TINGGAL PILIH, MAU JADI MANUSIA YANG APATIS ATAU HUMANIS !?
Di negeri yang kaya ini, berapa banyak orang yang hidupnya melarat, yang berada di ambang kemiskinan, tak jauh dari jurang kehancuran? Cobalah perhatikan dengan seksama, apa yang kurang dari tanah yang penuh berkah ini? Sumber daya alamnya melimpah ruah, garis pantainya membentang panjang, tanahnya subur seakan tak ada habisnya. Namun, di balik semua kemewahan itu, ada berapa banyak rakyat yang terabaikan, yang tergusur, yang kelaparan, yang hidup tanpa harapan? Mereka, yang tidak lagi memiliki tempat untuk berpijak di tanah kelahirannya sendiri, terlupakan dalam keheningan. Dalam negeri yang begitu kaya, mengapa masih ada yang merasakan pedihnya kelaparan dan ketidakpastian? Apakah keadilan benar-benar hanya ilusi, ataukah ada yang salah dengan cara kita memperlakukan sesama?
Sesekali, berhentilah sejenak, dan pandanglah sekeliling, lihatlah ke bawah sana, ke lembah hitam yang kelam, tempat bernaungnya kaum marjinal—mereka yang hidupnya terlupakan, yang tak pernah terperhatikan, seolah tak lebih dari bayang-bayang yang tak mampu menggapai cahaya. Di sana, mereka yang dilupakan, hidup hanya untuk memenuhi bumi yang dipenuhi oleh orang-orang yang kotor nan keji. Mereka yang terselimuti oleh kemewahan, sementara di sisi lain ada yang mati merana tanpa sedikit pun perhatian.
Hanya satu pintaku, peduli. Jamahlah mereka dengan tangan kasih sayang, dengarkanlah suara hati mereka yang hampir tenggelam dalam desakan hidup. Suarakan keresahan mereka, wakilkan mereka yang tak pernah punya kesempatan untuk berbicara, atas nama kemanusiaan yang seharusnya tak mengenal sekat. Topanglah mereka yang tak punya, dengan sedikit perjuangan yang berarti, dengan usaha yang tak mengenal lelah. Jangan biarkan mereka terus menjadi bagian dari kisah yang terlupakan, biarkan mereka merasakan bahwa dunia ini masih ada tempat untuk mereka, meski sekecil apapun itu.














