Diam diam ada yang berusaha mengubur harap dan semua tentangmu
-November
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
One Nice Bug Per Day

Andulka

roma★

No title available
YOU ARE THE REASON
No title available
Doug Jones
$LAYYYTER

gracie abrams
untitled
🩵 avery cochrane 🩵

titsay
noise dept.

Origami Around
No title available

pixel skylines
No title available
official daine visual archive
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
seen from Indonesia

seen from United Kingdom

seen from Germany
seen from United States
seen from France

seen from Vietnam
seen from Canada
seen from Australia

seen from United States
seen from Türkiye

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Bangladesh
seen from United States

seen from Canada

seen from Germany

seen from Canada

seen from United States
@payungkecilku
Diam diam ada yang berusaha mengubur harap dan semua tentangmu
-November
Sudah lama tidak menulis disini
setelah sekian tulisanku tentangnya, tentang perpisahan, mengikhlaskan dan masih banyak lagi
Anehnya, aku kembali padanya,
pada seseorang yang aku berusaha mengikhlaskannya, pada seseorang yang berusaha aku lupakan kenangannya, pada seseorang yang tidak ingin lagi ku dengar dan kusebut namanya.
Setelah aku mulai terbiasa tanpanya, setelah luka ku cukup pulih, setelah aku biasa saja saat mendengar kabar nya, dia datang
dia datang dengan membawa kenangan-kenangan lama, dia mengingatkanku akan kisah kami dahulu,
Dan parahnya, kami sekarang tidak sedekat kami dahulu,
iya tidak sedekat dahulu, namun lebih dekat, hingga teman-temanku yang lain mengira bahwa kami ada hubungan, padahal..
padahal kami tidak ada hubungan apa-apa, memang dari dulu juga begini, kami dekat namun tidak ada hubungan apa-apa, namun sekarang seperti nya sulit, sulit untuk dimengerti, kami ini apa
iya, kami cukup dekat jika hanya disebut sebagai teman, namun tidak pas jika disebut kekasih
Judul yang sama, tertulis lagi
"More than Friend"
aku akan menanti bagaimana akhir dari kisah kita, apakah sama seperti yang sudah-sudah? atau akan bagaimana?
untuk berharap, aku sudah tidak berharap apa-apa lagi, aku juga tidak ingin memperjelas hubungan kita, tidak apa-apa seperti ini, dekat namun tak terikat,
dia tidak memberiku janji-janji atau harapan apapun, walau sikapnya yang terlampau baik jika hanya sebagai teman, tapi begini saja cukup.
Aku sudah tidak percaya lagi dengan laki-laki yang memberi harapan diawal hubungan, laki-laki dengan kata rayuan manis nya diawal, namun habis ketika baru sejenak berjalan, sudah tidak lagi percaya dengan kalimat "Jalani saja dulu"
ohh aku lupa, belum menceritakan kisahku sebelum aku kembali padanya,
kapan² akan aku ceritakan kisah menggelikan dengan penyesalan atas keputusanku 🙂
I'm not the only one
6 Nov 2022
Aku banyak belajar darimu,
salah satunya, jangan terlalu berharap.
-🥀
Beberapa hal mungkin cuma ditakdirkan untuk mampir aja.
Beberapa hal mungkin cuma ditakdirkan untuk angin lalu aja. Eh sama ya? Wkwk
Beberapa hal mungkin cuma ditakdirkan untuk sekedar penasaran aja~
Beberapa hal mungkin ditakdirkan cuma sekedar ingin cari tahu saja~
Beberapa hal mungkin hanya ditakdirkan sekedar singgah saja~
Beberapa hal mungkin hanya ditakdirkan untuk sekedar mengisi kekosongan saja~
November akan berakhir, begitu pula aku dan kamu yang tak pernah menjadi 'kita'
-Ka
30 November 2020
Ayo coba sini :)))
Kamu cinta dia~
”Kita ini apa?”
“Kita putus ya?”
Kamu mendadak hilang.
Tolong tetap tinggal.
“kamu tidak ada”
“Tolong pergi saja”
Ada namun meniadakan
Jangan kembali lagi!!
aku mulai menjauh.
Jangan pedulikan aku.
tetap disini, dihatiku.
Kamu apa kabar?
Aku memilih pergi.
Kuota aku habis.
Pulang! Mamah sakit.
cintanya bukan aku.
Invoice belum cair.
Udah revisian belum?
Biarkan aku pergi.
Aku menunggu kamu .
