Marah
Semua orang berhak marah, katanya. Semua orang pernah berada di kondisi emosi yang sangat tidak stabil, pastinya. Namun, cara setiap orang dalam menyalurkan amarahnya punya berbagai cara, tentunya. Seringkali, setiap saat aku marah entah pada seseorang atau suatu hal lainnya cuman bisa memendam lalu menangisinya. Pernah juga yang marah dengan nada tinggi sih, tapi itu terhitung jarang.
Malam ini aku lagi di fase marah tersebut, tapi anehnya malah nggak bisa nangis sama sekali. Aku marah sama seseorang yang nggak bisa juga kalo dibentak-bentak, bukan tipe aku banget yang kayak gitu haha. Lagi-lagi aku pendam sedalam-dalamnya. Terus isi kepala malah gak bisa berhenti bekerja. Apa itu orang-orang bilang, overthinking?
Aku malah berpikir banyak sekali kemungkinan yang terjadi akibat yang udah dilakukan oleh seseorang itu yang pastinya merupakan penyebab kemarahanku malam ini. Nggak lama aku gak berhenti-henti tarik-buang napas, supaya rada tenang. Tapi sayangnya, isi kepala masih nggak bisa diajak bekerja sama. Berulang kali juga bilang 'gapapa' ke diri sendiri, seakan-akan semuanya tuh bakal tetap baik-baik aja. Abis itu, kepikiran kayaknya aku harus menyalurkan emosiku malam ini, supaya legaaaaa dan nggak terus-terusan kepikiran + terlalu lama dipendam. Tentu saja bukan dengan marah-marah, tapi aku memutuskan untuk menyalurkannya dengan menuliskan semuaaaaaa emosi dan amarahku ke dalam dua buah sticky notes.
Aku tulis apa pun yang aku pikirkan dan rasakan, seolah-olah aku lagi menyalurkan semuanya. Setelah beres mengakhiri kalimat-kalimat tersebut dengan tanda baca titik yang kubuat dengan banyak tenaga hahahaha, aku langsung merobek sticky notes tersebut, seolah-olah aku sedang melepaskan emosi dan amarahku.
Sesudahnya, aku bisa lumayaaaaaan banget jadi lega dan membaik. Aku jadi bisa kembali berpikir positif dan berusaha memaafkan seseorang tersebut. "Dia juga manusia. Dia melakukan kesalahan." Nggak sampai disana, aku dengan sadar bisa membuat solusi atas permasalahan tersebut, setidaknya kedepannya aku harus bisa mengupayakan supaya kejadian buruk yang udah dia lakukan tuh nggak terjadi lagi.
Aku tau sih mungkin aku terlalu berlebihan dan lebay banget menghadapi kejadian kayak gini, bagi dia mungkin itu hal sepele karena sesudah dia melakukan kesalahan padaku itu dia bisa kembali bersikap seakan tidak pernah ada apa-apa, dia juga bisa cengengesan heheheheheh. Ya, tapi itulah aku, aku yang si pemikir abis, aku yang sering banget memikirkan hal-hal yang orang lain mungkin nggak pernah kepikiran buat dipikirin?!?!
Maka dari itu, ketika orang lain punya berbagai cara dalam menghadapi suatu hal, aku pun begitu. Punya cara sendiri untuk bisa mengatasi permasalahan yang terjadi pada diriku sendiri.
Terima kasih ya sudah membaca. Aku menulis ini juga untuk menyalurkan hal yang kupikirkan dan kurasakan saat ini. Aku menulis ini bukan untuk dibaca banyak orang sebenarnya, tapi kalo kamu menemukan tulisan ini, ya gapapa juga. Anggap aja aku lagi curhat ke kamu hehe.
Tasikmalaya, 17 07 2021 | 22:35









