Katamu "Jangan terlalu mencintaiku, sebab yang berlebihan tak ada yang baik. Kamu tak perlu repot-repot begitu, melelahkan. Aku ingin kamu banyak dicintai, bukan terlalu banyak mencintai. Maka cintailah dirimu, setelahnya baru aku."
ojovivo
The Stonewall Inn
Keni

pixel skylines
hello vonnie
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

No title available
KIROKAZE
★

No title available
macklin celebrini has autism

PR's Tumblrdome

titsay
NASA
No title available
h
Not today Justin
Interview Vampire Daily

Game Changer & Make Some Noise
seen from United States
seen from Russia

seen from Germany
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Saudi Arabia
seen from Türkiye

seen from Türkiye
seen from Malaysia

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from Finland

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Netherlands

seen from Venezuela
@arismayow-blog
Katamu "Jangan terlalu mencintaiku, sebab yang berlebihan tak ada yang baik. Kamu tak perlu repot-repot begitu, melelahkan. Aku ingin kamu banyak dicintai, bukan terlalu banyak mencintai. Maka cintailah dirimu, setelahnya baru aku."
Cemburu pada waktu, sebab ia selalu dekat denganmu sedang kita berdua berjarak. Besok kita berjumpa, aku tak khawatir sebab telah kuancam waktu untuk berhenti sepanjang siang esok hari.
Doa terbaik dalam hubungan :
"Aku sayang kamu, Semoga kamu cepat meninggal. Menunggu datangnya sakit hati lebih berat dari mengikhlaskanmu menghadap tuhan"
There's a magic words to make he loves you and don't wanna leave you.
"Aku rela jadi yang pertama atau kesekian"
"Caramu bermain teka-teki terlalu buram, menerka kamu yang berlari kesana-kemari dengan tujuan tanpa arah. Kamu meminta aku untuk mengerti, aku mengangguk saja toh yang kamu tahu hatiku akan baik-baik saja. Seolah tersenyum dan memaksa wajah untuk tetap terlihat senang semudah kamu menarik ulur rasa."
Say No to Plagiat
Tadi pagi, saya dapat kabar dari teman saya kalau salah satu tulisan saya ada yang diplagiat di account IG, statusmantan. Dan benar, itu tulisan saya.
Tulisannya benar-benar persis seperti yang saya buat 4 hari yang lalu.
Dan tidak hanya punya saya yang diplagiat tetapi tulisan account tumblr lain. Kalian pasti tahu banget kalau tulisan di bawah ini punya Kak @mbeeer.
Sejauh ini saya baru nge-DM di Instagram dan nge-line account linenya tetapi sampai saat ini belum ada balasan. Saya hanya ingin meminta untuk dicantumkan sumbernya atau dihapus karena saya tidak mau dia memanfaatkan tulisan saya dan para penulis di tumblr yang lain. Saya sangat tidak suka dengan orang yang plagiat apalagi mendapatkan keuntungan dengan hasil plagiat tersebut. Saya juga dapat kabar kalau account tersebut tidak menggubris protes-protes yang diberikan dan malah memblock balik.
Saya mau bantu mengingatkan ke teman-teman lain yang sesama penulis di tumblr atau teman-teman yang suka baca quote-quote di tumblr jika menemukan hasil plagiat lagi di account itu lagi atau di account lain manapun, tolong segera diberi tahu ke penulisnya agar penulisnya bisa protes atau bisa juga membantu dengan protes ke account tersebut seperti report, komen, dan semacamnya.
Yang seperti ini harus dikurang-kurangi. Saya tidak apa-apa kalau tulisan saya dijadikan inspirasi tetapi bukan untuk dicetak 100%. Jangan juga merasa bangga dengan hasil plagiat ya, teman-teman sekalian!
Cheers,
Yang punya @surat-pendek
A.W.
"Bukan aku tak melihat perasaanmu, hanya saja aku menunda waktu untuk benar-benar tahu sampai mana keinginanmu. Perihal sakit hati, aku tak mau berulang kesekian kali."
"Kamu adalah bagian dari hatiku yang selalu ada dalam semogaku. Bukan untuk selalu bersamaku, tapi agar tuhan selalu bersamamu mengiringi senyum dalam nyenyak dan sadarmu."
Cinta yang baik adalah yang tetap tinggal.
(via mbeeer)
Terkadang memaksa untuk tetap tinggal di rumah yang rapuh bukanlah pilihan yang tepat.
"Aku tak pernah menakuti kepergianmu, sekalipun kekecewaan menyiksa hatiku. Aku menangisi kepergianmu, dengan keyakinan bahwa rindu akan membawamu kembali kepadaku. Kamu tak akan pernah benar-benar jauh dariku jika tuhan mengatakan kamu pantas bersamaku."
"Rindu terpaku tepat dihatiku. Aku kehilangan martilnya"
Cinta Pertama yang Tak Sempat
Sudah begitu lama, tiga sampai empat tahun telah berlalu. Aku telah lama melupakan masa-masa bersamamu, kenangan kecil yang lucu antara kita dan kawan lainnya. Juga luka akibat kenyataan bahwa jarak selalu ada diantara kita. Saat itu aku tak begitu mengenal cinta, euforia awal remaja menjadi penggemar kakak kelas yang tampan rupanya. Sedangkan kamu kerap mencemoohku begitu tajam untuk menyadarkan kepantasan atas diriku tak seindah siswi lainnya.
