Coba tanya hatimu sekali lagi Sebelum engkau benar-benar pergi Masihkah ada aku di dalamnya? Karena hatiku masih menyimpanmu
Aku tak akan pernah berusaha meyakinkanmu lagi Bukan karena tak ingin berjuang Hanya saja aku ingin hatimu yang memilih Tanpa aku harus meracuni pikirmu dengan segala lakuku
Kisah kita memang baru sebentar Namun kesan terukir sangat indah Ku memang bukan manusia sempurna Tapi tak pernah berhenti mencoba Membuatmu tersenyum Walau tak pernah berbalas Bahagiamu juga bahagiaku
Aku tak akan pernah memaksamu memilih Sama sekali tidak Karena aku tahu, kamu sudah cukup paham Kmau sudah cukup mengerti bagaimana harus bertindak Mengenai aku, aku sudah cukup terbiasa mengendalikan Tenang saja
Saat kau terlalu rapuh Pundak siapa yang tersandar? Tangan siapa yang tak melepas? Ku yakin aku
Aku tak akan pernah berkata aku yang paling mengerti Tak akan pernah berujar bahwa akulah yang selama ini selalu ada Tidak akan seperti itu, bahkan hingga kapanpun tidak akan Karena jujur saja, aku melakukannya tanpa pamrih Semuanya kulakukan memang apa adanya-naluriah
Bahkan saat kau memilih Untuk meninggalkan aku Tak pernah lelah menanti Karena kuyakin kau akan kembali
Aku tak akan memaksamu untuk tetap tinggal Meski inginku demikian memang Tapi, yang tak ingin tinggal tak baik jika ditahan Aku melepasmu Membiarkanmu memilih yang memang terbaik untukmu
Ada engkau dalam setiap doaku Sungguh aku rindu berbagi tawa Kini kita tidak lagi menyapa Biarlah hanya dari kejauhan Melihatmu tersenyum Walau tak pernah berbalas Bahagiamu juga bahagiaku
Mungkin nanti aku akan rindu saat kemarin Nanti, ketika kamu sudah tak lagi berada di dekat Ketika ada batas yang harus dihormati Ketika ada hati yang harus dijaga
Saat kau terlalu rapuh Pundak siapa yang tersandar? Tangan siapa yang tak melepas? Ku yakin aku
Rinduku tak akan kusuarakan terang-terangan Kamu tentu tak akan lupa, bahwa aku lebih senang untuk menyimpan segalanya sendirian
Bahkan saat kau memilih Untuk meninggalkan aku Tak pernah lelah menanti Meskipun engkau Tak akan kembali
Segala rekaman memori tentangmu mungkin akan begitu kucandui Tak apa, aku tak akan pernah menitikkan airmata sama sekali Karena mengingatmu selalu bisa membuat rona merah di wajah Sesederhana itu aku bahagia karenamu
Masih berharap karena ku yakin kau akan kembali
aku sampai tak mampu berkata melihat kata demi kata , kalimat demi kalimat .
hanya mampu menahan sesak di dada , membiarkannya memenuhi fikiranku .
diri kita memang berbeda , bahkan aku tak mengenal kamu (penulis kalimat bijak ini)
tapi rasa nya, pengalaman ini tentunya sama . sama2 meninggalkan bekas yang tak berkesudahan 🙏🏼













