Cukup sederhana. Buku, kopi panas, cemilan renyah. Dan tidak di ganggu. Senangnya hehe.
pojokkamarku (via fadhilaulva)
seen from United States
seen from Türkiye

seen from Türkiye

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Brazil
seen from United States

seen from United States
seen from Japan

seen from Australia
seen from South Korea

seen from Australia

seen from Japan

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from Japan

seen from United States
Cukup sederhana. Buku, kopi panas, cemilan renyah. Dan tidak di ganggu. Senangnya hehe.
pojokkamarku (via fadhilaulva)
Eh hey, kenapa kamu hadir? Kenapa? Kenapa membuatku selalu terbayang dan berharap hari bertemu itu dipercepat padahal baru saja kita bertemu hari ini
Aku sudah coba mengikhlaskannya, aku sudah ingin belajar memaknai pertemuan kita bukan memaknai perpisahan itu, ah ya tapi memori itu selalu ada di hati dan fikiranku, membuat dadaku sesak, membuat aku hanya ingin mengingatnya, membuat aku malas untuk berbuat atau bahkan tersenyum - senyum sendiri tanpa ada yang membalasnya dan tatapan aneh dari mereka itu seperti sudah tak kuhiraukan lagi.
Hmmm tapi, ya, waktu itu akan terus berjalan dan tidak akan berhenti karena apapun kecuali ajal. Dan aku yakin, kamu pun tetap menjalani harimu dengan semangat dan bahagia kan?.
Kamu tau, kenapa aku jarang sekali ikut berfoto bersama? Karena aku tidak ingin membuatmu merasakan ini juga, yah merasakan RINDU. Menatap foto itu, melihat siapa saja yang ada di foto, dan mencoba mengenang kembali cerita itu. (nanti kita cerita tentang memories yah)
Terakhir, Insyaallah aku akan selalu mendoakanmu dalam kebaikan, kebahagian juga kesuksesan dunia akhirat. Semoga kamupun begitu yah. Lagi dan lagi aku pun berharap, semoga kita bisa dipertemukan kembali di tempat dan cara yang terbaik juga nanti di Surga-Nya kelak. Aaaamiiiin
Terimakasih yah sahabat taat ku, sahabat surga 😊
Salam Rindu,
Assyami Arunika
Depok - Sabtu, 26 Januari 2019
tema yang sama, kitab yang sama, guru yang sama;
walaupun diulang berkali-kali, akan selalu ada faidah baru yang bakal kita dapatkan.
jadi ngga masalah kalaupun kita masih berputar-putar di level ilmu yang sama. yang jadi masalah adalah ketika kita terus-terusan absen, kemudian lama-kelamaan hilang dari majelis ilmu...
اللهُمَّ علِّمنا مَا يَنْفَعُنا وَانْفَعْنا بِما عَلَّمتَنَا وزِدْنَا عِلما
Adab-adab Menuntut Ilmu
بِسْــــــــــــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
📋 Materi Tematik 📋
📚 Pendahuluan
🌹Adab-Adab Menuntut Ilmu
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkan tentang Islam, termasuk di dalamnya masalah adab. Seorang penuntut ilmu harus menghiasi dirinya dengan adab dan akhlak mulia. Dia harus mengamalkan ilmunya dengan menerapkan akhlak yang mulia, baik terhadap dirinya maupun kepada orang lain.
📝 Berikut diantara adab-adab yang selayaknya diperhatikan ketika seseorang menuntut ilmu syar’i :
1. Mengikhlaskan niat dalam menuntut ilmu
Seseorang tidak akan mendapat ilmu yang bermanfaat jika ia tidak ikhlas karena Allah.
Orang yang menuntut ilmu bukan karena mengharap wajah Allah termasuk orang yang pertama kali dipanaskan api neraka untuknya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menuntut ilmu syar’i yang semestinya ia lakukan untuk mencari wajah Allah dengan ikhlas, namun ia tidak melakukannya melainkan untuk mencari keuntungan duniawi, maka ia tidak akan mendapat harumnya aroma surga pada hari kiamat.” (HR. Ahmad)
2. Rajin berdoa kepada Allah Ta’ala, memohon ilmu yang bermanfaat
Hendaknya setiap penuntut ilmu senantiasa memohon ilmu yang bermanfaat kepada Allah Ta’ala dan memohon pertolongan kepadaNya dalam mencari ilmu serta selalu merasa butuh kepadaNya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan kita untuk selalu memohon ilmu yang bermanfaat kepada Allah Ta’ala dan berlindung kepadaNya dari ilmu yang tidak bermanfaat.