Perjuangan belum usai ~
Aku ingin menangis
Aku rindu mantan
Ayah Ibu Anak
masih minta makan
Mati tak dikabari
kehilangan password tumblr
Sarjana kok nganggur. 🥴
“Aku merasa terbebani”
gajian lama banget. 😌
Yok bisa yok
Semua tentang ibu
“Jangan menetap, pergilah~”
pergi tanpa pamit :"
biarkan dia menjadi dia, saya menjadi saya, dan " kami " menjadi kenangan
"saya" bukan "aku", karena "aku" terlalu akrab untuk kami yang terlanjur asing
25Nov2020
Dia, Aku, Kami.
Dia membuka jalan namun tak ada ruang untukku. Dia membuka percakapan namun tak melanjutkan. Dia meretas gundah, namun akhirnya memilih memutar arah.
Aku berjalan namun lupa menanyakan tujuan. Aku berbicara namun lupa bagaimana cara berterus terang. Aku gundah, kemudian riang, dan kembali gundah saat semuanya tak lagi memiliki arah.
Kami merasa nyaman namun rasanya nyaman saja tidak cukup. Kami tahu kami saling mengagumi, tapi rasanya kagum saja tidak cukup. Kami coba menyamakan tujuan, tapi nyatanya kami berpisah saat menemui persimpangan. Kami coba berdiskusi agar bisa bertemu kembali, tapi nyatanya kami telah menetap dan tidak lagi berjalan menuju titik pertemuan yang dimaksud dulu.
Mari biarkan dia tetap jadi dia, aku menjadi aku, dan “kami” menjadi kenangan.
—- Kemanggisan, 13 Mei 2017 Rajua
pergi, hilang, lupakan...
Padahal dari semua yang mengetuk, cuma kamu yang aku izinkan masuk.
Padahal dari semua yang permisi, cuma kamu yang aku izinkan mengisi.
Padahal dari semua yang basa-basi, cuma kamu yang aku izinkan berada disisi.
Padahal dari semua yang melirik, cuma kamu yang membuatku tertarik.
Padahal dari semua yang menatap, cuma kamu yang aku inginkan untuk menetap.
Padahal dari semua tanya, cuma kamu jawabannya.
Padahal dari semua senyuman, cuma kamu yang beri rasa nyaman.
Padahal dari semua angan, hanya kamu yang slalu ingin ku buat jadi kenyataan.
Padahal kamu segalanya 😂😂😂😂
Padahal dari semua yang singgah, cuma kamu yang ingin ku jadikan rumah.
padahal dari semua tawaran hanya kamu yang kuharapkan 😂
Padahal dari semua yang bertamu, cuma kamu yang kuinginkan temu.
Padahal dari semua yang hadir, hanya kamu yang ingin ku jadikan takdir.
Padahal dari semua yang datang, hanya kamu yang menjadi bayang bayang.
Padahal dari semua perhatian, hanya perhatianmu yang ku harapkan
Padahal dari semua yang mengetuk, cuma kamu yang aku izinkan masuk.
Padahal dari semua yang permisi, cuma kamu yang aku izinkan mengisi.
Padahal dari semua yang basa-basi, cuma kamu yang aku izinkan berada disisi.
Padahal dari semua yang melirik, cuma kamu yang membuatku tertarik.
Padahal dari semua yang menatap, cuma kamu yang aku inginkan untuk menetap.
Padahal dari semua tanya, cuma kamu jawabannya.
Padahal dari semua senyuman, cuma kamu yang beri rasa nyaman.
Padahal dari semua angan, hanya kamu yang slalu ingin ku buat jadi kenyataan.
Padahal kamu segalanya 😂😂😂😂
Padahal dari semua yang singgah, cuma kamu yang ingin ku jadikan rumah.
padahal dari semua tawaran hanya kamu yang kuharapkan 😂
Padahal dari semua yang bertamu, cuma kamu yang kuinginkan temu.
Padahal dari semua yang hadir, hanya kamu yang ingin ku jadikan takdir.
Padahal dari semua yang datang, hanya kamu yang menjadi bayang bayang.
Sebenarnya, dia tau kamu ada rasa terhadapnya
Tapi, dia memilih untuk tidak mau tahu
-sad
Tak mudah memang, melupakan seseorang yang pernah begitu penting dalam hidup kita
"Adakalanya, kita harus pergi meski tanpa alasan"
"Rasa, terasa begitu menderu terkadang setelah semuanya tiada dan berlalu"
Sejujurnya dari awal aku tahu, bahwa kita tidak akan bersama, sedekat apapun kita , status kita tidak berubah, ... ya sebatas teman
aku hanya sedang menunda perpisahan saja denganmu, walau ada segala rasa dan riuh di kepala tentang mu, pada akhirnya kita juga tidak akan bersama
ya, memang benar..
Aku hanya sedang menunda perpisahan :)