Semoga ini bisa menjadi tulisan terahirku buat kamu ndra
Karena aku lelah berharap ndra, kukira perasaanmu yang sudah terbalas sudah cukup membuatmu tahu jika aku tlah menaruh percaya padamu ndra, jika aku juga punya rasa yang sama.
Tentang aku yang terlihat kecewa, marah dan menangis karena melihat dan mendengar jelas kamu bersamanya ndra, apa tak cukup? jika akupun cemburu melihatnya, apa kamu memang tak pernah akui aku ada ndra? sungguh aku tak paham sama sekali dengan semua dalih yang ada di hati dan pikiranmu ndra.
Kamu sadar aku cemburu, kamu minta maaf, kamu merasa bersalah, kamu jelaskan semuanya, tapi diujung sesal, kamu tetap tak bisa putuskan kemana kamu akan mengambil arah ndra. Kamu pikir hatiku sekuat apa ndra sehingga kamu yakin aku bisa bertahan tanpa sesak.
Akhirnya aku yang harus putuskan semuanya untuk memeluk semua sakit dan mencoba kembali pada hidup tanpa rasa itu lagi. Berharap kamu hidup terkukung rasa bersalah ndra. Aku pikir mungkin akan mudah melupakanmu karena ada benci yang aku semai.
Waktu terus berjalan seakan akupun sadar dan malu akan asa yang masih melekat. Kebencian tak kan membuatmu kembali padaku ndra. Aku pandai berdamai dengan keadaan tapi tidak untuk perasaan. Tak habis pikir sebenarnya seburuk apa aku pada titik temu kita dulu, seharusnya bukan aku yang ada disisi pilu karena rindu.
Tapi waktu juga berhasil mendewasakan aku dengan bijak bahwa pemilik semesta memang tak menakdirkan kita. Ketika kamu menghilang setelah ucapan dan doa di hari lahirku kala itu, aku sadar mungkin ada saatnya yang awalnya paling bersikukuh bertahan luluh dengan kesibukan, lelah dengan penantian, menyerah dengan perasaan.
Kita menjadi sepasang asing yang tersekat jarak. Aku sudah berdamai maka kuputuskan untuk membalas doamu saat jarak hari lahirmu hanya terhitung jari dariku, tapi secepat itu kamu pergi tanpa kabar yang berarti. Beruntungnya aku yang tlah belajar membuka pintu kerelaan sehingga tak pantas lagi untukku terluka karenamu ndra.
Selintas aku hanya bisa melihatmu berjalan atau begitu kegirangan ketika mendengar suaramu datang. Tapi sebuah makna sudah tenggelam, sebuah perasaan sudah karam. Sudah jelas dapat kusimpulkan ndra jika kamu tlah sebenar-benarnya melepaskan.
Maaf terkesan klasik ndra tapi semoga kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan bersamamu selalu. Maaf atas segala liku yang kubuat di hidupmu ndra. Terimakasih untuk sekian banyak peduli yang pernah kamu beri ndra
22.22 pm. Rabu, 25/Mar/2020