Resensi Novel "Selena" dan "Nebula" karya Tere Liye.
.
"Selena, jadilah anak yang kuat. Kamu akan sendirian menghadapi kehidupan." (Selena, Hal. 6)
.
Berbeda dengan tujuh buku sebelumnya, dalam novel Selena dan Nebula yang merupakan karya terbaru dari Tere Liye ini diceritakan dari sudut pandang Selena, seseorang yang kita kenal di Klan Bumi dengan sebutan "Miss Keriting".
.
Dalam blurb buku ini, keduanya disebut sebagai buku ke-8 dan ke-9 dalam serial fantasi Seri Dunia Paralel, tempat di mana kita bisa melintasi berbagai klan, mulai dari Klan Bumi, Bulan, Matahari, Bintang, Komet, sampai dengan Komet Minor.
.
Seperti yang kita ketahui, buku ke-1 (Bumi) sampai dengan ke-6 (Komet Minor) bercerita tentang petualangan tiga sahabat, yakni Raib, Seli, dan Ali, untuk mencegah Si Tanpa Mahkota yang ingin menjadi penguasa di Dunia Paralel. Maka, berbeda dengan dwilogi buku yang dalam unedit version di google play book disebut sebagai buku ke-6,5 dan ke-7 ini, kita akan mundur sejenak ke masa lalu untuk menemukan konflik baru yang lebih kelam dan berkaitan dengan sejarah Dunia Paralel.
.
Lantas, seperti apa kedua buku yang konon sangat bersinggungan dan harus dibaca secara berurutan ini? Apakah kita bisa membacanya tanpa menyelesaikan terlebih dahulu tujuh jilid buku yang mendahuluinya?
.
🌟🌟🌟🌟🌟
.
.
Selena dan Sisi Lain Klan Bulan yang Belum Kita Ketahui
.
Novel Selena menceritakan tentang perjalanan Selena, gadis yatim piatu berumur 15 tahun, untuk bertahan hidup dari daerah kumuh dan tertinggal bernama Distrik Sabit Enam hingga ke Kota Tishri, tempat di mana pusat peradaban Klan Bulan berada.
.
Sepanjang 368 halaman ini, kita akan diajak bernostalgia dengan suasana Klan Bulan dan melihat berbagai detailnya lebih dekat. Bagaimana kehidupan di sana, tren saat itu, juga berbagai tokoh yang pernah muncul di buku "Bumi" akan dihadirkan kembali di sana.
.
Jujur saja, sepanjang membacanya, diriku tidak habis pikir dan tersenyum sendiri membayangkan bagaimana anak-anak muda di sana yang menggandrungi boyband, asik menikmati pertandingan sepakbola PAR-SIB melawan PAR-SIJA, hingga terhanyut membaca karya penulis bernama Ter-E Liy-E (*if you know what i mean :v)
.
Namun, tidak hanya sampai di sana. Ada banyak hal baru juga yang akan kita temui pada novel yang membutuhkan waktu enam bulan masa perampungannya ini, yakni Akademi Bayangan Tingkat Tinggi (ABTT).
.
Singkatnya, mereka adalah tempat di mana para putra-putri terbaik Klan Bulan dilatih. Ada banyak pelajaran yang seru, seperti "Bilangan, Struktur, Ruang, dan Perubahan" (baca: Matematika), "Hewan, Tumbuhan, dan Bukan Keduanya" (Semacam Biologi), "Kimia dan Keindahan di Dalamnya", dan sebagainya.
.
Sejauh ini, favoritku adalah pelajaran "Teknik Bertarung", "Malam dan Misterinya", serta "Siang dan Keramaiannya", karena ketiga hal tersebut cukup memacu adrenalin dan akan menjadi bekal yang sangat berharga ketika Selena menjadi pengintai kelak.
.
Aku suka bagaimana nilai-nilai filosofis dihadirkan dalam dua pelajaran tersebut. Bagaimana para karakter dalam buku ini harus bekerja sama satu sama lain, mencari kelemahan musuh, dan menyelami diri sendiri untuk menemukan jati diri mereka masing-masing.
.
“Dunia kita dekat sekali dengan kegelapan. Maka, saat gelap menyelimutimu, pastikan kamu tetap berusaha mencari cahaya di sekitarmu. Dirimu sendiri adalah satu-satunya yang bisa kau percaya. Nurani. Cahaya kecil itu selalu ada di hatimu. Gunakanlah. Terangi jalanmu, temukan pilihan hidupmu. Semoga itu bisa membawamu menuju jalan yang lebih baik.” (Selena, hal. 339)
.
🌟🌟🌟🌟🌟
.
.
Nebula dan Rahasia Para Karakter yang Menyertainya.
.
Dalam Selena dan Nebula, kita akan bertemu banyak karakter abu-abu yang seakan menyimpan banyak misteri di dalamnya.
.
Dipandu oleh tiga orang remaja istimewa, yakni Selena (sang pengintai, pemilik ingatan fotografis), Mata (keturunan murni Klan Bulan dari Distrik Sungai-sungai Jauh), dan Tazk (lelaki cerdas dan tampan, mantan anggota Boyband, serta cucu mantan panglima Pasukan Bayangan), kita akan sama-sama belajar di Akademi Bayangan Tingkat Tinggi, menguak sejarah kelam Klan Bulan, hingga mencari harta terpendam yang berada pada sebuah klan yang hilang: Klan Nebula.
.