Aku pernah membencimu, kamu yang selalu mencaciku untuk sebuah gurauan kadang begitu menyakitkan. Namun kamu pandai mengajariku untuk bersabar dan mengerti sebuah pertemanan. Memang benar kata orang, persahabatan antara laki-laki dan perempuan selalu menyisakan perasaan yang dalam. Beruntung bagi mereka yang rasanya terbalaskan dan pada akhirnya menjalin hubungan. Andai saja tuhan menjatuhkan kecantikan padaku waktu itu, kamu mungkin saja membalas rasaku. Mungkin saja kita bersama entah sampai beberapa tahun selanjutnya. Sayangnya aku bukan apa-apa dibanding sahabatku yang kamu tunggu kesediaannya. Kamu memilih memendam rasamu padanya, juga tak membalas rasaku sama sekali. Kamu adalah alasan tawa ketika kita semua bersama dalam satu ruang, bertiga atau berempat. Kebersamaan tak pernah sempat menyisakan kita untuk berdua saja.
Kamu tak selayaknya kakak kelas yang kupandangi dari lantai dua dengan tubuh tinggi dan kulit putih. Kamu hanyalah lelaki berkulit sawo matang, tak tampan dengan humor kelas teri yang apa adanya. Entah kenapa rasaku begitu dalam, menantimu yang berada dalam penantian atas kecantikan yang lain. Aku tak pandai tentang rasa, sebelumnya yang ku tahu hanyalah rasa kagum pada keindahan. Bukan kesetiaan akan rasa yang bertahan begitu lama. Aku tak pandai menyembunyikan rasa, sungguh begitu mudah untukku menyatakan suka begitu kutahu bahwa kamu tak mungkin kugapai. Setidaknya ketahuanmu akan melegakan hati meski nanti jarak kan semakin jauh diantara kita. Lewat suara pujaan hatimu ku sampaikan bahwa aku menyukaimu. Kupinta ia menyampaikan padamu tentang itu, bahwa telah lama kusimpan nyaman diantara tawa dan humor murahan yang kau lontarkan. Dulu begitu sederhana rasa suka datang, hanya karena tawa yang setiap hari di berikan aku mampu menyimpan rasa yang tulus, tak peduli sekalipun itu tak terbalas. Remaja bodoh yang tak tahu tentang cinta, sebutlah begitu. Aku menyesal, sebab semakin renggang jarak diantara kita setelah kamu mengetahui segalanya. Namun sedikit rasa lega yang tersimpan dihati, tak ada lagi beban untuk menunggu lebih lama. Sudah saatnya aku mulai mengerti tentang membedakan rasa untuk berteman dan untuk mencinta yang sesungguhnya. Sudah waktunya aku mengerti arti melupakan. Bukan melupakan bahwa kita adalah teman, tapi melupakan bahwa rasa nyaman berlebih itu pernah ada. Aku mulai mengerti tentang sakit hati, tentang rindu yang menggebu, dan aku mulai memejamkan mata hingga gelap gulita untuk benar-benar sadar ketika mata terbuka. Bahwa rasa yang tulus tak bisa memaksa.
Nirwana Andalas
Pertemuan pengharapan negeri andalas Dilepas telapak dan sentuhan pasir nirwana Keteguhan langit yang hilang birunya berganti gelap lepas senja tiba Keheningan antara jemari yang berkait Lembut angin menghujam helai panjang rambutku Mata elang yang tersenyum pada bahu yang tak tersentuh kain kala itu Di lepas laut nirwana rengkuhmu hangatkan gigil Remang lampu di pinggir menampakkan seulas senyum berbayang Kamu menyentuhku di iri banyak bintang Keterkejutan mereka baru saja terbangun di selimuti terang siang Lembut bibirmu menyesap lamunan disaksikan nyiur ombak nirwana Dekapmu dipayungi cakrawala kota padang Semesta membisikkan pada purnama agar benderang Restu tuhan pada penghamparan harap sepasang insan 11092017
"Mengingatmu adalah luka yang kugemari."
Neraka Sebelum Kematian
Aku ditawan sejuta ingatan
Di desak kenang berkelanjutan
Kematianku atas rasa yang menggebu
Aku menunggu pelepasan rasa yang berbelit luka
Kepahitan yang tertawan dan mengabu pada permukaan hati
Jeritan rasa yang mencekik memberi kehausan tak berperi
Tolong!!
Neuronku hampir putus diamuk karma
Ditariknya hingga tak tersisa kenang disana
Aku menepikan puing harapan
Bahwasanya ketepianku untuk meredam perih ketika tau telah hangus anganku di bakar masa lalu
Kelupaan diri atas kehadiran malaikat kematian, ia menyamar sebagai penerang sebelum memberi kematian
Terimakasih kesekaratan,
Dikebiri kesadaran atas hati yang ingkar
"Sepantasnya sebuah kenangan yang isinya luka tak berada di ingatan. Ia hanya pantas terbuang dari pikiran. Sebab kehadirannya menyisakan ketinggian nada yang memecahbelah hati yang baru."
Bermain kata itu mudah. Yang sulit adalah menemukan narasi dan logika bahasanya.
Joko Pinurbo