Kenikmatan Dalam Beberes Rumah
Saya bersyukur bisa menemukan kenikmatan dan kebahagiaan dalam beberes rumah.
Ketika menjemur pakaian satu per satu dengan tempo lambat, sambil mendengarkan bunyi pepohonan yang tertiup angin, ada rasa nikmat yang sulit dijelaskan. Begitu juga saat menyikat sepatu bekas naik gunung dengan penuh perhatian, tanpa tekanan. Hanya fokus pada apa yang ada di depan mata. Rasanya begitu menenangkan.
Bisa jadi ini karena pekerjaan saya sehari-hari menuntut tempo cepat. Harus selalu memilah mana yang prioritas dan mengesampingkan hal-hal yang sepele. Maka, aktivitas beberes rumah, terutama di akhir pekan, menjadi momen untuk melakukan hal-hal sepele tanpa cemas atau merasa bersalah.
Namun, saya jadi bertanya-tanya, jika suatu saat saya sepenuhnya menjadi bapak rumah tangga, apakah saya masih bisa merasakan kenikmatan yang sama?
Asumsi saya, mungkin saja. Selama saya mampu melihat rutinitas itu dari sudut pandang yang tepat, yang mungkin berbeda dari sudut pandang saya saat ini.
Jujur saja, saya ingin mencobanya, jika Allah memberikan kesempatan.












