Dear hati,
Sabar, ya. Perasaan ini hanya sementara. Aku pastikan tidak akan ada lagi sesak. Mohon maafkan dirinya, yang sudah memaksa keluar disaat kamu belum siap ditinggalkan.
Maafkan pula aku, karena telah membiarkannya melukaimu. Padahal, kamu lah alasan mengapa aku sanggup mempertahankannya.