3. Bersungguh-sungguh dalam belajar dan selalu merasa haus ilmu
Dalam menuntut ilmu syar’i diperlukan kesungguhan. Tidak layak para penuntut ilmu bermalas-malasan dalam mencarinya. Kita akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat dengan izin Allah apabila kita bersungguh-sungguh dalam menuntutnya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam barsabda, “ Dua orang yang rakus yang tidak pernah kenyang: yaitu (1) orang yang rakus terhdap ilmu dan tidak pernah kenyang dengannya dan (2) orang yang rakus terhadap dunia dan tidak pernah kenyang dengannya.” (HR. Al-Baihaqi)
4. Menjauhkan diri dari dosa dan maksiat dengan bertaqwa kepada Allah Ta’ala
Seseorang terhalang dari ilmu yang bermanfaat disebabkan banyak melakukan dosa dan maksiat. Sesungguhnya dosa dan maksiat dapat menghalangi ilmu yang bermanfaat, bahkan dapat mematikan hati, merusak kehidupan dan mendatangkan siksa Allah Ta’ala.
5. Tidak boleh sombong dan tidak boleh malu dalam menuntut ilmu
Sombong dan malu menyebabkan pelakunya tidak akan mendapatkan ilmu selama kedua sifat itu masih ada dalam dirinya.
Imam Mujahid mengatakan,
لاَ يَتَعَلَّمُ الْعِلْمَ مُسْتَحْيٍ وَلاَ مُسْتَكْبِرٌ
“Dua orang yang tidak belajar ilmu: orang pemalu dan orang yang sombong” (HR. Bukhari secara muallaq)
6. Mendengarkan baik-baik pelajaran yang disampaikan ustadz, syaikh atau guru
Allah Ta’ala berfirman, “… sebab itu sampaikanlah berita gembira itu kepada hamba-hambaKu, (yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik diantaranya. Mereka itulah orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan merekalah orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS. Az-Zumar: 17-18)
7. Diam ketika pelajaran disampaikan
Ketika belajar dan mengkaji ilmu syar’i tidak boleh berbicara yang tidak bermanfaat, tanpa ada keperluan, dan tidak ada hubungannya dengan ilmu syar’i yang disampaikan, tidak boleh ngobrol.
Allah Ta’ala berfirman, “dan apabila dibacakan Al-Quran, maka dengarkanlah dan diamlah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-A’raaf: 204)
8. Berusaha memahami ilmu syar’i yang disampaikan
Kiat memahami pelajaran yang disampaikan: mencari tempat duduk yang tepat di hadapan guru, memperhatikan penjelasan guru dan bacaan murid yang berpengalaman. Bersungguh-sungguh untuk mengikat (mencatat) faedah-faedah pelajaran, tidak banyak bertanya saat pelajaran disampaikan, mengulang pelajaran setelah kajian selesai dan bersungguh-sungguh mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.
9. Menghafalkan ilmu syar’i yang disampaikan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Semoga Allah memberikan cahaya kepada wajah orang yang mendengar perkataanku, kemudian ia memahaminya, menghafalkannya, dan menyampaikannya. Banyak orang yang membawa fiqih kepada orang yang lebih faham daripadanya…” (HR. At-Tirmidzi).
Dalam hadits tersebut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa kepada Allah Ta’ala agar Dia memberikan cahaya pada wajah orang-orang yang mendengar, memahami, menghafal, dan mengamalkan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka kita pun diperintahkan untuk menghafal pelajaran-pelajaran yang bersumber dari Al-Quran dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
10. Mengikat ilmu atau pelajaran dengan tulisan
Ketika belajar, seorang penuntut ilmu harus mencatat pelajaran dan poin-poin penting agar ilmu yang disampaikannya tidak hilang dan terus tertancap dalam ingatannya setiap kali ia mengulangi pelajarannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ikatlah ilmu dengan tulisan” (HR. Ibnu ‘Abdil Barr)
11. Mengamalkan ilmu syar’i yang telah dipelajari
Menuntut ilmu syar’i bukanlah tujuan akhir, tetapi sebagai pengantar kepada tujuan yang agung, yaitu:
Adanya rasa takut kepada Allah,
Merasa diawasi oleh-Nya,
Taqwa kepada-Nya dan,
Mengamalkan tuntutan dari ilmu tersebut.
