Sampai Kapan Bersusah Payah?
Mengambil keputusan saat menghadapi masalah, bukan berarti tidak akan menemui masalah lagi.
"Sungguh, kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah" (QS. Al-Balad: 4)
Tentu bukan proses penciptaan manusia yang susah payah. Bagi Allah yang Maha Kuasa tentu semua mudah, kun fayakun.
Tapi, manusia memang diciptakan Allah 'berada dalam kondisi susah payah'.
Sejak lahir, belum bisa berbicara, sulit menyampaikan keinginannya, hanya bisa menangis.
Saat dewasa, seorang laki-laki yang menikah maka harus bertanggung jawab pada keluarganya, mendidik, menafkahi. Sedangkan perempuan menanti buah hati, mengandung 9 bulan, melahirkan, dan merawat anaknya.
Ketika tua, tubuh mulai lemah kembali. Mata mulai rabun, telinga berkurang pendengarannya, tangan & kaki gemetaran, mungkin pula sakit-sakitan.
Setelah mati, apakah sudah berakhir?
Di alam kubur ditanyai oleh malaikat.
Kemudian dibangkitkan kembali di bawah terik matahari yang jaraknya hanya beberapa mil di atas kepala.
Belum lagi dihisab, dimizan, melewati jembatan shirat.
Lalu kapan kita terlepas dari seluruh kepayahan?
Ketika telah menginjakkan kaki ke surga.
Dunia selamanya menjadi ujian dan tempat bersusah payah. Akan tetapi seorang mukmin akan menghadapi ujian dengan tenang, karena ia percaya bahwa ada Allah yang mengatur segala ketetapan, bahwa yang kita jalani tidak semua sesuai keinginan kita, bahwa dunia ini hanya sementara.
Tafsir Surat Al-Balad oleh Ustadz Firanda Andirja
Terinspirasi dari obrolan saat membuat bahan ajar kurikulum kuttab. MasyaAllah, walhamdulillah. ^^