Barang kali, inilah sebabnya di serial kali ini mulai dibubuhkan tanda "15+" pada novelnya. Sebab, selain tema persahabatan yang kental seperti buku-buku sebelumnya, kali ini mulai muncul unsur rasa seperti cinta, egoisme, hingga pengkhianatan di dalamnya. Sesuatu yang membutuhkan kedewasaan juga dalam menyikapinya.
.
Di lain sisi, ada kabar gembira juga bagi para pembaca setia serial petualangan dunia paralel ini. Sebab, rasa penasaran kita terhadap sosok orang tua Raib akan diungkap dalam buku Nebula ini!
.
Begitu juga dengan sosok yang telah membayangi Miss Selena sejak kita membaca buku "Bumi". 🙈
.
🌟🌟🌟🌟🌟
.
.
Selena dan Nebula: Awal Pembuka Portal Menuju Klan Aldebaran
.
Ada banyak hal menarik dari dua buku yang terbit pada tahun 2020 ini.
.
Pertama, selain memuat banyak trivia dari Klan Bulan, penulis juga menyisipkan banyak petunjuk tentang masa lalu para tokoh dan masa depan dunia paralel.
.
Kita akan bertemu sosok-sosok yang (sepertinya) akan menjadi pemegang peran-peran penting di buku-buku selanjutnya. Begitupun fakta-fakta kecil yang mungkin tampak kerdil, tapi menjadi krusial pada saatnya nanti.
.
Maka, memperhatikan detail-detail tersebut dan menyimpannya untuk persiapan menyambut buku-buku selanjutnya menjadi hal yang menarik :)
.
Kedua, sebagaimana dalam buku-buku sebelumnya, suasana kritik sosial yang dibangun oleh Bang Tere Liye semakin kental di sini. Mulai dari isu senioritas di kampus, fenomena masyarakat, dan sebagainya.
.
Bagiku pribadi, hal ini kerap kali membuat tersenyum simpul ketika membacanya. Salah satunya ketika mereka mengikuti mata kuliah "Memahami Masalah Sosial dengan Ilmu Sosial".
.
"... Buka halaman 17089, bab baru. 'Memahami Sifat Halu pada Orang-orang yang Suka Pamer'. Ini topik yang sangat menarik. Yeah." (Nebula, Hal. 45)
.
Mungkin teman-teman ada yang merasa sedikit bosan dengan pace lambat yang kita temukan di buku "Bumi", Namun, berbeda dengan kedua buku ini, ada banyak adegan action dan combat yang akan kita temukan, terutama pada buku "Nebula".
.
Berbagai teknik bertarung tingkat tinggi, juga teknik pengintaian yang kita pelajari dalam mata kuliah pilihannya, membuatku beberapa kali kerap menahan napas sambil bertanya-tanya, "Apakah kali ini mereka akan berhasil menguak misteri yang hendak kita cari?"
.
Jadi, kupikir kedua buku ini cocok untuk penggemar aksi dan fantasi, juga para kawula muda seperti mahasiswa, karena ada banyak hikmah dan prinsip hidup yang terkandung di dalamnya.
.
Well, kalau misalkan teman-teman masih penasaran terhadap beberapa hal yang akan disinggung dalam buku ini, silakan lihat kembali desain sampul yang dibuat oleh "Orkha Creative" :)
.
Sebagaimana jilid-jilid sebelumnya, ada banyak petunjuk yang akan kita sadari begitu membaca lembar demi lembar novel ini. Jadi, untuk para pembaca baru, kusarankan untuk mulai membaca tujuh buku sebelumnya terlebih dahulu agar dapat lebih memahami semesta yang sedang kita datangi ini.
.
Meskipun, sebetulnya bisa saja kalau mau langsung melompat ke dalam dua buku ini juga karena tidak terlalu merusak timeline yang telah dibangun sebelumnya. Dengan catatan, kita wajib membaca Selena terlebih dahulu sebelum Nebula, yaa. Setelahnya, kembali lagi kepada pilihan masing-masing beserta dengan segala konsekuensinya :)
.
Kupikir, kenikmatan membaca dwilogi ini akan lebih sempurna apabila kekurangan dalam masing-masing buku bisa tertutupi dengan baik. Walaupun tidak terlalu mengganggu jalannya cerita, tetapi ada beberapa tipo yang kutemukan, baik tentang kesalahan pengetikan biasa maupun kerancuan kalimat pada beberapa bagian.
.
Kuharap, teknis seperti ini bisa selesai dan tidak terulang kembali di seri-seri selanjutnya. Apalagi, untuk penulis sekaliber Tere Liye.
.
Overall, silakan beristirahat sejenak dan siapkan bekal lebih banyak. Karena perjalanan kita masih panjang menuju penutup Fase 1 Serial Petualangan Dunia Paralel, yakni "Aldebaran".
.
Selamat membaca! :D
.
Regards,
M. Ginanjar Eka Arli
(@agi_eka)
.
🌟🌟🌟🌟🌟
.
Identitas Buku
Judul: Selena
Penulis: Tere Liye
Co-Author: Diena Yashinta
Tebal: 368 halaman
Cetakan: Pertama, 2020
Terbitan: Gramedia Pustaka Utama
Harga: Rp.85.000,-
.
Judul: Nebula
Penulis: Tere Liye
Co-Author: Diena Yashinta
Tebal: 376 halaman
Cetakan: Pertama, 2020
Terbitan: Gramedia Pustaka Utama
Harga: Rp.85.000,-
















