
⁂
🪼
taylor price

oozey mess
noise dept.

Kaledo Art
AnasAbdin

Andulka
Claire Keane
Not today Justin

JBB: An Artblog!
YOU ARE THE REASON

Discoholic 🪩
Game of Thrones Daily
he wasn't even looking at me and he found me

Love Begins

titsay
hello vonnie
No title available
art blog(derogatory)

seen from Saudi Arabia
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Poland
seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Canada

seen from Saudi Arabia
seen from United States

seen from Netherlands

seen from United States
seen from United States

seen from Saudi Arabia

seen from Malaysia
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Germany

seen from United Kingdom
@renjanasirna
Untuk siapakah hidupmu?
Kita hidup dengan beban dipundak masing-masing, dengan memiliki sumber rasa ketakutan dan kebahagiaan yang berbeda antara satu orang dengan orang yang lainnya. Saya harap dengan begitu supaya orang dengan tidak mudahnya menghakimi orang lain, karna kita tidak tahu apa sumber ketakutan dan kebahagiaan bagi mereka.
Di kehidupan sosial yang saya perhatikan sekarang, kita hidup dimana bersikap dingin dianggap tak berempati atau bahkan jika peduli dianggap ingin mendominasi. Hingga pada akhirnya kita hidup dengan rasa takut jika tidak memenuhi standar hidup orang lain.
Tanyakan pada dirimu, untuk siapakah hidupmu sebenarnya?
Aduh ribet ya hehe, yaudah sambil hidup baiknya dibarengin persiapkan kematian juga deh karna kata orang sih sebaik - baiknya hidup adalah hidup yang siap untuk mati.
Ditulis oleh manusia biasa, yang tentunya tidak luput dari dosa. Tapi Tuhanku, Dia maha pengampun dan penyayang❤
Jumat 18.46 - Jogja 7 Februari 2020 @renjanasirna
Sometimes, you just need to take a break from everyone and everything.
- December 2019 - @renjanasirna
You are..
The apple of my eye
Aku ingin menatap matamu
Lalu melihat mataku
Di dalam matamu.
Maka aku akan tahu
Bagaimana caramu memandangku
Melalui indah bola matamu.
Jogja February 2020 / ©renjanasirna
Aku ingin lupa..
Untuk segala kebaikan dan ketidakbaikan yang pernah terjadi diantara kita, aku ingin lupa.
Aku ingin lupa, bagaimana caramu menatapku ketika kau berjarak beberapa langkah dariku.
Aku ingin lupa, tentang obrolan yang kita perdebatkan hingga akhirnya kita tertawa menyadari bahwa kita sama - sama masih belajar.
Aku ingin lupa, bagaimana caramu memegang ujung pensil ketika menghitung rumus yang paling kau benci.
Aku ingin lupa, detail wajahmu, bahumu, senyumu yang memiliki tanda lahir menggemaskan disana.
Aku ingin lupa, kamu, obrolan kita, rumus yang kau benci, pensil yang kau pegang, senyumu, tanda lahir, bahumu atau apapun itu.
Sekali lagi, tolong..
Jangan hadir dikepalaku, karna aku ingin lupa.
Jogja Januari 2020 ©Renjanasirna
---------------
Apocalypse 01
Lanjutkan mimpimu meski tanpa aku - ucapnya begitu enteng
Namun aku tahu ia sedang berbohong karena sorot matanya seperti membendung lautan tangis antara ikhlas dan sesak melepas perpisahan itu.
Lalu bagaimana caranya? - tanyaku
Tetap kenanglah aku menjadi bagian terindah yang ada didalam hidupmu - ucapnya
Lalu kenapa harus dengan cara seperti ini? - tanyaku sekali lagi
Karena aku pecundang, aku tidak cukup berani untuk memilikimu - sahutnya
