Nyatanya, ada beberapa anak yang untuk duduk menyebelahi orangtuanya, mereka akan merasa teramat sungkan. Pun, begitu juga sebaliknya.
Ada yang untuk sekedar cerita, pengumpulan nyali mereka maju-mundur begitu bimbang.
Apalagi, untuk memeluk sambil mengutarakan isi hati. Terkadang, mereka berfikir ‘kok oranglain bisa ya begitu dekat dengan orangtuanya’, ‘Kok bisa sih, ngobrol kaya temen atau sahabatnya’, ‘hmmm coba deh nanti mulai pelan-pelan.’
Tapi lagi-lagi, untuk memulai lidah selalu merasa kelu.
Tidak sayang? No. Jangan tanya bagaimana mereka menyayangi orangtuanya, seluruh hidup mereka pun mereka berikan jiwa dan raga, merekaーakan selalu maju paling depan untuk membela kedua orangtuanya.
Ya, mungkin memang bahasa cintanya yang ada di bentuk yang berbeda.