Berani, apa adanya, aktifis dan semangat jiwa raga
Aku tak pernah membayangkan akan bertemu dengan sosok wanita sepertinya di tempatku berkuliah
Berawal dari ketidaksengajaan berkecimpung di suatu organisasi ekstra kampus
Ternyata Tuhan mempertemukanku dengan senior yang mungil dalam scenerionya yang unik kali ini
Menurutku, tak ada yang istimewa dengan organisasi ini kecuali satu sosok seniorku itu
Aku suka memperhatikan retorikanya saat mendebat senior-seniorku yang lain meski itu lelaki
Tak ada yang bisa menghentikan keinginannya, siapapun itu
Disaat semua perempuan termasuk aku tak berani mengeluarkan sepatah kata pun karena diriku yang masih bau kencur
Namun, beda dengannya yang tampak tak peduli dengan orang-orang yang tak suka akan argumentasinya
Akhirnya, lambat laun pun aku mulai aktif ikut kajian dengan niatan ingin lebih jauh mengenal seniorku yang satu ini
Aku tak peduli dengan tatapan sinis para haters yang tak suka aku ikut-ikutan aktif berorganisasi
Aku hanya ingin mencari pengalaman saja dan tentunya menuntutku untuk bersosial dengan banyak orang
Aku pun akrab dengan senior yang aku panggil mbak herlina ini
Dengannya, aku bisa mencurahkan semua unek-unekku terkait apa saja, tidak melulu tentang organisasi
Aku tak menyangka, ia mau menerimaku sebagai juniornya dengan baik, malah terlalu welcome
Setiap ada kesempatan ia selalu mengajakku berkomunikasi
Dan dia akan bercerita panjang lebar akan perjuangannya di organisasi.
Butuh proses panjang baginya untuk bisa berani seperti sekarang ini.
Katanya, semua hasil yang baik itu pasti berawal dari proses yang tak mudah
Raih semua keinginan dengan usaha yang akan menjadi proses.
Namun, di saat waktunya sudah paripurna di kampus
Tak tahu kenapa aku merasa semangatku pun ikut paripurna jua
Haluan organisasiku mulai tak sama
Bahkan sudah tak satu frekuensi lagi
Aku tak menemukan sosok yang mampu menggerakkan hati dan pikiranku lagi untuk tetap bertahan
Aku bingung dan hampir putus asa.
Apakah aku harus lanjut atau bagaimana?
Jujur aku tak suka dengan perubahan yang tak jelas ini
This isn’t my world anymore.
Memang bukan karena organisasinya, bukan. Melainkan orang-orang di dalamnya.
Maaf mbak, saya tak bisa melanjutkan impian samean
Tapi, ketahuilah, nun jauh dalam lubuk hati terdalam saya semangat akan pergerakan itu akan terus menggelora meski tidak dalam satu atap lagi
Mator sakalangkong atas semua ilmu serta pengalaman yang samean berikan.
Sekali lagi, Mator Sakalangkong.