkan oleh Kale, salah satu pemeran NKCTHI yang secara menakjubkan juga ternyata sangat oke dibawakan oleh the one and only Ardhito Pramono.
Katanya, Kale softboi. Katanya, Kale brengsek. Katanya, Kale bgst. Katanya, Kale php.
Well, dialog Kale di atas, adalah jawaban paling realistis dan paling masuk akal, yang bisa digunakan untuk menjelaskan kondisi dimana manusia masih membutuhkan manusia lain, tapi ngga mau ada dalam label atau ikatan apapun. Jauh lebih baik daripada diem aja purapura nggatau, jauh lebih baik daripada ghosting, jauh lebih baik daripada bohong.
Kale sedang menjelaskan posisinya, tujuannya, dan informed consent Awan untuk kelanjutan cerita mereka. Justru pertanyaan "kita ini sebenernya apa" tuh baik sekali diutarakan, ketika lo memang haus sekali akan pernyataan pasti, kejelasan akan segala dan sesuatunya, terkait hubungan yang sedang lo jalani. Kalau lo merasa punya satu tujuan spesifik dan ingin mengkonfirmasi apakah lo dan partner lo punya tujuan yang sama, ya tanya.
Terus, brengseknya si Kale-Kale ini dimana?
Karena dia ngga satu tujuan dengan Awan? Lho, ya moso tujuan orang harus sama. Karena Kale ngasih harapan ke Awan padahal nggamau hubungan lebih? Lho, harapan Awan kan ada di luar kendali Kale. Kale was just being himself.
Karena dia nyium Awan di konser? Lho, Awan yang nyosor duluan kok. Karena dia mau nyium Awan abis nolak? Lho, dia ngga maksa, kan cuma nyoba, abis Awannya nolak juga udah, kelar. Apa karena dia deket sama Awan, nemenin kemana-mana, tapi nggamau komitmen? Lho, ya itu dia jelasin kalo dia cuma bisa sampe bates itu, nggamau lebih.
Nggamau komitmen padahal deket itu ngga brengsek, sayang.
Setiap orang berhak menentukan posisinya, maunya, tujuannya. Ngga ada yang salah dari harapan yang berbeda. Ngga semuamuanya pasangan yang kemana-mana berdua, atau bahkan kontak fisik sampai kontak seksual itu--harus ada komitmennya. Surprise? That's how life works, dear. Salah benar mah relatif. Toh pada akhirnya, kita manusia yang akan mencari segala cara untuk memenuhi kebutuhan kita masing-masing. Katanya, mau jadi manusia yang memberi manfaat kan? Bisa kok, saling memberi manfaat tanpa harus ada labelnya, tanpa harus ada ikatannya.
Justru, apa yang Kale bilang itu, harusnya bahkan dianut oleh pasangan yang berkomitmen sekalipun. Bahwa bahagia itu tanggungjawab masing-masing. Usaha untuk membahagiakan ya boleh, tapi pada akhirnya yang memutuskan akan bahagia atau ngga ya orang itu sendiri, bukan orang lain. Mandiri lah, masa bahagiain diri sendiri aja nyuruh orang lain. In the end of the time, you'll be all alone with yourself anyway, kok.
Jadi, kalo lo belum siap ketemu yang kayak Kale-Kale ini, mending belajar membahagiakan diri sendiri aja dulu dah. Biar ngga nyusahin orang buat ngurusin perasaan lo, biar ngga menghakimi orang as brengsek bgst dll just because you both don't go the same way, don't feel the same sparks.
And if you feel like a Kale, jujurlah saja menyampaikan apa yang lo mau dan lo butuh, kalo memungkinkan. Informed consent yang baik, supaya lo ngga disalahin rakyat karena dianggep php.
We don't need to have the same feeling after all. Urus perasaan masing-masing aja lah. Udah pada gede kan.
Btw, setelah nonton nkcthi 3x, baru semalem gue menyadari di scene Kale nyebrang sama Awan, muka Kale one of a kind banget ampun deh Ardhito hhhhhhhhhhhhhhh
Sekian dan mari bersiap menonton 1917.