Dengan demikian, barang siapa saja yang menuntut ilmu bukan untuk diamalkan, niscaya ia diharamkan dari keberkahan ilmu, kemuliaan, dan ganjaran pahalanya yang besar.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perumpamaan seorang alim yang mengajarkan kebaikan kepada manusia, kemudian ia melupakan dirinya (tidak mengamalkan ilmunya) adalah seperti lampu (lilin) yang menerangi manusia, namun membakar dirinya sendiri.” (HR Ath-Thabrani)
🔋 Tematik BISA 42
Referensi: Disarikan dari berbagai sumber..
Jaahiduu ... ✊✊✊
A'udzu billahi minasy syaithoonirajiim Bismillaahirrahmaanirrahiim Alhamdulillaahilladzi bini'matihi tatimushalihat. Allaah rezekikan kebahagiaan melalui berkumpul dengan orang-orang yang berilmu. Maa syaa Allaah..la quwwata illa billaah. Diri yang fakir ilmu ini jadi tumbuh semangat untuk terus belajar disisa usia yang Allaah amanahi. Tulisan pengingat diri untuk terus bermuhasabah, setiap kata, setiap titipan ilmu yang diberikan melalui kitab atau asatidz manapun. "Wahai diri, apakah bertambah kecintaanmu pada Sang Pemilik Ilmu dan mahlukNya setelah belajar..ataukah sebaliknya?" Sungguh, majelis ilmu adalah tempat tuk intospeksi diri, tak jarang, tempat tumpahnya air mata atas segala khilaf, faghfirlana..ya Ghoffur. "Umm, nanti tolong ingatkan Saya seribu rupiah kembalian untuk anti tadi, jangan sampai Saya ditagih di akhirat kelak." Begitu ucapan seorang saudari muslimah tempat Saya membelikan para bocil es lilin tadi sore. :') Tak lama sebelum pulang, seorang saudari muslimah lainnya menyapa Saya, hampir tak mengenali karena dengan anggun beliau tertutupi niqabnya. "Umm, maa syaa Allaah senangnya bertemu disini!" Maa syaa Allaah keramahan para saudari muslimah di majelis ilmu, yang padahal baru sekali atau dua kali bertemu. Pastilah tak lepas dari akhlak seorang guru yang menyampaikan ilmunya. Semoga banyak asatidz lain juga dimudahkan untuk dapat membimbing para jamaahnya dengan sebaik-baik akhlak dan seeloknya adab. Seorang hamba fakir ilmu yang penuh syukur atas nikmat cinta karena Allaah, alhamdulillaah. LPW @tulisanumma Allaahu yubarik fiik. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ Jazakallaahu khayran ya habibiy @emsyu_nasrullah sudah dengan berlelah nan sabar menuntun hati, tangan dan kaki ini tuk cinta pada setiap proses tuk menangkap cahaya ilmuNya. Jazaakunnallaahu khayran sisters fillah @dyana.w & @itsyusi untuk berbagai hadiah cantiknya yg membuat perjalanan meniti ketaatan, memperbaiki diri semakin terasa indah, penuh rasa. Uhibbukum fillaah🤗💓 #notetoumma #tholabulilmi #ukhuwahislamiyah https://www.instagram.com/p/B2wzDFaA3xs/?igshid=ytdg4naknc62
HAKIKAT ILMU
#Repost from @aswinda24434 by @quicksave.app ・・・ Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas Seseorang semakin ia mengenal Rabb-nya dan semakin dekat ia kepada Allah Ta’ala, akan semakin besar rasa takutnya kepada Allah. Nabi kita shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya aku yang paling mengenal Allah dan akulah yang paling takut kepada-Nya” (HR. Bukhari-Muslim). Allah Ta’ala juga berfirman: “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (QS. Fathir: 28) Ya, karena para ulama, yaitu memiliki ilmu tentang agama Allah ini dan mengamalkannya, merekalah orang-orang yang paling mengenal Allah. Sehingga betapa besar rasa takut mereka kepada Allah Ta’ala. Karena orang yang memiliki ilmu tentang agama Allah akan paham benar akan kebesaran Allah, keperkasaan-Nya, paham benar betapa pedih dan ngeri adzab-Nya. Baca selengkapnya di https://muslim.or.id/11168-memupuk-rasa-takut-kepada-allah.html Repost @dakwah.vidgram #ustadzyazidabdulqadirjawas #tholabulilmi #kajianislami #menuntutilmusyari #aqidah #videodakwahmy #dakwahsalaf #dakwahsunnah #manhajsalafusshalih #hanif #manhajsalaf #InstaSaveApp #QuickSaveApp https://www.instagram.com/p/Bz7GK_rhQxl/?igshid=13hqvlmedmk0k