Aku terdiam
Semakin larut kami berbicara
Hingga ku akhiri pembicaraan itu dengan mata yang sudah basah sedari tadi. Memang berat, bukan salahku ataupun salahnya. Aku tidak ingin menyalahkan siapa - siapa jika semua tidak berjalan seperti yang di inginkan.
Dan akupun tidak akan mencintai orang lain,
Yang tidak yakin dalam mencintaiku.
Kisah itu menyadarkanku, bahwa aku tidak hanya butuh orang yang mencintaiku saja namun aku juga butuh orang yang berani mencintaiku dengan segala resikonya.
© Renjanasirna 2019
Suara dari Jogja, Jalan Gejayan memanggil
Senin, 30 September 2019
© Renjanasirna
Dia mungkin tidak hidup selamanya..
Dia ada, tapi mungkin tidak hidup selamanya namun keberadaannya dapat membuat segalanya terasa menyenangkan hingga waktu terasa cepat dan anehnya saya masih ingin berlama lama melihat warna matanya.
Karena dia tidak hidup selamanya, maka ingin sekali rasanya saya membagi apapun dengannya. Cerita hari hari saya dan dia hingga pesan selamat tidur yang dibaca keesokan harinya. Sederhana, karna dialah yang istimewa.
Karena dia tidak hidup selamanya, maka saya selalu menghargai setiap detik yang kami punya. Mengingat detail wajahnya, warna suara dan bentuk giginya yang menggemaskan, walau tak rapi namun hanya ada satu satunya di dunia.
Karena dia tidak hidup selamanya, maka saya belajar banyak arti kesabaran untuk tidak membatasi dan mendesak apapun kehidupannya karna dia pantas membahagiakan keluarganya, surganya terlebih dahulu.
Walaupun dia tidak hidup selamanya, namun saya tetaplah menjadi orang yang beruntung diberi kesempatan oleh Tuhan yang maha baik untuk tumbuh dan berbagi hal bersamanya.
Dan sekali lagi,
Karena dia tidak bisa hidup selamanya,
Maka dari itu saya ingin membagi sisa usia saya,
Untuk hidup bersamanya.
© Renjanasirna
Yogyakarta, Oktober 2019
Jogja sedang dingin, semoga kamu tidak
Saat ini cukup Jogja saja yang dingin semoga sifatmu tidak. Walau aku tak selalu mengetahui dimana sepatumu membawamu pergi tapi ku harap kamu selalu mengenakan pakaian hangat dimanapun kamu berada.
Ah andai saja kamu tahu, hingga darahku membeku hanya tubuhmu yang ingin aku peluk saat ini. Untuk beberapa detik yang indah itu ku harap tubuhmulah yang hadir sebagai pelipur lara dan penenang jiwaku. Namun sayangnya senyawa dalam tubuh kita menolak untuk dipertemukan, hingga ragaku meringkuk kedinginan kesakitan dan jauh dari dekapmu, semoga kamu disana tahu bahwa disini ada tubuh lain yang meminta fungsi dari tubuhmu untuk memelukku, suatu saat nanti.
/Jangan sampai sakit, Jogja sedang dingin
22 Juni 2019 - © Renjanasirna
Sesederhana itukah?
Adakah seseorang yang kamu cari-cari di setiap postingan sosial mediamu. Setiap kamu memposting status, kamu menunggu seseorang untuk melihatnya. Dari begitu banyak orang yang melihat, kamu menganggapnya ia adalah satu yang paling spesial.
Kamu merasa begitu senang ketika ia melihatnya, membuat perasaanmu berbunga-bunga, membuat harapanmu semakin tumbuh, semakin banyak, dan akhirnya kamu bermain-main dengan logika dan perasaanmu sendiri.
Adakah seseorang itu. Seseorang yang diam-diam kamu sukai, teman dekatmu, atauhkah mantan kekasihmu?
