Tak terasa sudah di ujung bulan September, sisa dua hari lagi. Entah bagaimana hidup membawaku dua hari ke depan. Kuharap semuanya berjalan lancar. Jika tidak pun, semoga aku diberikan rasa ikhlas untuk menerima apapun yang terjadi.
Aku menyadari bahwa September ini terasa berat. Ujian di bulan September ini, benar-benar membuat aku ingin menyerah. Aku tidak bisa menutup mata dari pandangan manusia yang memandangku rendah dan tidak bisa apa-apa. Aku tidak bisa menutup kedua telingaku dari perkataan menyakitkan dari orang-orang di sekelilingku.
Aku berperang dengan diriku sendiri. Berbagai keraguan muncul dalam diriku. "Apakah aku benar-benar bisa? Apa aku benar-benar layak mendapat posisi ini? Aku lagi-lagi gagal dan salah. Rasanya aku hanya menyia-nyiakan kepercayaan yang telah diberikan dan membuat mereka malu."
Aku tidak mengerti, tapi ini ujian yang benar-benar membuatku mempertanyakan diriku sendiri dan segala kemampuan yang kumiliki. Aku mencari apa yang bisa menenangkan hatiku, mencari validasi dan mencari kata-kata yang bisa menenangkan hatiku. Tanpa sadar, semua kata-kata yang aku dapatkan tidak bisa membuat aku tenang. Aku berpikir, apa yang salah?
Sampai malam ini, aku menyadari bahwa aku hanya butuh rasa penerimaan itu. Penerimaan bahwa aku salah dan memang harus ada yang diperbaiki dari diriku. Penerimaan bahwa ada beberapa hal yang tidak bisa aku kendalikan, salah satunya sikap dan tindakan orang lain. Penerimaan bahwa gagal adalah hal yang wajar, yang penting adanya keinginan untuk memperbaiki. Penerimaan bahwa hidup tidak selalu berjalan mulus, kadang ada kerikil yang membuat kita tersandung dan jatuh. Penerimaan bahwa sesekali ada goresan pisau yang membuat kita merasa sakit dan menangis karena perihnya.
Aku menerima bahwa aku tidak bisa selamanya berpura-pura baik-baik saja. Aku menangis untuk diriku sendiri. Untuk diriku yang sudah berjuang lebih baik setiap harinya, tapi masih selalu kurang di mata orang lain. Untuk diriku yang sudah mengerahkan seluruh tenaga dan waktuku setiap harinya hingga jatuh sakit, tanpa ucapan terima kasih sedikitpun.
Sungguh ini sangat menyakitkan, tapi aku tahu Allah tidak akan meninggalkan aku sendirian. Aku punya Allah, bahkan saat dunia tidak memihak aku sedikitpun. Aku punya Allah, saat orang-orang di sekitarku tidak bisa memahami perasaanku. Aku punya Allah, sang pemilik segala. Semoga rasa sakit ini menjadi jalan untuk aku mendapat ridho-Nya.