Sakit dan penawarnya.
Tatkala sakit melanda dirimu, jangan kau dahulukan mencari obatnya.
Cari dulu pakaian terbaik mu, berwudhulah, lalu shalatlah, dan mintalah kemudahan juga penawarnya ketika kamu bersujud.
seen from Australia
seen from Germany
seen from China
seen from China
seen from Netherlands
seen from France

seen from T1
seen from United States
seen from T1
seen from United States
seen from China

seen from France
seen from Singapore

seen from Sweden

seen from United States
seen from Hong Kong SAR China
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Sweden
seen from United Kingdom
Sakit dan penawarnya.
Tatkala sakit melanda dirimu, jangan kau dahulukan mencari obatnya.
Cari dulu pakaian terbaik mu, berwudhulah, lalu shalatlah, dan mintalah kemudahan juga penawarnya ketika kamu bersujud.
Ternyata aku salah. Fungsi do'a itu meminta, bukan memaksa.
Tak ada habisnya jika hidup hanya perkara balas-membalas.
Lebih baik mengisinya dengan saling beri memberi.
Berikan sejumput rasa bahagia dan sepucuk cinta kepada mereka disekeliling kita.
Dengan begitu, hatimu tidak akan seperti lahan kering yang selalu ingin meminta hujan.
Tapi seperti pelangi yang dihadirkan setelah awan memberi hujan.
Perihal nama dalam do'a..
Poin utamanya bukan pada nama melainkan kepada (si)apa kamu pinta do'a tersebut..
Kamu bisa menyebut nama siapa saja dalam do'a mu, namun pastikan do'anya hanya kepada Allah..
Jika kamu paham poin ini maka apapun hasilnya kelak, hatimu pasti akan tenang dan bahagia..
.
banditfluencer | Pekanbaru
Setelah kamu pergi aku selalu meminta waktu malam lebih lama dari biasanya, karena aku takut tak sanggup melewati esok pagi yang tanpa kamu.
- R
kadang kupikir, manusia akan terasa berharga jika dia menunjukkan penghargaan. sayangnya manusia sering banyak meminta tapi sedikit memberi.
memelena
Meminta yang Terbaik
Seringkali rasa gundah, gelisah, lelah, dan semacamnya hadir disaat harapan-harapan yang telah dirangkai dengan indahnya belum terwujudkan. Dimana saat itu juga banyak ucapan atau pertanyaan dari orang lain yang tanpa sadar menyayat hati kita. Lalu kemudian kita meminta yang terbaik pada-Nya. Kita pun terus menunggu, menunggu, dan terus menunggu sampai pada titik terlelah untuk terus berusaha dan berdoa. Hingga rasanya segala usaha yang dikerahkan serta doa yang dilantunkan setiap saat tak ada gunanya.
Namun sadarkah kita? Ketika kita sampai pada puncak terlelah, disitulah Allah sedang menguji kesabaran kita. Disitulah, Allah sedang memproses segala harapan kita, atau mungkin disitulah Allah sedang mencoba mengganti harapan kita dengan yang jauh lebih indah.
Ketika kita meminta yang terbaik, itu tandanya kita mempercayakan segalanya kepada-Nya, dan menyerahkan hasil dari doa dan usaha kita kepada-Nya. Bila saat ini rasa gelisah terus ada, maka teruslah berusaha, berdoa, dan terutama bersabarlah. Tunggulah kejutan dari-Nya. Bukan Allah tak sayang, tapi Allah akan memberikan jawaban dari apa yang kita pinta berupa sesuatu yang nantinya ketika kita jalani maka kita mampu dan bahagia menjalaninya.
Allah tak pernah ingkar, Allah selalu bersama hamba-Nya yang selalu berusaha dan berdoa.
Semoga kita semua tetap bersabar dalam penantian.
Januariska - Muara Kata Hati on Tumblr
Ramadhan ke-1: Meminta dan Mengikhlaskan
Setiap dari kita memiliki keinginan terhadap sesuatu yang belum kita miliki. Jarang kita berkeinginan: ingin besok mata masih bisa melihat, jantung masih memompa darah, tangan dan kaki masih bisa bekerja. Kita lebih terfokus pada: Ingin jalan-jalan ke luar negeri, menikah di tahun ini, lulus dengan predikat Cumlaude, memiliki gawai keluaran teranyar atau kamera untuk travelling, misalnya. Semua usaha kita lakukan demi mendapatkan apapun yang belum kita miliki.
Tidak selamanya yang kita inginkan selalu tercapai. Terkadang kita mengaminkan ucapan motivator yang belum tentu benar, "Kita dapat memiliki apapun kalau kita mau". Dulu saya pernah merasakan sulitnya mencari pendamping hidup. Semua jalan ditempuh, semua orang yang saya kenal diminta mencarikan. Namun semua usaha nampaknya nihil.
Ada sebuah ilustrasi menarik dari ustadz Hanan Attaki. Seorang karyawan memiliki sepuluh rekening bank. Sepuluh rekening tersebut disampaikan kepada pimpinannya. Pesan karyawan kepada bosnya, "Silakan kirim gaji saya ke rekening manapun". Namun bos ini tidak ingin memberikan gaji kepada karyawan ini meski ia memiliki sepuluh rekening bank karena dinilai merugikan perusahaan. Namun sebaliknya, seandainya si karyawan bekerja dengan giat, namun tidak memiliki rekening bank, apakah bosnya pasti tidak akan memberinya gaji? tentu tidak, Bos bisa mencari cara untuk mengirimkan gaji kepada karyawannya. Dikirim via ojek online, atau bahkan diantar langsung ke rumah karyawannya.
Begitu juga Tuhan dalam mengabulkan doa hambanya. Ibarat sayap, sebelah sayap dari berdoa adalah mengikhlaskan. Mengikhlaskan semuanya pada Tuhan. Kita sering salah paham dalam berdoa. Kita menganggap berdoa ibarat kita memesan makanan atau minuman di restoran. Semua yang kita minta selalu dikabulkan. Padahal Tuhan yang lebih tahu mana yang terbaik untuk kita. Semua yang kita alami, baik maupun buruk menurut kita, selalulah yakin bahwa apapun takdir tertulis, itulah yang terbaik untuk kita.
1 Ramadhan 1438