Setengah Hati
Gambar oleh ManariKharts di turbosquid.com
Kalau hanya baca judul dan melihat gambarnya saja, kalian mungkin mengira tulisan ini berkaitan dengan lagu cinta atau patah hati. Tapi, tulisan ini tidak ada kaitannya dengan itu. Kenyataannya, setengah hati bukan cuma urusan percintaan aja loh! Dalam kehidupan kita sehari-hari, pasti ada saja hal yang kita lakukan tapi kita tidak sepenuhnya ingin melakukan hal itu. Nah, itu juga bisa disebut setengah hati. Sebetulnya, melakukan sesuatu tidak sepenuh hati seringkali berdampak tidak baik untuk diri kita sendiri. Seperti ketika belajar, kalau tidak sepenuh hati pasti sulit mengerti dan buat pusing sampai uring-uringan sendiri. Atau ketika harus memasak tapi malas melakukannya, bisa saja rasa masakannya jadi tidak karuan.
Lantas, kenapa sih kita masih mau melakukan hal itu meski cuma setengah hati? Jawabannya mungkin beragam. Tapi biasanya alasan utamanya adalah tanggung jawab. Kalau sudah bicara soal tanggung jawab, kita seolah tidak punya pilihan lain. Apa yang sudah menjadi tanggung jawab kita, mau tidak mau pasti kita kerjakan. Paling paling, hasilnya tidak semaksimal jika kita melakukannya sepenuh hati.
"Sudah tahu hasilnya mungkin tidak maksimal karena dilakukan setengah hati, kok masih tetap dikerjakan?" Pertanyaan itu pasti melintas di pikiran kalian kan? Meskl sebagian dari kita mungkin beranggapan lebih baik tidak melakukannya sama sekali kalau cuma setengah hati. Tapi sebagian lainnya mungkin beranggapan lebih baik dilakukan setengah hati daripada tidak dilakukan sama sekali.
Perihal melakukan sesuatu dengan setengah hati, kita tidak bisa saling berargumen karena yang baik untuk diri sendiri belum tentu baik untuk orang lain. Maka perlu diingat bahwa kita sendirilah yang harus menyadari, apakah yang kita lakukan akan berdampak baik pada kita atau tidak sehingga nantinya bisa menentukan sendiri akan melakukannya sepenuh hati atau tidak.











