Aku takut Punya Mantan lagi
Sejak aku tiada lagi memiliki hak 'tuk merindukanmu, kamu terlihat kian membenciku. Dan lebih parah lagi, semua rasa tak suka itu kamu tuliskan di fesbuk dan diketahui banyak orang.
Kamu lupa, jika pernah bersedia mencintaiku bersama kebaikan dan keburukanku. Bahkan rela berdiri di depan sebagai perisai ketika aku sedang bermasalah dengan seseorang.
Lalu, mengapa kini segala hal itu diubah?Semua yang ketika itu kamu berjuang menutupinya, di hari sekarang telah berlainan. Kamu menilaiku sebagai orang jahat yang selayaknya di benci.
Setiap dari kelemahan diri ini diembuskan ke mana-mana. Sehingga semua orang tahu apa yang tak seharusnya diketahui. Tapi, tak apa. Itu adalah pribadimu.
Setidaknya aku syukuri. Tidak ditakdirkan menjadi bagian hidupmu. Mendampingi seseorang yang tak baik sifat dan perilakunya. Yang tak bisa dijadikan tempat berbagi rasa.
Aku memang pernah mencintaimu. Namun, tidak sampai seperti ini caranya. Kalau hanya sekadar membalas perlakuanmu terhadapku, itu sangat mudah. Aku bisa melakukan lebih dari yang kamu perbuat terhadapku.
Akan tetapi itu tak baik. Bagaimanapun keadaannya, kamu sempat aku sayang. Menjadi sumber bahagia atas cintaku. Menjadi teman untuk berbagi cerita.
Hal yang sama ingin kudapati dari dirimu. Memperlakukan aku dengan perlakuan yang sama. Hanya saja itu tak kamu tunjukkan. Malahan semakin nyata terlihat rasa tak sukanya kamu ke aku.
Kemarin kamu sayang. Sekarang benci. Kemarin aku adalah cahaya nan tak kunjung padam untuk hatimu. Sekarang, aku ibarat ular berbisa yang semestinya dibinasakan.
Ah ... apakah semua yang disebut mantan sejahat ini? Jika demikian adanya. Aku takut punya mantan lagi.