Sayangnya seseorang yang spesial tidak sesederhana itu, tidak sesederhana ia yang kamu tunggu-tunggu untuk melihat postinganmu. Seseorang yang spesial tidak sebatas itu, seseorang spesial ada di kehidupan nyatamu.
Ia menyatakan, tidak sebatas memperhatikan. Ia memperjuangkan, tidak sebatas menumbuhkan harapan. Ia menghalalkan, tidak sebatas mengajak jalan.
—ibnufir
Semoga kamu, teman perjalananku
Semoga kamu, teman perjalanan yang paling menyenangkan yang membawaku ke dunia baru, begitu asing namun terasa menyenangkan asal ada kamu. Semoga kamu, teman istirahat yang paling nyaman dari segala lelah hiruk pikuk dunia yang membuatku jenuh lalu ketika aku bersandar dipundakmu tenagaku penuh. Semoga kamu, teman paling sabar yang bukan sekedar menemani namun akan selalu melindungi dan menasihati namun tak pernah merasa paling menggurui.
Kamulah nyata dibalik setiap sajak saya. Senyummu berupa aksara yang ku tulis bait demi bait diujung malam. Mungkin bagi orang lain matamu hanya serupa bola mata hitam pekat namun bagiku disana ada duniaku, galaksi yang indah berupa gugusan bintang yang membuat waktu seakan berhenti ketika aku menatapnya. Aku suka bagian itu, dimana aku berbicara dan kau mendegarkan namun ketika ku tanya pendapatmu dan kau malah tertegun karna kau hanya mengamati caraku berbicara bukan apa yang ku bicarakan. Kamu teman paling lucu, boleh tidak ku bawa pulang?
Kisah kita memang tak pernah berakhir, aku tak tahu apa alasannya kenapa aku masih tetap bisa berhubungan baik denganmu, mungkin karna kau dan aku berteman begitu baik tanpa mengharapkan apa apa. Atau mungkinkah alam bawah sadarku telah terpatri bahwa kamulah yang akan menemaniku mengisi petualangan hidup kita bersama sama.
Kita memang sering membercandai perihal ini namun entahlah, aku selalu memohon yang terbaik yang berprinsip untuk dapat saling menerima kebaikan dan kekurangan satu sama lain kepada Tuhan walaupun aku tak pernah menyebutnya sebagai kamu, namun atas kuasa Tuhan ku harap jika suatu saat aku tak mampu bersanding denganmu agar hatiku selalu kuat. Namun jika suatu saat kita dapat bersanding ku harap hubungan kita agar selalu kuat, karna ketika aku memilihmu berarti aku tlah berjanji kepada Tuhan untuk selalu membersamaimu kapanpun, dimanapun & bagaimanapun.
Saya tunggu kamu, untuk beberapa tahun indah yang mungkin akan datang, dengan senyuman hangat ku jawab pintamu dengan ucapan :
"Ya, saya bersedia"
/Hidup bersamamu, menemani perjalananmu.
- © Renjanasirna / 2019
Six ways to earn even after death
Give a copy of Qur’an to someone. Each time one reads from it, you gain.
Donate a wheelchair to a hospital. Each time sick person uses it, you gain.
Participate in building a masjid.
Place watercooler in a public place.
Plant a tree. You gain whenever a person or animal sits in its shade or eats from it.
And the easiest of all, share this message with people. Even 1 applies any of the above, you gain.
““The Prophet ﷺ was asked “Which (type of) woman is the best?” He replied “When you look at her, you feel happiness.””
—
Sunan An-Nasa’i
More reasons for us to spread our smiles
Yang terkuat
Kamu boleh menjadi yang terkuat, terhebat dan terbaik untuk dunia. Namun jangan lupa, saat bersamaku kau boleh menjadi yang terlemah, terceroboh dan termenyebalkan.
Kamu punya saya, dan saya mengerti betapa melelahkannya harus menjadi baik dalam segala sisi. Jika kau ingin katakan saja kalimat ini padaku :
“Saya capek menjadi tangguh untuk dunia, boleh tidak saya bermanjaan saja saat dengan kamu?”
“Saya bisa mengerjakan segalanya sendiri, tapi boleh tidak saat dengan kamu saya ingin mengerjakannya bersama?”
Jangan ragu, saya ingin menjadi satu satunya yang mengetahui baik dan burukmu yang tetap bersamamu dalam gelap dan terang, dalam susah dan senang.
Jangan pikir dua kali, larilah dengan kencang pada pelukkanku saat dunia sedang kejam padamu. Karena saya pastikan ada untuk kamu dan akan selalu ada.
Jogja 18 Mei 2019
Untuk yang sedang berjuang disana, semoga kamu tahu saya disini juga sedang memantaskan diri..
Yang terkuat
Kamu boleh menjadi yang terkuat, terhebat dan terbaik untuk dunia. Namun jangan lupa, saat bersamaku kau boleh menjadi yang terlemah, terceroboh dan termenyebalkan.
Kamu punya saya, dan saya mengerti betapa melelahkannya harus menjadi baik dalam segala sisi. Jika kau ingin katakan saja kalimat ini padaku :
"Saya capek menjadi tangguh untuk dunia, boleh tidak saya bermanjaan saja saat dengan kamu?"
"Saya bisa mengerjakan segalanya sendiri, tapi boleh tidak saat dengan kamu saya ingin mengerjakannya bersama?"
Jangan ragu, saya ingin menjadi satu satunya yang mengetahui baik dan burukmu yang tetap bersamamu dalam gelap dan terang, dalam susah dan senang.
Jangan pikir dua kali, larilah dengan kencang pada pelukkanku saat dunia sedang kejam padamu. Karena saya pastikan ada untuk kamu dan akan selalu ada.
Jogja 18 Mei 2019 - © Renjanasirna
Bukan perempuanmu
Jika waktu belum mampu menamparmu, mungkin rindu akan menggerogoti jantung hatimu, kian lama membunuhmu. Maka ku biarkan kau mati bersama lebam matamu menangisiku.
Semoga kau tahu bagaimana rasanya tak boleh mencinta orang yang ku cinta, dan aku tak ingin mengulanginya, sayang. Ku harap pertahananku kuat.
Aku menyerah. Sayang, aku bukanlah perempuanmu maka ku bebaskan kau sebebas yang kau mau, namun kau akan selalu tahu bahwa akulah rumah paling tenang, bagi hatimu yang kacau dan usang.
Jadi bagaimana rasanya disana? Merindukan aku setengah mati namun raganya yang kau peluk? Nyamankah? Atau kau tak rasakan apa apa? Sayang bagaimanakah rasanya? Raganya yang kau cumbu, namun tak pernah sehangat dekapan tanganku.
Nikmati saja tuan, Kau pantas menerimanya. Anggap saja balasan atas apa yang kau sia-siakan, dan kini kau tak dapat rasakan apa-apa dengan siapa-siapa; kecuali denganku.
Tapi maaf Tuan, karena kini aku bukanlah perempuanmu. Silahkan pungut hatimu kembali, dan pesanku untukmu; “jangan datang lagi”.
Jogja, sore
Teruntuk tubuh saya :
Tidak terasa tahun ini kamu sudah dua puluh tahun. Terimakasih telah menemani saya dalam terik panas maupun dingin malam.
Untuk tubuh saya terimakasih telah mau kesana kemari dengan ambisi saya, meski kamu rentan dan lemah tapi selalu mampu mengimbangi ego saya. Maka dari itu izinkan saya mencintaimu dengan memberimu yang terbaik, makanan terbaik dan baju baju yang nyaman.
Bukankah tak ada tubuh lain yang akan menyayangimu selain diri saya kan? Jadi tetaplah kuat menemani perjalanan saya sampai akhir.
Terimakasih,
Untuk tubuh saya.
Yogyakarta 2019
© Renjanasirna